Home » Gerbang Polri » Adi, “Bapak Saya Dibacok!”

Adi, “Bapak Saya Dibacok!”

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Seorang pria bernama Adi, berteriak, “Bapak saya dibacok!,” sahutnya ketika ditanya Juhairoh yang melihatnya sedang berlari mengejar orang yang dicurigai membacok ayahnya, Imam Suprapto yang terjadi di kawasan Jalan Giri Rejo Perumahan Banyumas RT 32 nomor 66 RW 09 Kecamatan Karang Joang Balikpapan Utara, Kalimantan Timur (Kaltim), Jumat (5/1/2018).

Saat itu, kejadiannya sekitar pukul 08.15 Wita. Adi yang disebut-sebut anak korban sempat berteriak histeris dan berlari mengejar pelaku yang diketahui bernama Yusuf. Hingga berita ini diterbitkan, pelaku masih dalam pengejaran petugas Polsek Balikpapan Utara.

Sementara, korban berusia sekitar 50 tahun yang menderita luka di bagian dada dan lengan akibat sabetan senjata tajam (sajam) jenis celutit langsung dilarikan tetangganya ke Rumah Sakit Dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan. “Waktu itu saya sempat melihat orangnya (pelaku) berlari membawa celurit,” ujar Juhairoh, tetangga korban yang dibenarkan Adi.

Keduanya, usai kejadian keluar rumah sempat melihat pelaku berlari membawa celurit dan langsung naik motor ke tempat kejadian perkara (TKP). Saat pelaku lari dari rumah korban, sempat diikuti anak Adi. Ketika itu Adi berteriak, “Bapak saya dibacok.” Teriakannya itu menjawab pertanyaan ujar Juhairoh yang melihat Adi mengejar pelaku yang diduga kuat “mencelurit” ayahnya.

Atas kejadian penganiayaan berata (anirat) ini, penyidik Polsek Balikpapan Utara bergerak cepat dan memintai keterangan beberapa saksi, diantaranya Sunariati dan Adi (istri dan anak korban, Juhairoh (21), Mahfud (12), Zainal Arifin (26). Ketiganya tetangga korban yang tinggal di Jalan Giri Rejo, Perumahan Banyumas Kecamatan Karang Joang Balikpapan Utara.

Menurut keterangan saksi, awalnya pelaku datang ke rumah korban dengan motor matic warna biru putih. Saat itu, pelaku mengenakan jaket bewarna hijau dan helm. Yang diketahui, pelaku bertamu dan duduk di depan pintu rumah. Korbanpun ketika itu menemani pelaku ngobrol.

Sedangkan istri korban Sunariati,  membuat kopi di pabrik bata sebelah rumah Juhairoh. Entah apa yang diobrolkan Yusuf dan Imam Suprapto saat itu. Yang pasti saksi Juhairoh mendengar teriakan anak korban, Adi. Saat itu, Juhairoh keluar rumah sempat melihat pelaku berlari membawa celurit. Belum diketahui pasti apa penyebab kasus pembacokan itu. Yang pasti tim Polsek Utara terus memburu pelaku. (sh/hm)

Check Also

Polda Kaltim Ungkap 38 Kasus Korupsi

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Sepanjang tahun 2017 lalu, Polda Kalimantan Timur (Kaltim), berhasil mengungkap 38 kasus korupsi. Kasus ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *