Home » Gerbang Business » Chevron Beri Pelatihan Alat Berat dan Las
Peserta pelatihan kejuruan bidang alat berat dan las berfoto bersama.(foto:fey-gk)

Chevron Beri Pelatihan Alat Berat dan Las

BALIKPAPAN, GERBANGKALTIM.com —Chevron Indonesia selama satu bulan memberikan pelatihan alat berat dan juru las yang diikuti 32 peserta berasal dari empat kecamatan yakni Kecamatan Samboja, Marangkayu, Penajam dan Waru, Kalimantan Timur.

Tim Manager Comunications Chevron Dwi Pujosutrisno mengatakan pelatihan kejuruan dan kewirausahaan ini merupakan salah satu program sosial investment atau tanggungjawab perusahaan yang kita sebut Vocational Training for Employment and Enterpreneurship (Votee). Pelatihan ini dilaksanakan oleh Politeknik Caltex Riau, dengan menggandeng Balai Latihan Kerja Balikpapan, Laznas Chevron dan PT Indika Pratama Jaya.

“Dalam pelatihan ini, 22 peserta mengikuti pelatihan alat berat, dan 10 mengikuti welder (las)  baik praktek maupun teoeri yang materinya disesuaikan dengan kompetensi Kemenaker Trans RI. Mereka mendapatkan sertifakat dari Kementerian Tenaga kerja,” kata Dwi Pujosutrisno saat penutupan pelatihan di Mega Lestari Balikpapan  Selasa (22/12/2015).

Dijelaskannya, kegiatan ini sudah berlangsung sejak 2011 dan setiap tahun ada program seperti ini. Diharapkan peserta mendapatkan kemampuan praktek untuk mengoperasikan alat berat dan pengelasan.

“Dengan demikian, mudah-mudahan mereka mempunyai kapasitas yang lebih baik. Diharapkan mereka tidak hanya berkutat diindustri migas ya tapi  juga industri yang membutuhkan jasa mereka. Ya mudaha-mudahan selepas ini mereka mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.

HARAPAN PESERTA

Peserta yang ikut pelatihan ini rata-rata usia lulus sekolah SMA/SMK yang diharapkan kedepan siap bersaing dalam mendapatkan pekerjaan. “Pelatihan sudah selesai selama satu bulan. Kita harapkan mereka menguasai berbagai aspek yang mereka dapatkan dalam pelatihan. Selain pelatihan hard skill mereka juga dapat soft skill berupa motivasi dan kepercayaan diri. Dengan kemampuan yang dimiliki diharapkan nantinya mereka lebih mandiri,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama Abdurahman seorang perserta pelatihan mengaku lebih percaya diri karena sudah memiliki pelatihan dan sertifikat yang diakui kementerian. Meskipun kondisi tambang dan migas lagi lesu namun usaha kontruksi di perkejaan Umum dinilainya masih ada peluang.

“Kan bisa juga pekerjaan di proyek perumahan. Itukan butuh juga pekerjaan untuk alat berat seperti pembukaan lahan,” katanya.

Namun dalam waktu dekat ini dia berencana akan mengirimkan lamaran ke Chevron Indonesia di Penajam. “ Nanti saya mau masukan lamaran ke Chevron terkait bidang alat  berat,” tukas peserta asal Penajam yang pernah kerja di kepala Sawit 2010 lalu.(fey/rif-Gk)

Check Also

Pedagang Dapat Modal Tanpa Agunan

#KaloRusmadiGubernurnya Samarinda, GERBANGKALTIM.COM,- Tak perlu menggadai Buku Pemilik Kendaraan Bermotor atawa BPKB. Demikian tagline salah …

One comment

  1. Terimah kasih chevron…….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.