Home » GerbangNews » Cari Solusi Kasus Limbah Ikan

Cari Solusi Kasus Limbah Ikan

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Lurah Baru Tengah Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Edi Moelyono, LPM, Kasi Trantib, Babinsa dan Bhabinkamtibmas  serta pihak pengusaha pengepakan ikan melakukan pertemuan dengan warga RT 06 Kelurahan Baru tengah membahas sekaligus mencari solusi terkait ribut-ribut soal kasus  limbah ikan yang aromanya menyengat mengganggu dan kebisingan.

Pertemuan untuk mencari jalan keluar terbaik itu sempat berlangsung alot. Lantaran, kedua belah pihak saling mengklaim masing-masing adalah benar. Lurah meminta agar keinginan warga bisa dilaksanakan pihak pengusaha pengepakan ikan, terkait limbah, aroma serta izin usaha.

Lurah Baru Tengah Edi Mulyono, menjelaskan permintaan pihak warga untuk mengurangi bau serta kebisingan yang ada akibat pengepakan ikan ini harus segara diselesaikan, sehingga tidak berlarut larut. Antara warga dan pengusaha diminta harus saling kerjasama positif.

“Pemilik pengepakan ikan hendaknya dapat melakukan revisi SIUP yang dimilki, sehingga tidak ada keslahapahaman antara warga dan pemilik usaha, supaya dapat berjalan dengan baik,” Saran Lurah Baru Tengah Edi Moelyono.

Surat izin usaha perdagangan (SIUP) dimaksud Lurah Baru Tengah, hendaknya diperiksa kembali oleh pemilik usaha pengepakan ikan. Apakah di SIUP ada atau tercantum perizinan soal limbah, kebisingan dan lainnya yang diributkan warga sekitar lokasi usaha.

Beberapa satu solusi yang dilontarkan, warga meminta kepada pengusaha pengepakan ikan untuk memperbaiki pembuangan limbah yang dinilai membuat kumuh kasawan RT 06. Selain itu, warga juga meminta, izin yang dimiliki untuk ditinjau ulang. Warga menduga, izin gangguan yang ada sudah tidak sesuai dengan peruntukannya.

“Kami berharap, masalah ini bisa terselesaikan dengan baik,” ujar  Ari Galang, mewakili warga RT 06 Baru Tengah lainnya. Terkait dengan kasus ini, pihak berwenang diminta mengambil sikap tegas dan jelas. Pasalnya, persoalan ini sangat mengganggu lingkungan dan masyarakat umum lainnya.

Sementara itu, pemilik usaha pengepakan ikan Supardi,  menjelaskan gudang pengepakan ikan yang ada sudah berjalan selama dua tahun. Untuk tuntutan warga akan  dipenuhi dari perbaikan pipa limbah air ikan serta izin yang akan diperbaiki.

Dari lokasi pengepakan ikan, gudang yang ada terbuat secara permanen. Air limbah ikan disalurkan melalui pipa menuju ke laut. “Tidak ada peengerajaan ikan atau limbah perut ikan.  Karena  pengiriman ikan yang dilakukan merupakan ikan utuh,” terang Supardi, pemilik usaha pengepakan ikan. (hm/sh)

Check Also

Pedagang Dapat Modal Tanpa Agunan

#KaloRusmadiGubernurnya Samarinda, GERBANGKALTIM.COM,- Tak perlu menggadai Buku Pemilik Kendaraan Bermotor atawa BPKB. Demikian tagline salah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.