Balikpapan - June 16, 2019

Unjuk Kebolehan, Elza Syarif Masak Pindang Patin di Ocean Balikpapan

PENAMPILAN Elza Syarif terlihat berbeda, tampil kasual memadukan t-shirt dengan celana panjang katun gelap. Celemek atau apron khas juru masak pun terpasang melindungi pakaian pengacara yang kodang kasus perceraian selebritis tanah air.
Sosoknya berbanding seratus delapan puluh derajat dengan kesehariannya sebagai pengacara. Seorang yang tampil rapi dalam setiap persidangan.
“Sekarang saya mempraktekan diri menjadi seorang chef disini,” kata Elza di Restoran Sea Food Ocean Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (15/6/2019).
Elza tidak hanya sekedar membual dihadapan wartawan Balikpapan. Tangannya tampak cekatan meracik pelbagai bumbu, termasuk memasak menu andalan keluarga; ikan kakap rica rica, pindang patin dan terakhir pepes patin.
“Semuanya saya jamin lezat di lidah orang Indonesia, bumbunya pas,” tuturnya.
Langkah pertama Elza adalah memasak menu khas masyarakat Minang, ikan pindang patin. Ragam bumbu terdiri ketumbar, bawang merah, cabai, kunyit, jahe, bawang putih, kemiri, lengkuas dan gula merah  ditumbuk halus selanjutnya ditumis minyak dan air.
Setelah bumbu kaldu mendidih, Elza lantas memasukan potongan ikan patin segar plus kombinasi tambahan potongan buah tomat, nenas dan cabai merah.
Agar rasanya kian segar menggoda, Elza memasukan cabai merah, belimbing wuluh, asam jawa dan perasan air jeruk purut. Aromanya masakannya pun terasa wangi dengan tambahan serai dan daun salam.
Menu ikan pidang patin, menurut Elza hidangan asli kegemaran masyarakat Indonesia. Namun hidangannya terasa berbeda berkat kombinasi serta selera pengacara berdarah Minangkabau ini.
“Saya suka makan dan apabila saya suka, kemungkinan besar orang lain juga suka juga. Lihat saja bentuk tubuh saya yang gemuk ini, karena suka makan,” katanya berseloroh.
Tidak cukup praktek satu menu, Elza pun mempertontonkan kepiawainnya memasak dua makanan lain; ikan kakap rica rica dan pepes patin. Pengacara ini terlihat tidak kikuk memasak meskipun dengan bantuan dua asisten chef restoran.
“Kuncinya memasak adalah mempergunakan bahan makanan yang segar dan terbaik. Kita juga harus mencicipi setiap masakan yang hendak dihidangkan,” paparnya.
Seni masak memasak, menurut Elza, menjadi minatnya sejak duduk bangku  sekolah menengah pertama. Semisal saat masih bersekolah di Ambon, ia sudah mempraktekan pembuatan es cream dan kue kering.
“Ambon tidak ada penjual es cream sedangkan saya suka es cream. Saya lantas membeli bahan pembuat es cream di Makassar serta membuat sendiri. Berangkat dari es cream selanjutnya membuat kue kering,” ungkapnya.
Sukses menguasai menu es cream dan kue kering, Elza memperdalam kemampuan masak pelbagai menu lain di Indonesia. Kebetulan pula, orang tuanya kerap pindah tugas ke segenap penjuru kota di Indonesia.
“Kebetulan orang tua adalah pimpinan satu bank sehingga sering pindah kota. Saya pernah tinggal di Ambon, Makassar, Lampung, Aceh, Jambi, Tegal, Bandung dan Jakarta,” ungkapnya.
“Bahkan Gubernur Lampung saat itu sangat suka cake modifikasi buatan saya yang terbuat dari tape,” imbuhnya.
Selepas menggeluti profesi pengacara, Elza enggan meninggalkan minat menu masak masakannya. Bahkan kini, ia kerap mengundang para chef terkenal restoran dan hotel bintang 5 guna mengasah kemampuannya.
“Saya belajar lagi menu masakan Chiness Food, Thailand dan Vietnam dari mereka. Kita makan bersama teman teman dan keluarga,” ujarnya.
Sadar kemampuan masaknya ini, Elza berniat membuka restoran pertamanya di Balikpapan pertengahan tahun nanti. Langkah pertama dilakukan, ia hendak membuka restoran menu khas Jawa Timur di Ruko Bandar Balikpapan.
“Balikpapan penduduknya banyak pendatang sehingga kemungkinan memperoleh respon positif,” tuturnya.
Setelahnya, Elza juga berniat membuka restoran menu masakan padang dan coffe shop di Balikpapan. Restoran dan coffe shop akan ditangani chef dan barista yang ahli dibidangnya.
“Chef restoran padang dipegang ahlinya dari Padang sedangkan barista harus lolos uji rasa suami saya sendiri. Dia orang Italia serta penggemar kopi. Nama coffe shopnya Migliora Cafe,” sebutnya.
Diluar aktifitasnya sebagai pengacara, Elza berjanji rutin melakukan pengujian rasa ke setiap restoran dan coffe shopnya. Menurutnya, masakan lezat hanya bisa tercipta berkat pengalaman yang dikolaborasikan dengan jenis bahan makanan terbaik.
“Saya akan tahu bila ada bahan makanan yang sudah tidak segar lagi, akan berbeda rasanya,” tuturnya. (mh/gk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Satgas Pamtas RI-Malysia Amankan Truk Bermuatan Baju Bekas dari Malaysia

NUNUKAN, Gerbangkaltim.com,–, Baru saja bertugas empat hari di Perbatasan, personel …