Home » Gerbang TNI » “Bakul” Tahu, Manfaatkan Rahasia Mertua
Abdi Brawijaya dan istri Retnaningtyas bekerjasama membuat tahu. (Foto : Pendam VI/Mlw)

“Bakul” Tahu, Manfaatkan Rahasia Mertua

KEGAGALAN demi kegagalan membuat tahu yang rasanya cocok alias pas di lidah menjadikan Abdi Brawijaya penasaran. Akhirnya, prajurit TNI berpangkat Letda Inf yang bertugas di Kodam VI/Mulawarman Yonif 621/Manuntung, Barabai, Kalimantan Selatan (Kalsel) ini mencoba memanfaatkan rahasia mertua, untuk memproduksi tahu yang rasanya “top markotop”.

“Waktu cuti, saya coba kursus sama mertua saya di Sumber Manjing Wetan, Malang. Saya coba, akhirnya rasanya pas. Waktu itu, saya belajar sama mertua saya itu kurang lebih satu mingguan. Jadi, rahasianya saya dapat dari mertua saya,” kenang Abdi Brawijaya yang mengaku pernah belajar membuat tahu di Nunukan, namun selalu gagal dan gagal.

“Jadi, waktu saya bertugas di Simanggaris Lama, Nunukan selama 6 bulan, saya pernah bikin tahu, tapi rasanya nda jelas. Ya, nda enak di lidah. Waktu itu tetangga saya juga bilang, kalau rasanya kurang pas. Saya tanya rahasianya sama yang bikin tahu, dia nda mau kasih tahu rahasianya. Ya, akhirnya saya tanya sama mertua saya, waktu cuti dulu,” papar lelaki kelahiran Sidoarjo, 26 Juni 1975 silam itu gamblang.

Dari resep rahasia yang jitu sang mertua itulah, suami Retnaningtyas (32) ini mencoba menerapkan ilmunya sejak Juni 2012 lalu. Saat itulah ayah 3 anak ini terus memproduksi tahu yang diberi nama “Tahu Nyonya Abdi”. Secara perlahan, hasil produksinya dilempar kepasaran dengan mempekerjakan seseorang yang berkeliling menjajakan.

“Ada juga yang dikirim ke pasar di sini (Barabai). Biasanya, dia (pembeli/pedagang) menelpon minta diantar,” kata Abdi yang tidak ingin dijuluki “Bos Tahu”. Alasannya, usaha tahu yang digeluti selama kurang lebih 7 bulan ini hanya kecil-kecilan saja.

Awalnya, pelanggan di pasar minta 3 kotak yang isinya 300 biji. Permintaan “pesan-antar” itu secara perlahan meningkat. Sekarang ini mencapai 6 sampai 7 kotak atau 600-700 biji. “Kalau tidak ada yang pesan, ada orang (pegawai) yang keliling berjualan. Sehari bisa 6 sampai 7 kotak. Ya, lumayanlah buat bantu-bantu ekonomi keluarga,” tutur mantan murid SMA Satria Nugraha, Sidrarjo, Jatim ini.

Ayah Ayu Permata (13) klas 6 SD, Lukman Bayuangga (11) klas 5 SD, dan Rahayu Putri Wijayanti (8) ini awalnya menggunakan mesin blender untuk menggiling/membuat tahu. Setelah kurang lebih 2,5 bulan yang dimulai sekitar bulan Juni tahun lalu, kini sudah menggunakan mesin diesel yang dibelinya dengan harga Rp 3,8 juta.

“Dulu, waktu pakai blender cuma bisa menggiling 1 kilo (100 biji tahu). Sekarang, satu kali giling bisa 3 kilo (300 biji tahu),” terangnya. Abdi Brawijaya yang pernah bertugas di Yonif 743/Psy, Udayana, Kodim 0816/Sidoarjo, Kodam V/Brawijaya dan kini bertugas di Yonif 621/Mtg ini juga mengungkapkan, jika hari-hari kerja Senin-Jumat, dia membuat tahu sekitar 600-700 biji tahu. Sedangkan Sabtu-Minggu 1000-1500 biji.

Disinggung soal penghasilan bersih dalam sebulan, sambil tertawa kecil Abdi mengatakan, lumayan. Namun begitu didesak kepastian angka, akhirnya dia mengakui. “Sebulan sekitar 6 – 7 juta. Hasil bersihnya kurang lebih 4 – 4,5 juta,” akunya.

Kendati sudah ada tambahan penghasilan sejak menjadi “bakul” tahu, Abdi yang mengaku “keturunan” TNI ini tetap mengabdikan diri sebagai TNI dan membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kalau misalnya saya dipindahtugaskan ke lain daerah, saya tidak masalah. Sawah ladang saya di TNI. Usaha tahu saya tinggalkan. Nanti di tempat yang baru, saya akan mencoba usaha yang lain lagi,” jelas Abdi yang mengaku pernah usaha ikan Lele dan Nila, serta air tanki ketika bertugas di NTT.

Abdi dan istrinya Retnaningtyas bercita-cita ingin memiliki rumah makan. Alasannya, si istri pandai memasak. Selain itu, dia juga akan membuka usaha tahu yang sudah dimasak seperti “Tahu Sumedang”. “Sekarang ini saya sedang kredit rumah,” ujarnya. Karena itu, salah seorang prajurit Yonif 621/Mtg ini merasa bersyukur kalau usaha tahu yang dirintisnya sejak pertengahan tahun 2012 lalu itu masih tetap berjalan hingga sekarang. (surya-herlan)

Check Also

Kebakaran di Padat Karya Hanguskan Enam Kontrakan

Tana Paser, GERBANGKALTIM.COM – Kebakaran pada Kamis (21/6) subuh menghanguskan enam kontrakan di Jalan Sultan Iskandar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.