Home » GerbangNews » 60 Desa di Paser Akan diperiksa BPKP
Inspektur Kabupaten Paser Faulina Widryani

60 Desa di Paser Akan diperiksa BPKP

Tana Paser (GERBANGKALTIM.com) Sebanyak 60 desa di Kabupaten Paser akan diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kaltim terkait pertanggungjawaban dana desa tahun 2017.

“Saat ini kita tengah mendapatkan kunjungan pemeriksaan pendahuluan dari BPKP Kaltim, kami himbau kepada kades untuk bersiap karena ada 60 desa yang akan dikunjungi tim BPKP,” kata Inspektur Kabupaten Paser Faulina Widryani di sela-sela kegiatan Musrenbang Kecamatan Paser Belengkong, Selasa (13/2),

Faulina mengatakan pihaknya tidak mengetahui pasti nama-nama desa yang akan diperiksa itu.

“Belum tahu pasti desa mana yang akan dikunjungi tim dari BPKP Kaltim,” kata Faulina

Kepala desa kata Faulina diharapkan agar mempersiapkan dokumen pertanggungjawaban keuangan dana desa tahun 2017.

“Kami mohon kepada para Kades untuk menyiapkan dokumen keuangan menyangkut buku kas, SPj kontrak pengadaan barang dan jasa, dan dokumen APBDes,” kata Faulina.

Lebih lanjut Faulina menerangkan, bahwa saat ini pemerintah telah mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Pemerintahan Desa.

“PP itu dicabut dan diganti menjadi PP Nomor 43 Tahun 2014,” kata Faulina.

Dalam PP itu kata Faulina, terdapat satu pasal yang menjelaskan bahwa Kades dapat diperiksa oleh penyidik tanpa seijin dari Bupati atau Walikota.

“Saat ini sudah berbeda, kalau dulu, jika ada penyelidikan, harus mendapat ijin kepala daeah. Tapi sekarang bisa langsung diperiksa,” kata Faulina.

PP itu kata Faulina merupakan penjabaran dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014.

Oleh karena itu lanjut ia, para kades diminta untuk berhati-hati dalam penggunaan dana desa dan dapat mempertanggungjawabkan dana yang sudah digunakan tersebut.

“Jadi mohon kepada para Kepala Desa untuk kehati-hatiannya dalam pertanggugjawaban dana desa. Sebagaimana semangatnya mengusulkan kegiatan, juga harus dibarengi dengan tanggungjawab penggunaan dana desa itu,” kata Faulina.

Faulina mengatakan, tidak mudah menjabat sebagai Inspektur dikarenakan tugasnya harus memeriksa atau mengaudit.

“Memang inspektorat tidak seperti instansi lain karena tugasnya memeriksa, sehingga kedatangannya tidak diharapkan seperti yang lain. Namun ini sudah menjadi bagian dari tugas kami menjalankan fungsi kontrol sampai sejuh mana pelaksanaan penggunaan dana desa,” ujar Faulina.(Jya)

Check Also

Kebakaran di Padat Karya Hanguskan Enam Kontrakan

Tana Paser, GERBANGKALTIM.COM – Kebakaran pada Kamis (21/6) subuh menghanguskan enam kontrakan di Jalan Sultan Iskandar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.