Home » GerbangNews » 55 Pengupasan Lahan Tidak Berizin, Rabu Lapor Ke Polda
Ilustrasi lahan yang dikupas terpantau oleh Google Map.(foto:Google)

55 Pengupasan Lahan Tidak Berizin, Rabu Lapor Ke Polda

Balikpapan-GERBANGKALTIM.com––Rabu nanti (29/4) Pemkot akan melaporkan kegiatan pengupasan lahan illegal yang dilakukan pengembang maupu perorangan di wilayah Balikpapan kepada Polda Kaltim.

Pemkot akan menggelar ekspos di Polda dan dari pendataan yang dilakukan  ada 55 kegiatan pengupasan lahan yang tidak berizin.
“ Sekarang lagi pendataan oleh apartur kita setelah itu  kita ekspos ke Polda. Ya itu habis pendataan ini kita Rabu ke sana,” tutur  Sekda Kota Balikpapan Sayid Fadli. 
Menurutnya kegiatan pengupasan lahan ini berdampak bagi lingkungan sekitar apalagi jika tidak ada pendampingan dari BLH.
“ Ya data-data ada di Pak Kifli pemerintahan,”katanya.

Kabag Pemerintahan  Sekdakot Zulkifli menyebutkan dari 55 lokasi/kegiatan yang  tersebar di enam kecamatan, terbanyak ada di Kelurahan Karang Joang 11 lokasi, Manggar Baru 11 lokasi, Kelurahan Kariangau 9 lokasi, Sungai Nangka 1 lokasi, Sepinggan Raya 3 lokasi, Gunung Samarinda 3 lokasi, Muara Rapak 1 lokasi, Graha Indah 5 lokasi, Gunung Samarinda Baru 1 lokasi, Lamaru 3 lokasi dan Tritip 2 lokasi.

“ Jadi ada 55 kegiatan. Kita ini dalam upaya menangani dampak supaya tidak terlalu luas sehingga kita diperintahkan pak wali dan sekda untuk data dilapangan melalui kelurahan dan kecamatan yang sementara ini diindikasikan tidak dilengkapi izin,” ujar Zulkifli.

” Setelah 55 kegiatan pengupasan lahan ini diverifikasi BLH kita akan ekspos ke Polda Rabu ini jadwalnya,” sambungnya.

 Zulkifli mengatakan luasan pengupasan mulai dari 0,5 hektar sampai 40 hektar. Besar kecil pengupasan lahan menurutnya harus ada SPPL dari BLH. Ini untuk melihat dampak disekitarnya. Pengupasan lahan ini dilakukan pengembang lokal dan luar yang akan dimanfaatkan untuk perumahan atau jual kavling. Pengupasan lahan dilakukan  oleh pemilik lahan atau pngembang minimal harus mengantongi SPPL.

” Ini dimaksudkan apakah kegitan pengupasan berbahaya atau tidak. Kalau dibawahnya ada jalan atau rumah ini kan perlu perhitungan degan pengarahan dari BLH. Berbahaya atau tidak lihat situasi lapangan atau dampaknya,” jelasnya.
Luasan kegiatan pengupasan lahan terbesar katanya berada  di Km 15 yang sudah masuk dalam Hutan Lindung  Sungai Manggar.” Termasuk kegiatan Hutang Lindung Manggar. Tapi luasan yang masuk hutan lindung masih didata BLH,” katanya.
Menurutnya pemkot tidak melarang aktivitas sepanjang ijin dilengkapi. Setidaknya untuk pengupasan lahan ada Surat pernyataan pengelolaan lingkungan dari BLH Kota.
“Teguran sudah, kegiatan banyak didalam sehingga tidak terlihat oleh kelurahn dan kecamatan termasuk pengelola Hutan Lindung Sungai Manggar,”tukasnya.(rif-gk)

Check Also

Ketum Persiba Siap Mundur

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Ketua Umum (Ketum) Persiba Balikpapan, Syahril HM Taher, siap mundur atas hasil buruk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.