Home » BPS Paser Sosialisasi Sensus Pertanian 2013

BPS Paser Sosialisasi Sensus Pertanian 2013

TANA PASER, GERBANGKALTIM.COM,—Menyongsong dilaksanakannya Sensus Pertanian 2013 yang akan dilaksanakan mulai 1 Mei hingga 31 Mei 2013, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Paser menggelar sosialisasi di Gedung Awa Mangkuruku Tana Paser, Senin (22/4/2013). Sosialiasi yang dibuka oleh Bupati Paser H.M.Ridwan Suwidi tersebut diikuti oleh Kepala Dinas/Instansi/Lembaga/Perusahaan yang ada di Kabupaten Paser bertujuan untuk mengkampanyekan Program Sensus Pertanian 2013.
“Sensus Pertanian 2013 ini merupakan program Nasional yang akan dilaksanakn serentak di seluruh wilayah Indonesia untuk mendapatkan data statistik pertanian terkini yang lengkap dan akurat sebagai gambaran struktur pertanian di Indonesia sehingga nantinya Pemerintah dapat mengevaluasi dan menyusun perencanaan pembangunan di Indonesia” kata Kepala BPS Kabupaten Paser Ir.Bahramsyah.
Sensus Pertanian 2013 kali ini adalah sensus pertanian ke enam yang dilakukan setiap 10 tahun sekali sejak tahun 1963 yang lalu. Sensus Pertanian 2013 mencakup seluruh usaha pertanian di subsektor tanaman pangan, hortikultura (sayuran, buah-buahan, tanaman hias, dan tanaman obat), perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan.
BPS Kabupaten Paser akan melakukan Sensus Pertanian 2013 ini dengan profesional sehingga dapat menyajikan data yang valid untuk kemakmuran petani di Kabupaten Paser sesuai tema sensus tahun ini yaitu Menyediakan Informasi Untuk Masa Depan Petani Yang Lebih Baik. “Kami mohon doa  restu dan dukungan dari semua pihak agar sensus pertanian 2013 dapat berjalan sukses serta mengharapkan agar  seluruh masyarakat kabupaten paser dapat memberikan data dan informasi yang benar kepada petugas sensus” harap Bahramsyah.
Dalam sambutannya Bupati Paser mengatakan bahwa Pemkab Paser pada tahun 2013 telah mengalokasikan anggaran sebesar 755,3 Milyar atau 5,81 % dari APBD Paser sebesar 2,3 Trilyun. Dengan anggaran yang cukup besar tersebut, diharapkan agar pembangunan sektor Pertanian, Perikanan dan Kelautan, serta Perkebunan dan Kehutanan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Sektor Pertanian di Kabupaten Paser telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam pembangunan dengan menyerap lebih dari 40 % tenaga kerja serta memberikan kontribusi terbesar kedua terhadap PDRB Paser setelah sektor pertambangan” kata Bupati Paser.
Sementara itu Ketua HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Kabupaten Paser H.Irmajaya,B.Sc selaku salah satu nara sumber dalam acara tersebut mengatakan bahwa sektor pertanian harus mendapatkan perhatian khusus oleh semua pihak karena sektor pertanian merupakan bagian dari ketahanan negara.
“Semua pihak, baik Pemerintah, Masyarakat dan Swasta harus bekerja sama untuk mencapai swasembada pertanian sehingga pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat kita tidak lagi bergantung dari impor” kata Irmajaya.
Menurut salah satu tokoh pertanian di Kabupaten Paser tersebut, beberapa kendala yang dihadapi oleh petani khususnya di Kabupaten Paser saat ini antara lain minat generasi muda untuk menjadi petani yang semakin rendah, buruknya kwalitas irigasi, jalan produksi dan jalan pertanian yang belum memadai serta seringnya terjadi banjir di daerah sentra pertanian.
“Beberapa waktu yang lalu petani di Kecamatan Long Kali mengalami kerugian yang cukup besar akibat banjir sehingga padi yang siap panen menjadi gagal” tambahnya.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Paser drh.Boy Susanto,MP yang menjadi nara sumber dalam acara ini mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama pencapaian program swasembada daging adalah lemahnya data dan informasi dasar yang menyangkut perkembangan ternak.(gk-andi arif)

