Home » GerbangNews » 90 Kedai dan Toilet di Manggar Ditertibkan
Tampak beberapa petugas Satpol PP membongkar salah satu toilet di kawasan Manggar Balikpapan.

90 Kedai dan Toilet di Manggar Ditertibkan

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Sebanyak 90 unit bangunan kedai dan toilet liar di sekitar lokasi Pantai Manggar, Balikpapan Timur ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), bersama Dinas Pemuda Olahraga Dan Pariwisata Kota Balikpapan. Penertiban ini dilakukan karena kedai dan toilet yang berjejer dan terkesan kumuh itu ada tidak memiliki ijin.

Langkah yang diambil Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terhadap puluhan bangunan toilet dan kedai di Pantai Segara Sari Manggar Kelurahan Lamaru Balikpapan Timur itu, dibawah koordinasi Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata.

Kasi Pengembangan Jasa Usaha dan Pariwisata Disporapar Balikpapan Yosep Gunawan mengatakan, bangunan kedai dan toilet yang ada ini dinilai tidak berjzin dan dibangun berdasarkan inisiatif warga saja.

“Sebelumnya, penertiban sudah pernah dilakukan dan memberi imbauan kepada pemilik toilet dan kedai lainnya untuk menertibkan sendiri, namun hingga saat ini teguran tersebut tidak diindahkan,” ungkap Yosep.

Sementara itu, Kasi Ops Pol PP Balikpapan Siswanto mengatakan, pada penertiban tersebut sempat ditemui kendala, yakni kordinasi antara petugas dan pemilik bangunan, namun permasalahan tersebut bisa segera diatasi oleh pihaknya.

Menurut Siswanto, usai penertiban, Disporapar Balikpapan berencana akan membangun pagar di sekitar pantai dan beberapa kedai hingga toilet umum yang telah memiliki ijin akan dikelola oleh UPT.

Terkait dengan penertiban kedai dan toilet di kawasan Pantai Manggar, ada beberapa oknum yang juga menggelar terpal lebar untuk dijadikan alas duduk hampir di sebagian besar pelataran sisi pantai di bawah pohon. Namun “tempat santai” ini, siapa yang menempati sekan diwajibkan untuk membayar dari Rp50 ribu hingga Rp100 ribu.

Kondisi ini seakan memberi batasan beristirahat kepada setiap pengunjung. Pasalnya, nyaris semua sisi pantai yang berada di bawah pepohonan, “diisi” hamparan terpal. Kondisi ini tidak jarang menimbulkan keluhan bagi sebagian pengunjung.

“Seharusnya jangan dibentangkan dulu, kecuali ada pengunjung yang memang meminta. Kalau ada yang bawa alas sendiri, bagaimana? Hampir semua pinggiran pantai ada terpalnya,” keluh pengunjung yang mengaku warga Balikpapan. Selain itu, ketika akan masuk di lokasi Pantai Manggar, diminta bayaran, namun tidak jarang tidak diberi bukti tiket masuk secara resmi.

Warga berharap, tiket masuk ke lokasi pariwisata Manggar, tidak terlalu mahal. “Kami pernah dimintai 60 ribu rupiah, tapi tidak diberi tiket yang resmi,” ungkap pengunjung yang mengaku menggunakan mobil. Yang mereka herankan, orang yang meminta itu tanpa seragam dan bergerombol. (hm/sh)

Check Also

Ketum Persiba Siap Mundur

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Ketua Umum (Ketum) Persiba Balikpapan, Syahril HM Taher, siap mundur atas hasil buruk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.