Penting, Akurasi Data Penduduk

SANGATTA- Titik tolak perencanaan pembangunan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menurut Sekkab Ismunandar, tidak lepas dari data penduduk yang akurat. Berkaitan dengan akurasi data kependudukan di daerah ini maka dirasa perlu dilakukan pembekalan teknis terhahap pegawai yang menangani pencatatan kependudukan.
“Kegiatan  pelatihan bimbingan teknis semacam ini sangat penting. Karena menyangkut banyak hal. Termasuk pemutahiran data penduduk. Akurasi data penduduk sangat penting,” tandas Ismu-sapaan akrab Ismunandar ketika membuka acara di Hotel Kutai Permai, Sangatta Lama, Selasa (4/5) tadi.
Di hadapan  Kepala Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kutim Hajrat Husien, Sekretaris Disdukcapil Eddi, Kepala Kesbangpol dan Linmas Abdul Muthalib, Sekretaris DPRD Irawansyah dan 50 peserta bimbingan teknis (bimtek), Ismu mengatakan, akurasi data penduduk di Kutim sangat diperlukan. Untuk itu, data penduduk Kutim yang valid harus dapat dipertanggungjawabkan.
Apalagi, wilayah pintu masuk warga mencari kerja di Kutim bias melalui laut dan darat. Imigran bias melalui Berau, bias lewat Bontang, dan bias melalui transportasi air. Dengan demikian, Kutim tak mungkin menutup diri bagi imigran dari daerah lain atau bangsa lain. “Kutim adalah bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI,” terangnya.
Oleh karena itu, data penduduk mesti terus berubah sesuai mobilisasi penduduk itu sendiri, baik data penduduk keluar maupun data pneduduk yang masuk. Target pembangunan sasarannya adalah manusia. Untuk itu, kontribusi pembangunan harus seimbang dengan jumlah penduduk di suatu wilayah.
Sedangkan, Kepala Disdukcapil menyebutkan, dalam pelatihan bimtek Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 37/2007 tentang pelaksananaan SIAK. Bimtek ini dilangsungkan selama 3 hari, hingga 6 Mei mendatang. Tujuan pelatihan, adalah memberi pemahaman yang sama tentang SIAK kepada 50 peserta pelatihan. Mereka yang ikut pelatihan diambil dari staf kecamatan sebanyak 20 orang dan staf Disdukcapil 30 orang. 50 orang tersebut, mereka bertugas menangani masalah kependudukan. “Pembicaranya dari Kementrian Dalam Negeri RI, yakni Supriono dan Hushanda,” bebernya. ***