Home » GerbangNews » BANGUNAN EKS KEBAKARAN DITATA

BANGUNAN EKS KEBAKARAN DITATA

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Pemerintah kota (pemkot) balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), berencana akan menata ulang pemukiman eks lokasi kebakaran di Kelurahan Klandasan Ulu Balikpapan Kota. Penataan dimaksud akan dilakukan di lahan yang bukan milik pihak ketiga melainkan lahan milik warga.

Upaya ini dilakukan agar lokasi yang dibangun kembali sebagai pemukiman  lebih tertata dan memiliki akses jalan yang refresentatif, seperti  jalur evakuasi,  jalur api  dan termasuk penempatan hydran air untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi musibah kebakaran kembali.

Wakil Walikota Balikpapan, Rahmad Masud, mengatakan penataan ulang  eks lahan lokasi kebakaran akan dilakukan Pemkot Balikpapan, untuk mengantisipasi kejadian serupa dan pembangunannya tetap dilakukan sendiri oleh warga.

Untuk lahan milik tni  yang selama ini ditinggali warga, kami akan berkordinasi dengan Kodam VI/Mulawarman, apakah warga diizinkan kembali membangun di lahan tersebut ataukah tidak. Jika tidak diperbolehkan, maka harus ada solusinya,” ujar Wawali Rahmad Masud.

LAHAN MILIK TNI

Warga korban kebakaran di 5 RT di Kelurahan Klandasan Ulu yang menempati lahan milik tni diminta untuk tidak membangun kembali. Pasalnya, lahan tersebut telah bersertifikat dan saat ini pemkot serta tni masih berkordinasi untuk penataan lokasi tersebut.

Sedangkan di lokasi kebakaran  yang terjadi di Kelurahan Klandasan Ilir, sebagian lahannya adalah milik TNI dan Pemkot Balikpapan. Sedangkan sebagian lahan lainnya adalah milik warga.

Setidaknya ada 1,5 hektar lahan milik TNI AD yang dikuasai warga  di lokasi kebakaran saat itu. Lahan ini bahkan sudah masuk dalam daftar harta kekayaan negara di Kementerian Keuangan.

Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Sonhadji, mengatakan dari luas 1,5 hektar, setidaknya ada 315 kepala keluarga (KK) yang menempatinnya. Pasca kebakaran, warga diminta untuk tidak membangun  kembali rumah mereka di lahan tni tersebut.

Lahan ini sudah bersertifikat milik Kodam VI/Mulawarman. Saat ini, Kodam masih berkoordinasi dengan Pemkot Balikpapan, soal penataan ulang kawasan tersebut, karena sudah puluhan tahun ditempati warga,” jelas Pangdam Sonhadji.

Karena telah bersertifikat  dan masuk dalam inventaris harta kekayaan milik negara yang terdaftar di kementerian keuangan, Sonhadji menegaskan,  untuk pembangunan kembali harus seizin pemerintah pusat. (hm)

 

Check Also

PENJUAL IKAN BAKU TIKAM

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Dua penjual ikan di Pasar Pandansari Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Baharuddin dan Mustamin, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *