Home » Gerbang TNI » 2015 Puncak Eskalasi Politik
Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono memberikan arahan. (Foto : Pendam VI/Mlw)

2015 Puncak Eskalasi Politik

Balikpapan, GERBANGKALTIM.com – Panglima Kodam VI/Mulawarman Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono SIp, mengatakan tahun 2015 adalah tahun konsolidasi. Pasalnya, tahun 2015 adalah puncak eskalasi politik dari semua permasalahan dalam bangsa ini yang bermuara pada pertahanan dan keamananan negara.

Hal itu disampaikan Pangdam dalam pengarahannya dihadapan 1.450 prajurit dan PNS jajaran lainnya di Aula Makodam VI/Mlw Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Dalam pengarahannya, Pangdam menjelaskan satu persatu tentang poin-poin hasil Rapim TNI dan TNI-AD yang berlangsung di Jakarta, belum lama ini.

Menjawab tantanggan tersebut, lanjut Pangdam, tentunya TNI harus siap menghadapi kejadian yang akan terjadi dimasa mendatang. Untuk itu, TNI melaksanakan latihan dan pembinaan sumber daya manusia (SDM) yang lebih terukur dan profesional.

Tentunya mempunyai target, salah satunya adalah seluruh prajurit yang bertugas di satuan tempur dan bantuan tempur. Akhir bulan Maret 2015 harus mencapai target berkualifikasi Dansatu beladiri militer Yong Moo Do.

“Tak hanya Beladiri Yong Moo Do, prajurit yang berada di satuan tempur dan bantuan tempur, akhir bulan Maret 2015 harus mencapai taget berkualifikasi Hirbak Tingkat Pratama. Melihat rentang waktu yang sangat singkat, tentunya tidak ada waktu lagi bagi prajurit untuk bersantai-santai. Belum lagi prajurit dituntut melaksanakan latihan satuan,” tegas Pangdam VI/Mlw.

Di sisi lain, Pangdam VI/Mlw menekankan kembali tentang pengamanan tubuh, dimana masih banyaknya anggota TNI meninggal dunia secara sia-sia disebakan  karena kecelakaan lalu lintas.

Mengingat banyaknya kecelakaan lalu lintas, Pangdam VI/Mlw berharap, agar seluruh prajurit dan PNS jajaran Kodam VI/Mlw lebih berhati-hati dalam berkendaraan dan mengunakan kendaraan yang kondisinya masih layak pakai serta mengunakan helm SNI.

Jika diketahui salah seorang prajurit atau PNS melakukan pelanggaran berlalu lintas, maka Pangdam VI/Mlw akan langsung menindak disiplin secara tegas dengan membuat malu anggota ditempat umum. Selain itu, bila menemui prajurit dan PNS jajaran Kodam VI/Mlw yang tidak memakai Helm SNI, diberhentikan paksa di jalan raya.

Terkait permasalahan narkoba, Pangdam VI/Mlw menjelaskan, bahwa Indonesia sudah memasuki darurat narkoba. Pasalanya, narkoba saat ini sudah mewabah keseluruh lapisan masyarakat, termasuk lingkungan TNI.

Menyikapi permasalahan narkoba tersebut, Mabes TNI sudah mengeluarkan surat telegram yang dikirimkan keseluruh satuan jajaran TNI. Isi telegram itu intinya, apabila ada anggota TNI dan keluarganya yang tertangkap dengan kasus narkoba di asrama militer, hari itu juga akan di paksa keluar dari rumah dinas TNI.

Selain itu, menyinggung tentang ketahanan seperti instruksi Presiden RI yang mencanangkan kalau 3 tahun kedepan (2015 – 2017) Indonesia harus  swasembada pangan, Kodam VI/Mlw memerintahkan kepada seluruh prajurit agar menjadikan rumah sebagai rumah hijau /green house dengan menanam sayuran atau tanaman pangan di perkarangan/lahan maupun di polybag, khususnya bagi yang tidak memiliki lahan.

Pasalnya, bila target surplus pangan tersebut tidak tercapai,  Presiden RI tidak segan segan mengganti pejabat bersangkutan. Terkait dengan instruksi presiden, Pangdam berencana mengadakan lomba rumah hijau/green house di tingkat satuan jajaran Kodam VI/Mlw. (surya-herlan)

Check Also

BNNK BALIKPAPAN PERINGATI HANI 2018

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Setelah tertunda, pelaksanaan peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2018 ru bisa dilaksanakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.