Di-PHK, Ratusan Buruh PT Agro Inti Kencana Mas Demo

TANA PASER, GERBANGKALTIM.COM,—Ratusan buruh PT.Agro Inti Kencana Mas  (PT.AIK) dari Desa Riwang Kecamatan Batu Engau mendatangi Kantor Bupati Paser, (Senin, 27/5). Mereka ingin bertemu dengan Bupati Paser untuk mengadukan nasibnya pasca di-PHK.
Agus Widodo, salah seorang buruh yang di-PHK menuturkan kepada Gerbang Kaltim Dot Com bahwa ada sekitar 168 orang buruh yang telah di SP III-kan perusahaan, hal ini terkait aksi mogok buruh guna menuntut hak-hak normative mereka sebagai buruh di PT.AIK.

“Salah satu yang kami tuntut adalah agar perusahaan mengangkat kami sebagai karyawan tetap, karena banyak di antara kami yang telah 7 tahun menjadi buruh namun tidak juga dijadikan karyawan tetap oleh perusahaan,” ujar Agus.
Agus menuturkan, selama ini para buruh BHL (Buruh Harian Lepas) tidak mendapatkan Jamsostek dari PT.AIK sehingga jika ada buruh yang sakit maka harus mengeluarkan biaya sendiri, selain itu rapelan kenaikan upah pasca kenaikan UMSK Kabupaten 2013 sampai saat ini ada yang belum dibayarkan oleh perusahaan.
Kondisi para buruh yang di-PHK saat ini cukup memperihatinkan karena mereka telah diusir oleh PT.AIK dari mess sehingga buruh yang kebanyakan berasal dari Jawa Timur tidak mempunyai tempat tinggal lagi. “Kasihan anak-anak kami, saat ini kami luntang lantung tak tahu harus berbuat apa,” tutur salah seorang pendemo dengan mata berkaca-kaca.
Agus Widodo kembali menuturkan bahwa pada Sabtu (25/5) dan Minggu (26/5) mereka dieksekusi oleh aparat keamanan perusahaan untuk meninggalkan mess yang selama ini mereka tempati. “Kami akan bertahan menginap di sini, sampai ada kejelasan nasib kami” kata Agus.
Sementara itu, pada saat yang bersamaan para perwakilan buruh yang di PHK didampingi pengurus Serikat Buruh Perkebunan Kabupaten Paser bertemu dengan Bupati Paser H.M Ridwan Suwidi guna mencari solusi permasalahan tersebut.
Dalam pertemuan itu, ada dua opsi yang ditawarkan oleh Pemkab, yakni akan mempidanakan PT.AIK namun selama proses berjalan Pemkab tidak dapat menanggung biaya hidup buruh. Opsi kedua adalah meminta agar para buruh kembali bekerja dan mengikuti aturan yang ditetapkan perusahaan. “Pemkab akan memanggil pimpinan PT.AIK agar hari ini dapat hadir guna membicarakan opsi-opsi tersebut, terutama opsi kedua dan kita akan tunggu sampai pukul 16.30 sore ini,” kata Ir.Syamsir Artha,M.SI Kepala Disnakertrans Kab.Paser dalam rapat.
Salah seorang buruh yang tidak tahan menahan beban mental akibat di PHK sempat pingsan saat menunggu hasil rapat rekan mereka dengan Bupati Paser.(AA)