Home » Gerbangners » Ayo Belanja di Warung Tetangga

Ayo Belanja di Warung Tetangga

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- “Ayo belanja di warung tetangga!?” Ajakan ini seakan membantu kaum pelaku ekonomi sederhana yang berusaha di kampung-kampung sekitar kita. Pasalnya, sekarang ini tidak sedikit, bahkan semakin marak munculnya mini market dan waralaba di sejumlah kawasan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Keberadaan ini membuat sebagian warga pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang berdagang dibidang warung kelontongan mengaku resah.

Melihat  kondisi ini,  Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Klandasan Ulu Balikpapan Kota, gencar melakukan gerakan sosialisasi “Ayo Berlanja di Warung Tetangga”. Kegiatan yang dilaksanakan di rumah jabatan (rumjab) Wakil Walikota (Wawali) Balikpapan Rahmad Masud,  ini mengundang 80 pelaku usaha warung. Antusias warga hadir ratusan orang.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, diantaranya Dani S, dari Swamitra Bank Bukopin Balikpapan dan Sriatun, dari Dinas Pedagangan (Disdag) Balikpapan.

Ketua LMP Klandasan Ulu/  Ida Prhastuty, mengatakan  dihadirkannya instansi terkait, termasuk perbankan agar lebih mendekatkan instansi ini kepada para pelaku usaha. “Karena pelaku usaha ini perlu sentuhan kalangan perbankan.  Bukan hanya pemodal besar yang bisa merasakan bantuan kredit, namun juga pelaku usaha kecil,” kata Prhastuty.

Data sementara LPM Klandasan Ulu menyebutkan, jumlah warung tetangga yang ada di kota balikpapan ini sudah mencapai 3000 buah. Keberadaan ini, menurutnya, perlu dikembangkan lagi. Acara ini Camat Balikpapan Kota Aspiansyah mewaliki Wawali Rahmad Masud, dan Lurah Klandasan Ulu Mardanus serta undangan lainnya.

Menjamurnya mini market-waralaba di Balikpapan sepertinya tidak ada batasan. Pada satu lokasi atau kelurahan, bahkan satu RT, jumlahnya bisa lebih dari 1. Seperti yang ada di komplek/perumahan Regency Balikpapan misalnya. Di dalam lokasi perumahan ini, ada dua mini market/swalayan “berkelas nasional”. Tidak terlalu jauh dari perumahan itu, ada lagi mini market serupa. Posisinya berseberangan dengan usaha serupa. Hanya beda nama.

Secara nyata, warga sekitar seakn dimudahkan dengan hadirnya mini market tersebut. Namun dilain sisi, kehadirannya cukup mempengaruhi pengusa kecil kampung yang memang ingin menyambung hidup dari hasil usaha atau dagangannya. “Sebaiknya, dalam satu lokasi itu hanya satu mini market saja,” usul warga.

Keberadaan mini market bersekala nasional itu, sepertinya memonopoli. Pemerintah setempat seakan membebaskan alias tidak memberi batasan dengan pengusaha besar atau mitranya. “Kasihan warga setempat yang sudah terlanjur membangun usaha kecil di kios-kios sederhana,” timpal warga lain. “Ayo belanja di warung tetangga!?” (hm/sh)

Check Also

Ketum Persiba Siap Mundur

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Ketua Umum (Ketum) Persiba Balikpapan, Syahril HM Taher, siap mundur atas hasil buruk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.