Home » GerbangNews » 720 Obat Keras diamankan Polres Paser
Reserse Narkoba Polsek Long Kali saat menangkap pemuda yang menyimpan obat-obatan terlarang, Jum'at (14/3)

720 Obat Keras diamankan Polres Paser

Tanah Grogot (GERBANGKALTIM.com) Kepolisian Sektor Long Kali Kabupaten Paser berhasil mengamankan 720 butir obat keras di Desa Mendik, Jum’at (14/5).

Kapolsek Long Kali Ajun Komisaris Polisi Danang Aries Susanto mengatakan, pemuda berinisial AA (21) telah diamankan Satuan Reserse Kriminal Polsek Long Kali karena kedapatan membawa obat-obatan terlarang tersebut.

“Pemuda berinisial AA (21), warg Desa Mendik RT 14 Kecamatan Long Kali pada Jum’at malam pukul 22.10 Wita berhasil diamankan Satuan Reserse Polsek Long Kali karena menyimpan obat-obatan terlarang jenis Yuriindo sebanyak 720 butir,” kata Danang di Tanah Grogot, Sabtu.

Sebelumnya kata Danang, Pelaku telah menjadi target operasi Polsek Long kali terkait peredaran obat-obatan terlarang di daerah itu.

“Pelaku sudah lama menjadi Target Operasi (TO) Polsek Long Kali dan terus dipantau gerak-geriknya,” kata Danang.

Saat ada seseorang yang mencurigakan ke rumah pelaku lanjut Danang, polisi membuntuti orang tersebut dan segera melakukan penggeledahan.

“Saat polisi geledah orang tersebut, ternyata ditemukan dua bungkus plastik kecil yurindo sebanyak 20 butir. Ia mengaku mendapatkan baran tersebut dari pelaku,” kata Danang.

Berdasarkan informasi tersebut kata Danang, polisi segera menggerebek rumah pelaku.

“Pelaku AA, ditangkap di rumahnya. Setelah polisi melakukan penggeledahan, didaati 720 butir yurindo yang sudah dikemas dalam plastik,” ujar Danang.

“Setiap plastik berisi 10 butir. Rencananya akan dijual Rp.30 Ribu per plastiknya,” imbuh Danang.

Dari tangan pelaku, kata Danang, polisi menyita barang bukti yurindo sebanyak 720 butir, uang hasil penjualan sebesar Rp.100 ribu, dan sebuah telepon genggam.

“Dari tangan saksi berinisial Ka (21), orang yang polisi buntuti sebelum penggerebekan, berhasil diamankan 20 butir yurindro.

Selain Ka (21) lanjut Danang polisi juga meminta keterangan dua orang saksi yakni AS (43) dan IS (31).

“Kasus ini sudah diserahkan ke Reserse Narkoba Polres Paser. Pelaku dijerat dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2016 karena telah menyalahgunakan obat keras dan tidak memiliki ijin edar,” pungkas Danang.(Jya)

Check Also

BNNK BALIKPAPAN PERINGATI HANI 2018

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Setelah tertunda, pelaksanaan peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2018 ru bisa dilaksanakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.