Home » GerbangNews » BKKBN Kaltim Resmikan Kampung KB di Paser

BKKBN Kaltim Resmikan Kampung KB di Paser

Badan Kependudukan Keluarga Berencana (BKKBN) Propinsi Kaltim meresmikan Pencanangan dan Pembentukan Kampung KB pada salah satu desa di Kabupaten Paser.

Dusun Alai Desa Pepara Kecamatan Tanah Grogot terpilih sebagai kampung KB percontohan di daerah tersebut.

Acara terebut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Paser Yusriansyah Sarkawi dan Mardiansyah, Unsur Muspida dan Kepala SKPD serta para camat di daerah tersebut.

Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Sukaryo Teguh Santoso mengatakan, pencanangan kampung KB dalam rangka merealisasi komitmen Presiden Joko Widodo dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup di tingkat kampung melalui program kependudukan dan keluarga berencana” kata Sukaryo.

“Kegiatan ini juga untuk membangun keluarga kecil bahagia dan berkualitas”

Penambahan jumlah penduduk, lanjut Sukaryo, akan menentukan nasib bangsa pada masa yang akan datang.

Penambahan penduduk akan menghasilkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, atau justru menghasilkan SDM yang malah membebankan negara

“Bila penambahan penduduk diiringi dengan kualitas SDM yang memadai, hal tersebut akan membantu dan memajukan bangsa dan negara” kata Sukaryo.

“Namun jika sebaliknya, justru akan membuat bertambahnya pengangguran da SDM yang tidak berkualitas yang justru malah akan membebankan ekonomi negara”

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Paser Faulina Widryani menuturkan alasan pihaknya memilih Desa Pepara sebagai desa pencanangan dan Pembentukan kampung KB.

“Alasan kami memilih Desa Pepara sebagai percontohan dengan alasan desa ini berada pada daerah aliran sungai, taraf kehidupan ekonomi masyarakatnya masih rendah, serta tingkat pemahaman akan program kependudukan dan Keluarga Berencana masih kurang” kata Faulina.

Pada umumnya, lanjut Faulina, masyarakat Desa Pepara masih menggunakan obat dan suntik dalan mengikuti program KB.

Menurutnya ini mengundang resiko kegagalan kehamilan, yang malah justru akan membahayakan masyarakat.

“Saat ini kan sudah ada metode kontrasepsi modern seperti implan. Namun sedikit dari mereka yang menggunakan metode modern” ujar Faulina.

Selanjutnya, lanjut ia, pihaknya akan melakukan sosialisasi yang akan dilakukan penyuluh KB beserta bidan yang sudah bekerja sama.

Kemudian, Desa Pepara ini akan menjadi percontohan dan dievaluasi dalam setahun kedepan.

“Kami akan lakukan evaluasi 3 bulan sekali. Jika ini berhasil, desa-desa lainnya akan menyusul menjadi desa atau kampung KB selanjuItnya” kata Faulina.

Check Also

Ketum Persiba Siap Mundur

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Ketua Umum (Ketum) Persiba Balikpapan, Syahril HM Taher, siap mundur atas hasil buruk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.