BPS Paser Sosialisasi Sensus Pertanian 2013
TANA PASER, GERBANGKALTIM.COMMenyongsong dilaksanakannya Sensus Pertanian 2013 yang akan dilaksanakan mulai 1 Mei hingga 31 Mei 2013, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Paser menggelar sosialisasi di Gedung Awa Mangkuruku Tana Paser, Senin (22/4/2013). Sosialiasi yang dibuka oleh Bupati Paser H.M.Ridwan Suwidi tersebut diikuti oleh Kepala Dinas/Instansi/Lembaga/Perusahaan yang ada di Kabupaten Paser bertujuan untuk mengkampanyekan Program Sensus Pertanian 2013.“Sensus Pertanian 2013 ini merupakan program Nasional yang akan dilaksanakn serentak di seluruh wilayah Indonesia untuk mendapatkan data statistik pertanian terkini yang lengkap dan akurat sebagai gambaran struktur pertanian di Indonesia sehingga nantinya Pemerintah dapat mengevaluasi dan menyusun perencanaan pembangunan di Indonesia” kata Kepala BPS Kabupaten Paser Ir.Bahramsyah.Sensus Pertanian 2013 kali ini adalah sensus pertanian ke enam yang dilakukan setiap 10 tahun sekali sejak tahun 1963 yang lalu. Sensus Pertanian 2013 mencakup seluruh usaha pertanian di subsektor tanaman pangan, hortikultura (sayuran, buah-buahan, tanaman hias, dan tanaman obat), perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan.BPS Kabupaten Paser akan melakukan Sensus Pertanian 2013 ini dengan profesional sehingga dapat menyajikan data yang valid untuk kemakmuran petani di Kabupaten Paser sesuai tema sensus tahun ini yaitu Menyediakan Informasi Untuk Masa Depan Petani Yang Lebih Baik. “Kami mohon doa  restu dan dukungan dari semua pihak agar sensus pertanian 2013 dapat berjalan sukses serta mengharapkan agar  seluruh masyarakat kabupaten paser dapat memberikan data dan informasi yang benar kepada petugas sensus” harap Bahramsyah.Dalam sambutannya Bupati Paser mengatakan bahwa Pemkab Paser pada tahun 2013 telah mengalokasikan anggaran sebesar 755,3 Milyar atau 5,81 % dari APBD Paser sebesar 2,3 Trilyun. Dengan anggaran yang cukup besar tersebut, diharapkan agar pembangunan sektor Pertanian, Perikanan dan Kelautan, serta Perkebunan dan Kehutanan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.“Sektor Pertanian di Kabupaten Paser telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam pembangunan dengan menyerap lebih dari 40 % tenaga kerja serta memberikan kontribusi terbesar kedua terhadap PDRB Paser setelah sektor pertambangan” kata Bupati Paser. Sementara itu Ketua HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Kabupaten Paser H.Irmajaya,B.Sc selaku salah satu nara sumber dalam acara tersebut mengatakan bahwa sektor pertanian harus mendapatkan perhatian khusus oleh semua pihak karena sektor pertanian merupakan bagian dari ketahanan negara. “Semua pihak, baik Pemerintah, Masyarakat dan Swasta harus bekerja sama untuk mencapai swasembada pertanian sehingga pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat kita tidak lagi bergantung dari impor” kata Irmajaya.Menurut salah satu tokoh pertanian di Kabupaten Paser tersebut, beberapa kendala yang dihadapi oleh petani khususnya di Kabupaten Paser saat ini antara lain minat generasi muda untuk menjadi petani yang semakin rendah, buruknya kwalitas irigasi, jalan produksi dan jalan pertanian yang belum memadai serta seringnya terjadi banjir di daerah sentra pertanian.“Beberapa waktu yang lalu petani di Kecamatan Long Kali mengalami kerugian yang cukup besar akibat banjir sehingga padi yang siap panen menjadi gagal” tambahnya.Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Paser drh.Boy Susanto,MP yang menjadi nara sumber dalam acara ini mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama pencapaian program swasembada daging adalah lemahnya data dan informasi dasar yang menyangkut perkembangan ternak.(gk-andi arif)

Check Also

Kodam VI/Mlw Tambah 12 Pos di Perbatasan

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Kodam VI/Mulawarman akan menambah 12 pos dari 40 perbatasan yang sudah ada di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.