Home » GerbangNews » Bupati Paser Sanksi Kepala SKPD Tak Hadiri Musrenbang
Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi

Bupati Paser Sanksi Kepala SKPD Tak Hadiri Musrenbang

Tanah Grogot (GERBANGKALTIM.com)
Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi akan memberikan sanksi kepada Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang tercatat tidak pernah atau jarang mengikuti Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Muserenbang) tingkat kecamatan.
“Nanti akan kami beri sanksi Kepala SKPD yang beberapa kali tidak hadir,” kata Yusriansyah di Tanah Grogot, Selasa (14/2/2017).
Setiap pelaksanaan musrenbang kata Yusriansyah, pihaknya meminta kepala Bappeda mengabsen seluruh Kepala SKPD.
“Setiap musrenbang kita absen mana yang tak hadir,” ujar Yusriansyah tidak menyebutkan secara gamblang sanksi yang ia berikan.
Namun pihaknya dengan tegas akan memberikan sanksi tersebut kepada sejumlah nama yang telah menjadi catatannya.
“Nanti ada sanksinya,” kata Yusriansyah.
Sementara itu Kepala Bappeda Paser I Gusti Putu Suantara yang hadir sebagai moderator setiap kali musrenbang mengatakan bahwa pihaknya memiliki catatan kehadiran Kepala SKPD yang akan menjadi pertimbangan Bupati Paser dalam memberikan sanksi.
“Dalam delapan musrenbang yang telah digelar, ada beberapa catatan, sejumlah Kepala SKPD yang tidak hadir,” kata Putu.
Dari delapan musrenbang itu kata Putu, ada sejumlah Kepala SKPD yang tidak pernah sama sekali mengikuti kegiatan musrenbang tersebut.
“Ada yang tidak pernah sama sekali mengikuti musrenbang. Memang ada yang sms ke saya karena ada kegiatan rapat di Samarinda,” ujar Putu.
Sanksi kepada Kepala SKPD yang tidak hadir menurut Putu akan diberikan langsung oleh Bupati.
“Bupati yang nentukan sanksinya nanti,” pungkas Putu.
Dari pengamatan gerbangkaltim, dari delapan musrenbang yang sudah dilaksanakan, ada sejumlah Kepala SKPD satu yang selalu hadir dalam setiap musrenbang diantaranya, Kepala Dinas Perikanan Paser, Ina Rosana.
“Musrengbang penting diikuti untuk mengetahui permaslahan-permasalahan masyarakat melalui usulan-usulan di masing-masing kecamatan,” kata Ina Rosana saat ditanya perihal tingkat kehadirannya itu.
Dengan mengikuti musrenbang menurut Ina, SKPD terkait bisa menindaklanjuti usulan dan aspirasi dari masyarakat di setiap kecamatan dalam bentuk program dan kegiatan.
Mengingat Kabupaten Paser sebagai salah satu daerah dengan potensi perikanan yang cukup menjanjikan, dan letak geografisnya yang berada di perairan kalimantan, penting bagi Dinas Perikanan untuk memerhatikan nelayan sebagai potensi kemajuan ekonomi daerah.
“Kabupaten Paser memiliki potensi perikanan yg cukup besar. Dari 10 kecamatan, 6 diantaranya memiliki potensi perikanan tangkap dan budidaya payau. Sedangkan 4 kecamatan lainnya memiliki poteni budidaya air tawar,” kata Ina.
“Oleh karena itu, Dinas Perikanan memandang musrenbang ini penting bagi Dinas Perikanan untuk membangun dan mengembangkan perikanan di Kabupaten Paser,” tutur Ina.(Jya)

Check Also

Kodim Grogot Inisiasi Pembentukan Posko Terpadu Karhutla 

Kodim 0904 Tanah Grogot menginisiasi pembentukan posko terpadu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *