Home » GerbangNews » BPJS Balikpapan Nombok 77 Miliar, Masyarakarat Mampu Bisa Kirim Donasi
BPJS Center di RSKD Balikpapan.

BPJS Balikpapan Nombok 77 Miliar, Masyarakarat Mampu Bisa Kirim Donasi

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Tidak tanggung-tanggung, hingga saat ini, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kota Balikpapan, terpaksa harus menutupi alias nombok sebesar 77 miliar rupiah. Ini diakibatkan tertunggaknya pembayaran “wajib” ribuan peserta BPJS Kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan, M Fakhriza, membenarkan kondisi ini. Menurutnya, penunggakan terbanyak dilakukan peserta mandiri sebesar 54 persen yang nilainya mencapai 77 miliar rupiah dalam setiap tahunnya. Alasannya, penyebab penunggakan peserta ini diantaranya ketidakmampuan membayar iuran, kesulitan membayar angsuran, lupa pembayaran dan kurangnya kesadaran membayar iuran.

BPJS Kesehatan Balikpapan menyatakan, setiap tahunnya harus nombok sebesar 77 miliar rupiah. Hal ini terjadi karena lebih dari setengah peserta BPJS “lalai” memenuhi pembayarannya. Untuk menutupi kebocoran ini, BPJS Balikpapan, terus menggenjot kepesertaannya.

Berdasarkan catatan yang ada, peserta BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kota Balikpapan saat ini ada sebanyak 607.188 peserta dari jumlah penduduk Balikpapan sebanyak 705 ribu jiwa atau sekitar 84 persen. Dari jumlah tersebut sebanyak 196 ribu peserta atau sekitar 54 persennya menunggak pembayaran iuran dengan total tunggakan sebesar 77 miliar rupiah.

Dengan kondisi seperti ini, berbagai upaya dilakukan BPJS Kesehatan Balikpapan, membangkitkan kesadaran masyarakat setempat untuk membayar iuran, karena semangatnya kehadiran BPJS Kesehatan menumbuhkan rasa tolong menolong antarsesama.

“Penunggakan terbanyak dilakukan peserta mandiri sebesar 54 persen. Nilainya, mencapai 77 miliar rupiah tiap tahunnya. Penyebab penunggakan peserta ini diantaranya tidak mampuan membayar iuran, kesulitan pembayaran, lupa dan kurangnya kesadaran membayar iuran,” jelas Fakhriza, belum lama ini.

Sementara Itu, untuk mencapai target kepesertaan 100 persen di tahun 2019, BPJS Kesehatan membuka pendafataran peserta melalui telepon center 1500-400, dengan mempersiapkan nomor KK, NIK, nomor rekening tabungan, nomor handphone, alamat, domisili dan alamat email. Diharapkan melalui teknologi elektronik ini dapat meraup peserta dan pembayarannya berjalan lebih lancar.

Masyarakat Bisa Membantu Melalui Donasi BPJS

Sementara itu, seperti untuk mengatasi masalah biaya peserta, seperti yang dimua pada website BPJS Kesehatan (20/4/2017), kini masyarakat yang mampu bisa membantu dengan cara program program crowdfunding (urun dana) berbasis donasi. Melalui program ini diharapkan dapat menggerakkan semangat gotong royong masyarakat untuk saling membantu bagi yang tidak mampu.

Dalam melaksanakan program ini BPJS Kesehatan bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang memiliki peran pengumpul dana. Dana yang terkumpul dari program  crowdfunding tersebut akan digunakan untuk membiayai peserta yang memiliki masalah kemampuan membayar.

Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Kemal Imam Santoso dalam Diskusi Media (20/04) di Media Center BPJS Kesehatan mengatakan, melalui program crowdfunding ini diharapkan dapat membantu peserta JKN-KIS yang kemampuan untuk membayar iurannya tergolong rendah dan tidak dapat ditanggung oleh Pemerintah.

Tujuan dari program crowdfunding ini bagi masyarakat luas itu sendiri adalah membangun kesadaran, keinginan dan juga kebanggaan masyarakat untuk mendaftar sekaligus berpartisipasi dalam program JKN-KIS serta sebagai strategi untuk membangun  sekaligus mengakomodir partisipasi masyarakat dalam mempercepat rekrutmen sektor informal dan menjaga kontinuitas pembayaran iuran mereka,” kata Kemal Imam Santoso.

Dijelaskannya, media yang digunakan untuk menjalankan program ini adalah website BPJS Kesehatan www.bpjs-kesehatan.go.id dan website BAZNAS www.baznas.go.id. Media tersebut merupakan sarana informasi mengenai tata cara mengikuti program crowdfunding yang akan dijalankan.

Adapun peserta penerima manfaat program crowdfunding adalah peserta program JKN-KIS tergolong sebagai Mustahik dengan manfaat di kelas 3 (tiga) yang menunggak selama minimal 3 (tiga) bulan. Besaran iuran peserta yang akan dibayarkan melalui dana crowdfunding ini mengikuti ketentuan perundang-undangan atau sebesar Rp25.500 per jiwa per bulan. Jumlah pembayaran iuran yang ditanggung oleh BAZNAS kepada BPJS Kesehatan adalah besaran tunggakan iuran peserta dan besaran iuran peserta dikalikan jumlah Peserta dikalikan 12 (dua belas) bulan.

(mh/ss)

Check Also

Banjir Samarinda Ada Solusinya

#KaloRusmadiGubernurnya Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Rusmadi Wongso, mantan Kepala Bappeda, Sekdaprov Kaltim menjelang fajar menyingsing pemerintahannya di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.