Home » GerbangNews » 1.300 Pemudik Serbu Pelabuhan Semayang
Tampak salah seorang penumpang yang akan mudik ke Maumere sedang diperiksa petugas.

1.300 Pemudik Serbu Pelabuhan Semayang

GERBANGKALTIM.COM, Balikpapan,- Sesungguhnya Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah masih beberapa hari lagi, tapi Terminal Pelabuhan Semayang Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), terus diserbu calon penumpang, terutama mereka yang akan berangkat ke Maumere. Jumlahnya mencapi 1.300 pemudik.

Serbuan calon penumpang armada laut ini, karena mereka akan mudik lebih cepat ke kampung halaman dan takut jika kehabisan tiket kapal laut. Selasa (13/6/2017) malam, mereka melihat KM Bukit Siguntang tiba di Pelabuhan Semayang, para penumpang tampak tidak sabar ingin cepat cepat menuju dan naik kapal yang akan mengangkut ribuan penumpang itu. Bahkan saling desak-desakan pun terjadi ketika mereka menaiki anak tangga kapal.

Salah seorang calon penumpang KM Bukit Siguntang, asal Samarinda, Iyas memilih lebih cepat mudik ke Maumere. Alasannya sama dengan calon penumpang lainnya, yakni karena takut akan kehabisan tiket mudik. Menurutnya, tahun lalu Dia terpaksa berlebaran di atas kapal. “Kami sempat berlebaran di kapal,” kenang Iyas sembari tertawa kecil.

Terkait dengan kepadatan pelabuhan, Kapolsek kawasan Pelabuhan Semayang, Kompol I Wayan Sarna mengatakan, untuk pengamanan 1.300 penumpang, pihaknya menurunkan tiga puluh personil, baik yang menggunakan seragam atau berpakaian preman.

“Para penumpang satu persatu harus menunjukkan tiket miliknya yang sesuai dengan kartu identitas diri. Apabila tidak sesuai, maka Dia tidak dapat diberangkatkan,” tegas Kapolsek Wayan Sarna.

POLISI SITA BARANG BERBAHAYA

Ditengah padat dan sibuknya petugas jajaran Polsek Pelabuhan Semayang Balikpapan, terus meningkatkan pengamanan dan kenyamanan bagi seribu lebih calon penumpang yang ingin mudik Lebaran 2017.

Sesaat sebelum KM Bukit Siguntang bergerak meninggalkan Pelabuhan Semayang, para petugas melakukan razia. Dalam razia ini polisi mengamankan tiga bilah parang, satu tabung gas dan satu unit mesin motor. Barang-barang yang dianggap berbahaya ini diambil dan disita.

Parang dan mesin motor dibawa calon penumpang tanpa dilengkapi dengan dokumen resmi, sehingga harus diamankan. Saat razia, penumpang diperiksa satu persatu

“Senjata tajam berupa parang ini dilarang untuk dibawa, karena bisa disalahgunakan saat di atas kapal,” kata Wayan Sarna. Sedangkan pemiliknya diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

Check Also

Rusmadi, “Saya Malu Samarinda Banjir”

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Soal banjir yang makin dikeluhkan masyarakat Kota Samarinda,  Rusmadi menceritakan pengalamannya, bahwa jika …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *