Home » AFI-Mukmin Blusukan Sapa Pedagang Pasar dan Perajin Tempe di Samarinda

AFI-Mukmin Blusukan Sapa Pedagang Pasar dan Perajin Tempe di Samarinda

AFI-Mukmin Blusukan ke PerajinTempeHUJAN DERAS yang mengguyur Samarinda sejak pagi tak menyurutkan pasangan Calon Gubernur – Wakil Gubernur Kaltim 2013 – 2018, H Awang Faroek Ishak (AFI) – HM Mukmin Faisyal HP blusukan menyapa pedagang sejumlah pasar di Samarinda dan perajin tempe di Kelurahan Selili, Samarinda Ilir, Kamis (29/8/2013).

Pertama, AFI – Mukmin mengunjungi Pasar Ijabah di Jl Pangeran Antasari Samarinda. Pada kunjungan ini, AFI sempat memborong ikan asin, jamu kunyit asam dan beras kencur. Pedagang dan pengunjung pasar menyambut kehadiran AFI – Mukmin dengan hangat. Selain bersalaman, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang meminta berfoto bersama.
“Bersama dengan jalan-jalan lain di Samarinda yang belum bagus, Insya Allah jalan di Pasar Ijabah ini akan kami perhatikan, kalau saya dan Pak Mukmin terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur Kaltim periode lima tahun mendatang. AFI – Mukmin akan membantu Walikota Samarinda menuntaskan perbaikan dan pembangunan jalan-jalan yang ada. Sekarang banyak yang sudah dicor dengan dana Pemprov Kaltim, nanti akan kita tingkatkan lagi supaya makin merata,” kata AFI, sambil tak lupa memohon doa restu dan dukungan dari para pedagang serta pengunjung pasar untuk mencoblos AFI – Mukmin pada Pemilukada 10 September 2013.
Pedagang serta pengunjung Pasar Kedondong dan Pasar Pagi yang menerima kedatangan duet calon pemimpin Kaltim yang dikenal merakyat dan program-programnya mampu menyejahterakan masyarakat itu juga antusias.
“Hidup AFI – Mukmin. Kita menangkan AFI – Mukmin. Tuntaskan,” teriak sejumlah pedagang di Pasar Kedondong.
“Ayo AFI – Mukmin, Ewako !!” seru beberapa pedagang di Pasar Pagi Samarinda sambil menyalami AFI – Mukmin.
Masih dalam suasana hujan, AFI – Mukmin menepati janji mereka untuk bertandang ke sentra pembuatan tahu tempe di Kelurahan Selili, Samarinda Ilir.
“Pasokan kedelai harus kita jamin cukup dan harganya normal, sehingga para perajin tahu tempe di Selili dan seluruh Kaltim bisa menikmati keuntungan yang cukup dan masyarakat juga bisa membeli tahu tempe dengan kualitas bagus, serta harganya terjangkau,” kata AFI menanggapi keluhan Widodo dan Yani, suami istri perajin tahu tempe di Selili, soal kenaikan harga kedelai dari Rp7.500 menjadi Rp9.500 per kilogramnya.
AFI – Mukmin berkomitmen mendukung penuh pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), seperti sentra pembuatan tahu tempe di Selili. (tim/adv)

Check Also

Polda Kaltim Ungkap 38 Kasus Korupsi

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Sepanjang tahun 2017 lalu, Polda Kalimantan Timur (Kaltim), berhasil mengungkap 38 kasus korupsi. Kasus ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *