Home » Biaya Perjalanan Dinas di Kaltim Pakai At Cost Mulai 17 Juli 2013

Biaya Perjalanan Dinas di Kaltim Pakai At Cost Mulai 17 Juli 2013

SAMARINDA, GERBANGKALTIM.COM, —– Terhitung mulai 17 Juli 2013, Pemprov Kaltim menerapkan perjalanan dinas at cost atau pembayaran sesuai yang tertera pada bukti-bukti pembayaran sah. Hal ini berlaku tidak hanya pada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS), melainkan juga bagi Gubernur/Wakil Gubernur, anggota DPRD, PTT dan tenaga kontrak.

Ketentuan itu mengacu pada Pergub No 44/2013 tentang Juklak Perjalanan Dinas Pejabat/PNS, PTT dan Tenaga Kontrak dan Pergub No 090/K.513/2013 tentang Penetapan Uang Harian dan Uang Refresentetatif Perjalanan Dinas, Kelas/Tarif Hotel Luar dan Dalam Daerah.

 

Menurut Plt Sekprov Kaltim, H Rusmadi ketentuan itu sesuai Permendagri No 16/2013 yang mengamanatkan biaya perjalanan dinas harus at cost. Tidak lagi dengan sitem lunsum atau dibayarkan sekaligus. “Yang penting, penerbitan Pergubnya di tingkat daerah sebagai upaya mewujudkan tatakelola pemerintahan bersih dan berwibawa dengan mengedepankan efisiensi anggaran,” kata Rusmadi, sebelum membuka sosialisasi dua Pergub itu di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Senin (15/7).

 

Sosialisasi yang dipandu Asisten IV Sekprov Kaltim, H Sofyan Helmi ini menghadirkan narasumber Inspektur Inspektorat Kaltim, H Sa’duddin. Sosialisasi ini dihadiri seluruh Kepala SKPD lingkup Kaltim selaku Pengguna Anggaran (PA), beserta Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan Kasubag Keuangan.

 

Menurut Rusmadi, fakta kinerja pengelolaan anggaran berdasarkan data hasil evaluasi BPK diketahui anggaran perjalanan setiap SKPD masih belum termanfaatkan optimal sesuai PP terkait. Alhasil, anggaran perjalanan dinas sering menjadi penyumbang kontribusi besar terhadap tingginya Sisa Lebih Pengguna Anggaran (SILPA) APBD Kaltim lantaran pos yang sudah dianggarkan tidak dilaksanakan.

 

Sesuai komitmen Gubernur Kaltim, menurut dia, kondisi seperti itu tidak boleh terulang pada 2013. Sebisa mungkin SILPA harus ditekan. Karena biaya perjalanan dinas yang notabene penunjang PNS melaksanakan tugas di luar kantor harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya seefektif dan efisien mungkin.

 

“Itu sebabnya usulan APBD-P 2013 hanya Rp 2 Triliun tidak seperti 2012 yang mencapai Rp 3 Triliun. Tahun ini kita lebih fokus mengalihkan pos perjalanan dinas untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur yang butuh perhatian serius (16 proyek kontrak tahun jamak, Red) hingga akhir pelaksanaan RPJMD Kaltim 2009 – 2013 berakhir,” katanya.

 

Berkaitan itu, ia meminta PA memposisikan Kasubag Keuangan sebagai manajer keuangan. Bukan hanya sebatas mengeluarkan uang, tapi harus mampu mengelola pengeluaran agar realisasinya tidak menumpuk di akhir tahun pelaksanaan anggaran, dan harus dikelola sebaik mungkin untuk mengendalikan SILPA.

 

“Kita tidak ingin dikenal sebagai provinsi dengan SILPA tinggi terus menerus. Sebab SILPA menjadi indikator ketidakmampuan pengelolaan anggaran. Kecuali jika SILPA terjadi karena adanya penghematan,” katanya.

 

Menyikapi pertanyaan apakah penerapan at cost akan menjadi beban dan bahkan merugikan, Rusmadi menilai pelaksanaannya tidak akan merugikan PNS. Semua sudah diperhitungkan agar tidak merugikan. Intinya at cost agar penggunaan anggaran perjalanan dilakukan secara riil dalam kaitan efisiensi pengelolaan anggaran.

 

Lantas Sa’duddin mengatakan, untuk mewujudkan efisiensi dimaksud perlu didukung kebijakan pembatasan maksimal penggunaan anggaran oleh PA. Sebab, jika tidak dilakukan, dikhawatirkan penerapan at cost malah menjadikan pemborosan, karena anggaran yang ada tidak bertambah. Sementara kecenderungan PNS meningkatkan pengeluarannya.

 

“Sekarang saja sejak diberlakukan at cost untuk transportasi sudah terlihat. Yang biasanya pakai pesawatLion Air atau Citilink dengan harga lebih hemat, menjadi pakai Garuda dengan harga lebih mahal. Apalagi untuk keseluruhan termasuk akomodasi. Bisa jadi yang biasanya tidur di mess lantas lebih memilih hotel. Ini yang harus dihindari,” katanya. (arf-dil/diskominfo)

Sumber: diskominfo.kaltimprov.go.id

Check Also

Kabel FO Telkom Grogot Tertabrak Truk, Ganggu 7 Tower Telkomsel

Tana Paser (gerbangkaltim.com) Kabel Fyber Optik (FO) udara milik TelkomTanah Grogot pada Rabu (17/1) malam ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *