THM Diminta Tutup Selama Ramadan

SANGATTA, Guna menghormati umat Islam yang sedang menunaikan ibadah puasa, maka Kepala Kantor Kementerian Agama Kutim Suriansyah mengimbau kepada pengelola Tempat Hiburan Malam (THM) agar menutup kegiatannya, utamanya pada siang hari selama bulan Ramadan.
“ Juga kepala pemilik rumah makan, restoran, warung makan dan minuman, agar dapat menyikapi dengan penuh toleransi, dan kearifan untuk tidak membuka atau menjual pada siang hari selama Ramadan,” harapnya
Begitu pula pada pemilik dan pemakai tempat hiburan seperti  lokalisasi  agar dengan kesadarannya sendiri untuk  tidak mengedarkan minuman beralkohol seperti minuman keras dan tidak melakukan judi, makan di tempat-tempat umum padasiang hari.
Berkaitan dengan penertiban selama Ramadan 1431 Hijriah, Syuriansyah mengajak kepada aparat penegak hukum agar meningkatkan pengawasan terhadap hal-hal yang dimaksud seperti razia dan pembuatan spanduk tentang bulan suci Ramadan.
Spanduk boleh buat dinas badan dan lembaga lainnya dengan pilihan tema; Dengan ibadah Ramadan Kita Tingkatkan Iman dan Takwa. Hormatilah Orang Yang Sedang Berpuasa. Mari Sucikan Jiwa, dan Harta dengan Mengeluarkan Zakat. Dan, Dengan Zakat Kita Tingkatkan Kepedulian. “Juga selama Ramadan diharapkan kepada sekolah untuk melakukan pesantren kilat,” imbuhnya.
Ini dimaksud agar semua insane dapat memperbanyak mengingat Allah (zikir), bertaubat, munajat dan berdoa khusyuk, agar bangsa Indonesia terhindar dari perpecahan dan petaka serta badai krisis yang berkepanjangan. Pada bulan Ramadan, hendak  bagi umat Islam agar melatih diri bersabar dan tawakkal dalam menjalankan ibabah puasa.
Imbuan Kepala Kantor Kementrian Agama tersebut  dikuatkan surat edaran  nomor 300.495/Pol PP-TU/VII/2010 yang diteken Bupati Isran Noor .  Isi imbauan Ramadan bupati Kutim menyatakan,  bagi pengelola THM, tempat lokalisasi, panti, pijat, tempat kentangkasan serta tempat lainnya yang sejenis diminta untuk tidak membuka dan melakukan kegiatan terhitung 3 hari menjelang bulan puasa (H-3) dan 3 hari setelah (H+3) bulan suci Ramadan.  Juga tidak boleh menggunakan petasan dan sejenisnya. ***

Incoming search terms:

pt anugrah bukit energitama, panti pijat sangatta, lokalisasi di kutai timur, pemilik PT SWAKARSA SINARSENTOSA, pijat di bontang, pijat sangatta, Prestasi smp negeri 2 sangatta selatan, saham pemilik pt anugerah energitama, smp negeri 4 sangatta utara kabo jaya, tema spanduk Hari kartini Biro Pemberdayaan perempuan

Abdal Nanang Pimpin Konida Kutim

SANGATTA, Setelah melalui proses pemilihan yang demokratis dan berlangsung ketat, akhirnya Abdal Nanag, mantan Ketua DPRD Kutim itu terpilih untuk memimpin Koni Kutim empat tahun ke depan. Ia mengalahkan rivalnya Kasmidi Bulang yang memperole perbedaan suara tipis, yakni 24 untuk Abdal dan 23 untuk Kasmidi.

Pemilihan yang berlangsung ketat dan tegang itu berlangsung di Gedung Serba Guna Bukit Pelangi pada tengah malam. Kegiatan Musorkab Koni Kutim ke-3 ini juga dihadiri pengurus Koni Kaltim dan Koni Pusat serta cabor yang ada di Kutim.


Read more…

Incoming search terms:

Abdal nanang

Penting, Akurasi Data Penduduk

SANGATTA- Titik tolak perencanaan pembangunan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menurut Sekkab Ismunandar, tidak lepas dari data penduduk yang akurat. Berkaitan dengan akurasi data kependudukan di daerah ini maka dirasa perlu dilakukan pembekalan teknis terhahap pegawai yang menangani pencatatan kependudukan.
“Kegiatan  pelatihan bimbingan teknis semacam ini sangat penting. Karena menyangkut banyak hal. Termasuk pemutahiran data penduduk. Akurasi data penduduk sangat penting,” tandas Ismu-sapaan akrab Ismunandar ketika membuka acara di Hotel Kutai Permai, Sangatta Lama, Selasa (4/5) tadi.
Di hadapan  Kepala Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kutim Hajrat Husien, Sekretaris Disdukcapil Eddi, Kepala Kesbangpol dan Linmas Abdul Muthalib, Sekretaris DPRD Irawansyah dan 50 peserta bimbingan teknis (bimtek), Ismu mengatakan, akurasi data penduduk di Kutim sangat diperlukan. Untuk itu, data penduduk Kutim yang valid harus dapat dipertanggungjawabkan.
Apalagi, wilayah pintu masuk warga mencari kerja di Kutim bias melalui laut dan darat. Imigran bias melalui Berau, bias lewat Bontang, dan bias melalui transportasi air. Dengan demikian, Kutim tak mungkin menutup diri bagi imigran dari daerah lain atau bangsa lain. “Kutim adalah bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI,” terangnya.
Oleh karena itu, data penduduk mesti terus berubah sesuai mobilisasi penduduk itu sendiri, baik data penduduk keluar maupun data pneduduk yang masuk. Target pembangunan sasarannya adalah manusia. Untuk itu, kontribusi pembangunan harus seimbang dengan jumlah penduduk di suatu wilayah.
Sedangkan, Kepala Disdukcapil menyebutkan, dalam pelatihan bimtek Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 37/2007 tentang pelaksananaan SIAK. Bimtek ini dilangsungkan selama 3 hari, hingga 6 Mei mendatang. Tujuan pelatihan, adalah memberi pemahaman yang sama tentang SIAK kepada 50 peserta pelatihan. Mereka yang ikut pelatihan diambil dari staf kecamatan sebanyak 20 orang dan staf Disdukcapil 30 orang. 50 orang tersebut, mereka bertugas menangani masalah kependudukan. “Pembicaranya dari Kementrian Dalam Negeri RI, yakni Supriono dan Hushanda,” bebernya. ***

Incoming search terms:

data penduduk samarinda 2011, makalah akurasi data, makalah data penduduk, jumlah penduduk samarinda 2011, data penduduk sangata, artikel masalah kependudukan di kalimantan timur, data penduduk kalimantan timur 2010, data kependudukan kaltim 2009 - 2011, daftar penduduk samarinda, artikel yang berkaitan kependudukan

Lomba Kebaya Kartini Berhadiah Rp 13 Juta

SANGATTA- Dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-46 tingkat pelajar se-Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dilangsungkan sehari di lantai I Gedung Serbaguna Kompleks Perkantoran Bukit Pelangi. Empatbelas kontestan dari berbagai pelajar tingkat SMP dan SMA se-Kutim tampil bergiliran memperagakan sosok pahlawan nasional Raden Ajeng Kartini di atas pentas.
Tim juri berhasil menghimpun perolehan nilai tertinggi dari peserta lomba, dengan menetapkan pemenangnya.
Masing-masing siswi SMA Negeri I Sangatta Utara yang bernama Yanti keluar sebagai juara I dengan perolehan nilai 768 poin. Berikut juara II bernama Kiki dan juara III, yakni Shinta. Selanjutnya juara harapan I diraih SMP Negeri 2 Sangatta Selatan, peringkat harapan II disabet nomor urut 20, dan peringkat harapan III dimenangkan peserta nomor urut 15 dengan nilai 660 poin.
Hal ini disampaikan Ketua Tim Juri Yanti Hendrik yang diiyakan Firgasih, anggota tim juri.
Lanjut Yanti Hendrik, Yanti ditetapkan sebagai juara I sekaligus juara favorit berdasarkan angket polling yang diedarkan panitia saat acara pemilihan busana Kartini. ”Yang dinilai adalah keserasian busana, penampilan dan keluwesan atau kemiripan sosok Raden Ajeng Kartini,” tambah Firgasih.
Atas prestasi yang diukir 6 siswi tersebut, panitia menyediakan total hadiah uang pembinaan sebesar Rp 13 juta ditambah tropi masing masing-masing pemenang. Rincian, untuk juara I berhak mendapat hadiah Rp 5 juta, juara II diberi hadiah Rp 3 juta dan juara III Rp 2 juta. Berikut juara harapan I diberi hadiah Rp 1,5 juta, juara harapan II Rp 1 juta dan juara harapan III Rp 500 ribu. ”Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat,” tegasnya.
Kegiatan lomba kebaya Kartini diselenggarakan atas kerjasama antar Badan Pemeberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) serta Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kutim. Seluruh biaya pelaksanaan lomba dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD Kutim yang tercantum dalam Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA),” terang Zahratannur, selaku pembawa acara. ***

