Home » GerbangNews » 60 Pengelola Perpustakaan di Paser Ikuti Bimtek

60 Pengelola Perpustakaan di Paser Ikuti Bimtek

Tanah Grogot (GERBANGKALTIM.Com) Sebanyak 60 tenaga pengelola perpustakaan sekolah dan perpustakaan desa, mengikuti bimbingan teknis (bimtek) keperpustakaan di Aula SMPN 2 Tanah Grogot, Senin (17/10).

Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Komunitas Peduli Pendidikan, Budaya dan Olahraga Kabupaten Paser.

Acara bimtek dihadiri oleh Kabid Pengembangan dan Pembinaan Dinas Perpustakaan Daerah Provinsi Kaltim Sumindar, Kepala Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Paser Sukmawati, serta Kepala UPTD Pendidikan Tanah Grogot Rusnawati.

Pengurus Komunitas Peduli Pendidikan, Budaya dan Olahraga Kabupaten Paser Saparuddin mengatakan kegiatan tersebut dilakukan karena banyaknya pengelola perpustakaan di daerah itu yang belum memiliki legalitas atau sertifikat pustakawan.

“Karena masih banyak pustakawan yang belum memiliki sertifikat, kami berupaya memprakarsai kegiatan ini,” kata Saparuddin.

Sebenarnya kata Saparuddin, masih banyak pengelolaan perpustakaan lain yang berharap dapat mengikuti kegiatan yang dirakarsainya itu.

“Kami telah berkoordinasi dengan Perpustakaan Daerah, setelah ini akan digelar perlombaan perpustakaan untuk melihat seberapa jauh perkembangan yang dilakukan pengelola perpustakaan yang sudah menerima ilmu keperpustakaan selama beberapa hari,” katanya.

Sementara itu, Kabid Pengembangan dan Pembinaan Dinas Perpustakaan Daerah Provinsi Kaltim Sumindar mengatakan kondisi keuangan daerah yang sulit saat ini menuntut pemerintah harus berhemat dan cermat dalam pengelolaan keuangan.

“Banyak yang bertanya mengapa Pemprov dalam hal ini Dinas Perpustakaan Daerah jarang seakli memberikan bantuan buku bacaan. Perlu diketahui bahwa Dinas Pendidikan memperoleh anggaran Rp 300 milliar, sedangkan kami Rp 21 milliar, jika kami salurkan untuk buku pasti tidak akan cukup,” ujarnya.

Ia pun sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh pihak swasta tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Padahal seharusnya pihak sekolah menganggarkan pustakawan untuk kegiatan ini,” katanya.

Pada pasal 23 ayat (6) UU No 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan yang bunyinya, Sekolah/ Madrasah harus mengalokasikan dana paling sedikit 5 persen dari anggaran dana oprasional sekolah.

“Jadi tidak ada alasan sekolah tidak memiliki dana karena wajib bagi sekolah menyisihkan dana untuk oprasional perpustakaan,” tuturnya.

Check Also

Kebakaran di Padat Karya Hanguskan Enam Kontrakan

Tana Paser, GERBANGKALTIM.COM – Kebakaran pada Kamis (21/6) subuh menghanguskan enam kontrakan di Jalan Sultan Iskandar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.