Home » GerbangNews » 3 Mantan Panwaslu Terlibat Korupsi Ratusan Juta
Jumiko (tengah) ditemani pengacaranya

3 Mantan Panwaslu Terlibat Korupsi Ratusan Juta

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Tiga mantan anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) periode tahun 2014 – 2015 masing-masing Jumiko, Alfian dan Muhammad Agung Sumarna, diduga kuat terlibat kasus korupsi dana hibah bernilai hampir satu miliar rupiah.

Ketiga tersangka yang masing-masing bertugas sebagai Ketua Panwaslu (Jumiko), Bendahara (Alfian) dan Kepala Sekretariat (Muhammad Agung Sumarna), diduga melakukan penyelewengan dan hibah Panwaslu Balikpapan sebesar 969 juta rupiah.

Kejakasaan Negeri (Kejari) Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim),  langsung melakukan penetapan sebagai tersangka dan menahan ketiganya yang diduga melakukan korupsi dana hibah bernilai hampir 1 miliar itu. Tiga tersangka  diduga melakukan korupsi berjamaah saat dipercaya menjadi panwaslu sekitar tiga – empat tahun lalu.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap ketiganya disebut-sebut membuat laporan fiktif terkait penggunaan dana hibah. Dana tersebut digunakan untuk keperluan pribadi. “Ketiga tersangka langsung dilakukan penahanan, karena sudah memenuhi dua syarat alat bukti yang dianggap cukup,” ujar Kepala Kejari Balikpapan Budi Utarto.

Jaksa melakukan penahanan selama dua puluh hari kedepan dari terhitung sejak tanggal  7 hingga 27 Maret mendatang.  Selama penahan pihak kejaksaan akan melakukan penyusunan berkas untuk segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Tinggi (PT) Samarinda.

Sebelumnya, Jumiko ditemani pengacara Dedy Irawan memenuhi panggilan Kejari untuk kelanjutan pemeriksaan terkait kasus yang dialaminya. Pemeriksaan juga dilakukan Alfian dan Muhammad Agung Sumarna.

Setelah terkuaknya kasus dugaan penyrlewengan dana hibah Panwaslu Kota Balikpapan sejak tahun 2017 lalu, akhirnya ada titik  terang setelah adanya loporan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Disebutkan, kerugian negara hampir mencapai 1 milyar rupiah yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan tahun 2015 lalu.

Saat itu, ketika ditanya perihal penetapannya tersangka, Jumiko dan kuasa hukum Dedy Irawan,  tidak menampik. “Selama proses penyelidikan berlangsung  sejak tahun 2017 lalu, ada 22 saksi yang telah dimintai keterangan,” kata Kajari Budi Utarto. (hm/sh)

Check Also

Kodam VI/Mlw Tambah 12 Pos di Perbatasan

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Kodam VI/Mulawarman akan menambah 12 pos dari 40 perbatasan yang sudah ada di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.