Incoming search terms:

smpn 2 sangatta selatan, pemenang lomba kebaya kartini, PEMENANG LOMBA KARTINI KUBAR, mancing klotok, lomba kartini di balikpapan, lomba kartini balikpapan 2012, lomba kartini 2012 balikpapan, lomba foto kartini 2012, kebaya nasional ra kartini, kartinian di pemkab kutim

Sukseskan Pilkada Kutim

SANGATTA- Bupati Kutim Isran Noor mengajak kepada semua kalangan terkait agar menyukseskan Pemilihan Langsung Kepala Daerah (Pilkada) yang rencana pencontengan digelar 27 November 2010 mendatang. Isran mengharapkan kepada anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Stapol PP), dan anggota perlindungan masyarakat (Linmas) agar melaksanakan tugas dengan baik.
Barometer keberhasilan pembangunan di era otonomi daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 32/2004 tentang pemerintahan daerah,kata Isran Noor dapat dilihat dari ketertiban masyarakat, dan ketentraman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Dinamika politik memang perlu disikapi secara bijaksana,” tegasnya.
Berkaitan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Satpol PP ke-60 dirangkai HUT Raden Ajeng Kartini ke-46, dan HUT Kesbangpol dan Linmas ke-48, Isran mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar mengawal suksesnya pesta demokrasi dalam menentukan pucuk pimpinan kepada daerah 5 than kedepan. Peringatan HUT Satpol PP dengan tema Satpol PP siap mengawal dan menyukseskan otonomi daerah melalui optimalisasi penegakan Peraturan Daerah (Perda), ketertiban umum dan keamanan masyarakat. ***

Peredaran Uang Capai Puluhan Miliar

SANGATTA, Keberadaan perkebunan kelapa sawit di kecamatan Muara Wahau dan Kongbeng sangat dirasakan masyarakat sekitarnya. Salah satu bukti nyata peredaran uang di masayarakat setiap bulannya mencapai puluhan miliar rupiah.
Sebagai contoh, Bankaltim dan BRI di SP IV Kongbeng yang juga berdekatan dengan Muara Wahau setiap bulannya mampu mengakomodir uang miliran rupiah. “Setiap bulan transaksi peredaran uang di kedua bank itu mencapai sekitar Rp 3,5 miliar. Belum lagi di pasar dan took-toko kelontong milik masyarakat,” kata H Abdul Halim Johar salah seorang unsure manajemen PT Swakarsa Sinarsentosa.
Setidaknya menurut mantan Kadisbun Kutim ini, uang yang beredar di tengah masyarakat mencapai Rp 10 miliar lebih. Kemudian dia memberikan contoh di Swakarsa setiap bulannya memberikan gaji kepada karyawan tidak kurang dari Rp 5 miliar. Dana itu belum termasuk pembayaran kontraktor atau perusahaan rekanan yang merupakan mitra perusahaan.
“Itu baru dari perusahaan yang kami kelola selama ini. Belum lagi perusahaan perkebunan lain yang juga memiliki karyawan banyak, sehingga uang yang beredar di masyarakat lebih dari rp 10 miliar setiap bulannya,” kata Dudung, panggilan akrab Abdul Halim Johar.
Pernyataan senada juga disampaikan Rekso, GM External PT Swakarsa Sinarsentosa yang banyak berhubungan langsung dengan masyarakat. Dengan adanya perusahaan perkebunan di Muara Wahau, pihaknya mengajak kepada masyarakat untuk teribat langsung dalam pembangunan di daerahnya.
Bukti lainnya adalah kegiatan tambangan atau kapal penyeberangan di desa Dabeg yang berdekatan dengan PT Swakarsa Sinarsenotsa. Setiap hari mereka melayani masyarakat pekerja dan lainnya untuk melakukan penyeberangan menggunakan kapal kecil. Sebagian ada yang menggunakan sepeda motor dan kendaraan roda empat.
“Untuk pontoon penyeberangan kendaraan roda empat itu dibantu perusahaan. Kami ingin masyarakat memiliki kegiatan dalam keseharian. Meski semuanya dibantu, namun pengelolaanya diserahkan kepada masyarakat sekitarnya,” kata Rekso maupun Dudung.
Selain pontoon penyeberangan kendaraan roda empat, aga juga penyeberangan orang dan kendaraan roda dua. Lokasinya persis di dekat perusahaan Swakarsa. Setiap bulan setelah gajian cukup ramai karena ada pasar di sana. Sehingga aktivitas masyarakat dan karyawan cukup tinggi karena ingin ke pasar tersebut,” katanya. ***

