Home » Parlementaria » DPRD Balikpapan » Angkutan “On Line” Minta Dihentikan
Demo sopir angkot minta taksi "on line" dihentikan di depan Gedung DPRD Balikpapan

Angkutan “On Line” Minta Dihentikan

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Ratusan  pengemudi angkutan kota (angkot) di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) dan taksi reguler dengan membawa spanduk dan poster melakukan aksi unjukrasa di Kantor DPRD Kota Balikpapan, Rabu (12/10/17). Para pengunjukrasa menuntut agar angkutan “on line” dihentikan alias dilarang beroperasi lagi di wilayah “Kota Beriman”.

dalam aksi para pengunjukrasa ditemui Ketua Komisi I DPRD Kota Balikpapan Fasial Tola. Wakil rakyat ini meminta, perwakilan pengemudi angkota dan taksi reguler untuk melakukan dialog. Dalam dialog para pengunjukrasa menyampaikan 4 tuntutan.  Pertama, aplikasi angkutan umum  “on line” harus ditutup. Dua,  menyegel kantor cabang taksi “on line”. Tiga,  dalam kasus ini tidak ada negosisasi lagi. Empat membentuk tim untuk bertemu presiden, meminta aplikasi taksi “on line” dihentikan.

Akhirnya disepakati dalam waktu dekat ini kantor cabang taksi “on line” ditutup dan membentuk tim untuk menghadap presiden. Perwakilan pengunjukrasa, Alfred Waroka mengatakan, pihaknya puas dengan pertemuan yang dilakukan di gedung dprd kota balikpapan, meski dalam kasus ini untuk menutup  angkutan “on line” tersebut perlu proses.

“Setelah dilakukan penutupan kantor cabang angkutan  “on line” ini nanti, maka seluruh pengemudi angkot dan taksi reguler akan melakukan pengawasan yang akan melaporkannya langsung ke dihsub atau kepolisian,” jelas Alfred Waroka.

PENUMPANG DIAGKUT PICK UP

Terjadinya aksi demonstrasi (mogok) yang dilakukan ratusan sopir angkutan kota (angkot) di wilayah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) di depan Gedung DPRD Balikpapan, mengakibatkan ratusan calon penumpang terlantar.

Untuk mengatasi kesulitan sejumlah warga calon penumpang, pihak Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polres setempat memanfaatkan mobil bak terbuka alias pick up mengangkut warga yang akan menumpang angkot tersebut.

Agar masyarakat bisa kembali ke rumah atau bekerja dan keperluan lain, petugas terpaksa menghentikan pemilik mobil pick up agar bisa mengantarkan warga yang terlantar, teruama warga yang sedang berada di Terminal Balikpapan Permai (BP) yang didominasi pelajar dan ibu-ibu.

Anggota Polantas Polres Balikpapan Brida Tri mengatakan, hal ini dilakukan untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan tumpangan ke arah yang dituju, bahkan penghentian ini untuk membantu pelajar ke sekolah.

Seperti diketahui, ratusan pengemudi angkot dan taksi argo pada Rabu (11/10/17) pagi melakukan aksi mogok, tidak mengambil penumpang, sehingga dibeberapa wilayah banyak masyarakat yang terabaikan.

Selain itu, Beberapa warga yang hendak kerumah sakit  juga terpaksa harus di angkut dengan menggunakan mobil Patroli Polsek Balikpapan Utara. Aksi mogok sopir angkutan umum dalam kota berimbas pada warga, terutama mereka yang hendak menuju Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD). Saat itu, warga kesulitan ketika hendak membesuk kerabatnya yang terbaring di rumah sakit.

Melihat hal ini Polsek Balikpapan Utara mengerahkan mobil patrolinya untuk mengankut warga yang kesusahan untuk mengantarkannya kerumah sakit  dari arah muara rapak menuju MT Haryono Balikpapan Selatan.

Asssyifa, salah seorang penumpang mobil patroli mengatakan, pagi itu dia hendak membesuk kerabatnya di rumah sakit di MT Haryono. Karena ada demo mogok, terpaksa dia dan keluarganya harus naik  mobil patroli. “Terima kasih kepada pihak kepolisian sudah mengantarkan hingga sampai tujuan,” katanya seraya berharap agar tidak ada lagi aksi mogok dari sopir angkot yang berimbas pada masyarakat luas. (hm)

 

Check Also

Kodam VI/Mlw Tambah 12 Pos di Perbatasan

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Kodam VI/Mulawarman akan menambah 12 pos dari 40 perbatasan yang sudah ada di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.