Sudah 4 Lelang Proyek di Balikpapan Dibatalkan
Pembatalan lelang proyek pemasangan turap Lapangan Squas belakang Gedung Balikpapan Sport & Convention atau yang dikenal DOM baru-baru ini ternyata bukan yang pertama, karena selama tahun 2009 terdapat 4 lelang yang dibatalkan. Pembatalan disebabkan terpaksa dilakukan karena Satgas Lelang menengarai adanya indikasi pengaturan, penghadangan pemasukan dokumen dan kecurangan lainnya.
Hal ini terungkap dalam “Dialog Akhir Tahun 2009” antara insan pers di Balikpapan dengan Wakil Walikota Balikpapan dan Stakeholder di Gedung PWI Perwakilan Balikpapan, Jl. RE Martadinata No. 2 Balikpapan, Kamis (10/12). Keempat lelang yang dibatalkan pertama pada bulan Juni yang melelang 10 paket pembangunan Sekolah Dasar, disusul pembangunan Drainase di daerah Teritip Balikpapan Timur, kemudian lelang Jasa Konsultasi, dan terakhir proyek rehabilitasi turap Squas senilai Rp9,8 miliar di DOM.
“Jadi sudah empat kali ini ada pembatalan lelang. Penyebabnya ya ada indikasi pengaturan, hingga penghadangan saat pemasukan dokumen. Hal ini tidak akan terjadi bila kita sudah menerapkan ful lelang secara elektronik,” ujar Kabag Pembangunan Pemkot Ir Muhaimin MT yang juga Koordinator Satgas Lelang.
Menurut Muhaimim, saat ini lelang secara elektronik di Balikpapan belum seluruhnya diterapkan. Masih ada tahapan-tahapan yang bisa mempertemukan antara peserta lelang dan panitia. Pada tahun 2010 nanti lelang elektronik baru dilaksanakan secara menyeluruh dengan besaran nilai lelang mulai Rp100 juta ke atas. Dengan lelang elektronik ini maka akan sulit para peserta lelang melakukan pengaturan (arisan proyek), demikian pula saat pemasukan dokumen tidak ada penghadangan karena dilakukan secara online.
“Pemenangnya yang muncul hanya satu. Tidak seperti sekarang ada tiga pemenang yang bisa saja terjadi permainan,” ujarnya.
Sementara pada tahun 2009 ini, lelang elektronik baru diterapkan 70 persen dengan besaran nilai proyek Rp600 juta, sama dengan yang diterapkan pada tahun 2008. Sedangkan pada tahun 2007 yang merupakan awal diterpakannya lelang elektronik di Balikpapan, baru dilakukan pada proyek senilai Rp2 miliar.
“Saat ini kami sedang melakukan pelatihan tentang lelang elektronik terhadap pengusaha-pengusaha di Balikpapan,” ujar Muhaimim. (triwidodo@gerbangkaltim.com)