Incoming search terms:

artikel peredaran uang, artikel perusahan uang dan bank, Berita pasar malam kec bengalon desa tepian baru, kontraktor pltg tarakan, makalah peredaran uang

Bangun PLTG Tanpa APBD

SANGATTA,  Ketua DPRD Kutim Harti, memastikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) berkapasitas 9 Mega Watt (MW) di Kabo Jaya tidak menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kutim.
Harti mengatakan, dana yang digunakan membangun PLTG tersebut bersumber dari hasil penjualan saham milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim di PT Kaltim Prima Coal (KPC). Dana hasil penjualan saham 5 persen, itulah yang dikelola PT Kutai Timur Energi (KTE).
”Yang dipakai membangun PLTG, bukan dana APBD. Tapi menggunakan dana KTE,” jelas Harti sewaktu meninjau proyek pembangunan PLTG tahap pondasi.
Dikatakan, PT KTE adalah salah satu perusahaan daerah (Perusda) yang mulai berinvestasi dibidang energi listrik. ”Kami sebagai dewan, tentunya memiliki kewenangan untuk meninjau pekerjaan proyek, baik yang dibiayai pemerintah melalui APBD maupun menggunakan dana Perusda. Dewan memiliki fungsi kontrol,” tegas Harti.
Harti memimpin langsung peninjauan sejumlah proyek dalam sehari. Dia didampingi Ketua Badan Legislasi (Baleg) Davit Rante, Ketua Fraksi Rakyat Bersatu Piter Palinggi, Ketua Komisi I DPRD Harpandi, dan Ketua Fraksi Partai Demokrat Agus Aras.
Rombongan DPRD Kutim tiba di lokasi pembangunan PLTG sekira pukul 10.45 Wita. Mereka menyempatkan diri berbincang-bincang dengan pekerja bangunan PLTG sekira 23 menit lamanya. Selanjutnya, tepat pukul 11, 17 Wita rombongan anggota DPRD menumpangi tiga unit mobil berplat merah meluncur menuju sasaran berikutnya.
Terpisah, Direktur PT KTE Anung Nugroho mengatakan, proyek PLTG berbahan bakar dari batu bara ini rencana rampung Juli 2010. Kurun waktu pekerjaan hanya ditarget 9 bulan. Setelah instalasi PLTG selesai dibangun maka dikerjasamakan dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN). ***

