Home » 11 Koruptor di Kaltim Nikmati Remisi Khusus Idul Fitri

11 Koruptor di Kaltim Nikmati Remisi Khusus Idul Fitri

SAMARINDA– Sebanyak 2.455 narapida dari 4.915 yang beragama Islam di 10 lembaga pemasyarakatan (Lapas) atau rumah tahanan (Rutan) se-Kaltim akan diberi remisi atau pemotongan masa hukuman kurungan khusus Hari Raya Idul Fitri 1434 H/2013 M. Pemberian remisi yang rencananya dilakukan bertepatan Hari Raya pertama Idul Fitri, 1 Syawal 1434 H oleh Kepala Lapas/Rutan masing-masing tersebut terdapat 11 napi korupsi.

Berdasarkan data di Kanwil Kemenkumham Kaltim, dari 2.455 napi tersebut yang paling mendominasi adalah kasus Narkotika dengan 689 napi. Yang lainnya kasus korupsi 11 napi, illegal logging 4 napi, illegal fishing 4 orang, dan illegal trafficking 1 orang. Dari situ pula terdapat 67 tahanan anak dan anak pidana dari 201 napi yang rincian 64 napi mendapat potongan masa kurungan, dan 3 napi lainnya langsung bebas.

Ada 2.455 napi yang masing-masing mendapat potongan hukuman 15 hari (510 orang), 1 bulan (1.742 orang), 1,5 bulan (136 orang), hingga 2 bulan (33 orang). Dengan remisi khusus ini, 34 napi langsung dinyatakan bebas setelah mendapat potongan 15 hari (14 orang) dan 1 bulan (20 orang).

“Selain itu, juga terdapat sekitar 4 napi WNA yang mendapat remisi dari 9 napi yang ada. Keempat napi itu hanya mendapat potongan dan tidak ada yang langsung dinyatakan bebas dari hukuman,” kata.Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kaltim, Darmadji melalui Kabid Keamanan dan Pembinanaan, Priya Pratama, di Samarinda, Jumat (2/8/2013).

Remisi, terang dia, merupakan anugrah yang sudah diatur melalui Keputusan Presiden (Kepres) guna memberikan hak yang sama bagi seluruh masyarakat, tidak terkecuali masyarakat binaan yang berkelakuan baik. Boleh dibilang ini merupakan bentuk apresiasi bagi napi yang berkelakukan baik selama menjalani hukuman.

“Remisi bahkan sudah ada sejak jaman penjajahan Balanda. Diantaranya remisi setiap HUT Ratu Belanda setiap tahunnya dan remisi dasawarsa per 10 tahun sekali. Karenanya pemberian remisi diharapkan dapat memberi semangat baru bagi napi untuk kembali menjalai hidup bermasyarakat. Termasuk memberi angin segar bagi keluarga,” sebutnya.

Terlebih, para napi juga akan mendapat anugrah tambahan selain remisi khusus. Sebab tidak lama berselang juga akan diberikan remisi umum 17 Agustus 2013 bagi 2.572 napi dari jumlah isi keseluruhan 5.249 napi. Penyerahannya rencananya dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Kaltim, H Awang Faroek Ishak kepada napi Lapas Kelas II A Samarinda, pada 17 Agustus 2013.

“Untuk remisi umum ini juga terdapat napi yang langsung dinyatakan bebas. Yakni sekitar 94 napi. Yang lainnya sekitar 2.478 masih harus menjalani sisi hukuman setelah dipotong remisi 1 hingga 6 bulan,” katanya.

Di sisi lain terkait keamanan penjagaan Lapas/Rutan selama libur lebaran, ia mengaku jajarannya tidak pernah libur sekali pun cuti bersama. Semua harus tetap ada di tempat. “Kepala Divisi sekalipun akan tetap turun ke lapangan memantau agar tidak terjadi tindakan yang menodai fitri,” akunya seraya menyebut pihaknya juga mengatisipasi terjadinya napi kabur atau memberontak dengan melakukan pendekatan persuasif.(arf-dil/diskominfo)

Sumber: Diskominfo Kaltim

Check Also

Banjir Samarinda Ada Solusinya

#KaloRusmadiGubernurnya Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Rusmadi Wongso, mantan Kepala Bappeda, Sekdaprov Kaltim menjelang fajar menyingsing pemerintahannya di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.