Incoming search terms:

logo sekolah kota bangun, oprasional pltg tarakan

Bengalon Geser Sangatta Utara

SANGATTA- Kafilah Bengalon yang sebelumnya berjanji ingin merebut gelar juara pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-6 tingkat kabupaten Kutim, akhirnya terwujud. Kecamatan Bengalon yang dipimpin camatnya langsung, Mushan meraih juara umum MTQ tahun 2010 ini, setelah menyisihkan kafilah lainnya. Syiar Islam yang dikemas dalam bentuk musabaqa tingkat Kabupaten Kutai Timur yang dilangsungkan di Kecamatan Muara Wahau resmi itu, Rabu (14/4) malam lalu ditutup resmi Wakil Bupati H Ardiansyah Sulaiman. Penutupan ini maju sehari dari jadwal yang ditetapkan sebelumnya, yakni 15 April. Sedangkan juara MTQ tahun 2009 lalu yang dipegang Kecamatan Sangatta Utara menempati posisi keempat. Juara kedua diraih kafilah Sangkulirang dan menempatkan salah satu qori terbaik anak-anak mendapatkan hadiah ONH (Ongkos Naik Haji) Plu dari salah satu perusahaan yang beroperasi di daerah ini. Kecamatan Busang yang selama ini tidak masuk unggulan, pada momentum MTQ di Muara Wahau ini membuat kejutan dengan meraih juara ketiga. Bahkan mampu mengalahkan juara bertahan Sangatta Utara yang berada di peringkat empat untuk MTQ tahun 2010 ini. “Kami bersyukur meski tidak meraih juara umum, tapi ada salah satu qoria terbaik anak-anak dengan mendapatkan nilai tertinggi, atas nama Munawarah. Kita harapkan tahun depan prestasinya bisa lebih ditingkatkan secara umum,” kata Camat Sangkulirang H Hormansyah, kemarin. Karena Bengalon mampu merebut juara umum MTQ di Muara Wahau, piala bergilir berpindah ke kecamatan yang dimpin Mushan tersebut. Bengalon mampu mengumpulkan nilai lebih banyak ketimbang kafilah dari 17 kecamatan se-Kutai Timur.  Sesuai aturan tanding, kontingen Bengalon berhak memboyong piala bergilir. Bengalon berhasil  mewujudkan cita-cita mengukir prestasi gemilang pada ajang bergengsi siar Islam yang rutin tiap tahun diselenggarakan Lembaga Pemberdayaan Taman Alquran (LPTQ). “Saya sangat bangga melihat penampilan anak-anak binaan kami dari Bengalon. Target kami untuk juara terbukti. Bengalon keluar sebagai juara umum pada MTQ ke-VI tingkat kabupaten,” sebut Mushan, Camat Bengalon.

Incoming search terms:

kecamatan bengalon, wahau kutai timur, bengalon sangatta, foto muara wahau, kecamatan bengalon kalimantan timur, peta bengalon sangatta, pt anugrah bengalon

Limbah Kayu Perusahaan Perlu Ditertibkan

SANGATTA,  PT Anugrah Energitama yang memegang izin perkebunan kelapa sawit dari pemerintah seluas 17 ribu hektare, sudah barang tentu di atas lahan tersebut masih ada tegakan kayu. Berkaitan dengan keberadaan Anugrah Energitama di wilayah Kecamatan Bengalon, yang arealnya mencakup 3 desa, yakni Tepian Langsat, Tepian Indah dan Tepian Baru, maka pengolahan limbah kayu perkebunan kelapa sawit itu perlu ditertibkan.
“Anugrah juga perlu memperhatikan limbah kayu yang ada perusahaan. Belum lama ini di Bengalon ditangkap kayu dalam jumlah sedikit. Sementara kayu dalam jumlah banyak dibiarkan. Kenapa ini bisa terjadi. Yang kecil-kecil ditangkapi, sementara yang besar-besar dibiarkan. Ada apa sebenarnya,” tanya Camat Bengalon Mushan dalam pertemuan membahas Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) PT Anugrah Energitama di kantor Badan Lingkungan Hidup kompleks Perkantoran Bukit Pelangi.
Mushan mengatakan, warganya yang mengambil kayu dari hutan sebagai bahan mendirikan rumah untuk keperluan sendiri, itu yang ditangkap. Sedangkan kayu dari perusahaan perkebunan jumlahnya puluhan kubik dibiarkan diangkut keluar. “ Untuk menghindari adanya salah persepsi dari masyarakat maka perlu ada semacam rekomendasi dari kepala desa, camat seputar pengolahan limbah kayu perusahaan perkebunan kelapa sawit,” tandasnya. ***

Incoming search terms:

makalah limbah kayu, amdal hasil limbah kayu hutan, limbah kayu, perusahaan yang terkena amdal, perusahaan kayu, makalah tentang amdal mendirikan industri sawit, pengolahan limbah di kaltim, pengolahan limbah di perusahaan kayu, perusahan limbah kayu, amdal di perusahaan perkebunan kayu

Kepala SDN 009 Sangatta Terancam Kena Sanksi

SANGATTA,  Sesuai instruksi Bupati Kutim Isran Noor yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Iman Hidayat, bagi Kepala Sekolah (Kepsek) yang melakukan penyimpangan hukum terhadap pengelolaan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) pusat maupun BOS daerah akan dikenai sanksi.
“Kepsek yang terbukti melakukan penyimpangan pengelolaan dana BOS atau Bosda tidak lagi menjabat sebagai Kepsek. Kepsek yang dimaksud dikenai sanksi administrasi. Paling tidak Kepsek yang bersangkutan menjadi guru biasa di sekolah,” terang Iman Hidayat dalam acara dengar pendapat di lantai I Ruang Panel kantor DPRD Kompleks Perkantoran Bukit Pelangi antara Dinas Pendidikan, dengan wali murid SDN 009, komite sekolah dan dewan pendidikan yang difasilitasi anggota DPRD. kemarin.
Iman menyebutkan, tidak semua laporan yang disampaikan pemerhati pendidikan seputar gejolak yang terjadi di SDN 009 Sangatta Utara itu, adalah benar. “Memang sebagian besar laporan yang saya terima itu, benar adanya. Tapi tidak 100 persen laporan itu benar setelah dilakukan kroscek atau pemeriksaan,” katanya.
Termasuk, pemotongan insentif guru. Mekanisme pemotongan insentif guru khususnya di SDN 009 Sangatta Utara, itu terjadi karena kepala SDN 009 Warindo hobi merekomendasi dan menerima guru baru untuk mengajar di sekolah yang dipimpinnya. Padahal, karena SDN 009 hanya 15 rombongan belajar, maka idealnya 23 tenaga pengajar. Tapi di SDN 009 Sangatta Utara tetap 15 rombongan belajar, namun gurunya bertambah menjadi 37 orang. “Inilah masalahnya,” kata Iman Hidayat.
Namun, untuk menjatuhkan sanksi kepada Kepsek yang bermasalah, kata Iman Hidayat, pihaknya tidak memiliki kewenangan sampai ke sana. Dinas Pendidikan hanya mengidentifikasi masalah bekerja sama dengan Inspektorat Wilayah Kutim mengenai masalah yang terjadi di SDN 009. “Kami terus melakukan pemeriksaan secara bertahap sesuai tugas pokok dan fungsi inspektorat,” kata Jamiatulkhair, pegawai inspektorat wilayah Kutim dalam pertemuan penting itu.
Sementara, Wakil Ketua DPRD Kutim Suardi berharap masalah ini tidak larut lama. Pasalnya, proses pembelajaran di SDN 009 Sangatta Utara jangan sampai terganggu. ‘Kita tidak jadi bentuk tim untuk menuntaskan masalah ini. Karena masalah ini sudah berjalan. Lagi pula dewan bukan untuk mengeksekusi masalah, tapi hanya memediasi. Dinas pendidikan dan Inspektorat wilayah mesti bekerja profesional dalam mengatasi gejojak dugaan adanya penyimpangan pengelolaan dana di SDN 009,” ucap Suardi sesaat menutup dengar pendapat. **

Incoming search terms:

sdn 009, www sdn 009, sdn009, informasi dinas pendidikan sangatta, www Insentif d daerah sangatta, nomor hp sekolah di kab bulungan, nomor hp kepsek kab bulungan, nomor hp kepsek di kab berau, no penting kab sangatak, insentif guru sman 1 sangatta

Baner Advertising-3

  • Menu Berita

  • Active Search Results

  • Arsip Berita