Home » Dewan Prihatin, Banyak Anak Kaltim Putus Sekolah

Dewan Prihatin, Banyak Anak Kaltim Putus Sekolah

SAMARINDA, GERBANGKALTIM.COM.— Masih banyaknya anak usia sekolah SMP dan SMA yang ditemukan putus sekolah di beberapa kabupaten/kota di Kaltim merupakan suatu fenomena memprihatinkan, yang juga mengundang rasa keprihatinan anggota dewan DPRD Kaltim.
Banyaknya angka anak putus sekolah di Kaltim ini, kata Anggota Komisi IV DPRD Kaltim,  Masitah, merupakan sesuatu l yang patut dipertanyakan. Gerakan wajib belajar (Wajar) 12 tahun yang diterapkan Pemerintah Provinsi Kaltim sudah tidak dapat mencegah orangtua untuk tidak menyekolahkan anaknya.
“Terus terang saya prihatin mendengar fakta itu. Seharusnya,  Perda Pendidikan Kaltim bisa menjadi pelindung bagi anak sekolah untuk tetap bisa mengenyam pendidikan dan tak ada alasan orangtua untuk tidak menyekolahkan anaknya,” ujarnya.
Menghindari bertambahnya angka anak putus sekolah, Masitah mengimbau agar Dinas Pendidikan (Disdik) bisa segera mengecek hal tersebut di lapangan dan melakukan tindakan cepat untuk mengembalikan mereka ke sekolah.
Jangan sampai, alasan materi menjadi alasan ratusan anak di Kaltim tidak bersekolah. Apalagi saat ini seluruh kabupaten/kota sudah memasukkan anggaran 20 persen di APBD untuk pendidikan.
“Diimbau Disdik untuk turun ke lapangan, karena masalah wajib belajar 12 tahun ini jangan hanya menjadi slogan.  Selain itu pemerintah kabupaten/kota mestinya harus bertanggung jawab jika di wilayahnya masih ada anak yang tidak bersekolah karena orang tuanya tak mampu. Apa gunanya ada pendidikan gratis?” ucapnya dengan nada tanya.
Padahal, sebut Masitah, Perda Pendidikan yang telah disahkan DPRD Kaltim beberapa waktu lalu mengatur wajib belajar 12 tahun. Juga masalah pemerataan infrastruktur pendidikan, kesejahteraan guru, pendidikan gratis termasuk sanksi administratif jika masih ada sekolah yang melakukan pungutan-pungutan yang membenani orangtua siswa. “Seharusnya Perda Pendidikan tersebut bisa implementatif dan mengakomodasi kepentingan semua pihak termasuk masyarakat,” pungkasnya.  (adv/lin/met)
Sumber: Tim Media DPRD Kaltim

Dewan Prihatin, Banyak Anak Kaltim Putus Sekolah
SAMARINDA, GERBANGKALTIM.COM.— Masih banyaknya anak usia sekolah SMP dan SMA yang ditemukan putus sekolah di beberapa kabupaten/kota di Kaltim merupakan suatu fenomena memprihatinkan, yang juga mengundang rasa keprihatinan anggota dewan DPRD Kaltim.Banyaknya angka anak putus sekolah di Kaltim ini, kata Anggota Komisi IV DPRD Kaltim,  Masitah, merupakan sesuatu l yang patut dipertanyakan. Gerakan wajib belajar (Wajar) 12 tahun yang diterapkan Pemerintah Provinsi Kaltim sudah tidak dapat mencegah orangtua untuk tidak menyekolahkan anaknya.“Terus terang saya prihatin mendengar fakta itu. Seharusnya,  Perda Pendidikan Kaltim bisa menjadi pelindung bagi anak sekolah untuk tetap bisa mengenyam pendidikan dan tak ada alasan orangtua untuk tidak menyekolahkan anaknya,” ujarnya.Menghindari bertambahnya angka anak putus sekolah, Masitah mengimbau agar Dinas Pendidikan (Disdik) bisa segera mengecek hal tersebut di lapangan dan melakukan tindakan cepat untuk mengembalikan mereka ke sekolah. Jangan sampai, alasan materi menjadi alasan ratusan anak di Kaltim tidak bersekolah. Apalagi saat ini seluruh kabupaten/kota sudah memasukkan anggaran 20 persen di APBD untuk pendidikan.“Diimbau Disdik untuk turun ke lapangan, karena masalah wajib belajar 12 tahun ini jangan hanya menjadi slogan.  Selain itu pemerintah kabupaten/kota mestinya harus bertanggung jawab jika di wilayahnya masih ada anak yang tidak bersekolah karena orang tuanya tak mampu. Apa gunanya ada pendidikan gratis?” ucapnya dengan nada tanya.Padahal, sebut Masitah, Perda Pendidikan yang telah disahkan DPRD Kaltim beberapa waktu lalu mengatur wajib belajar 12 tahun. Juga masalah pemerataan infrastruktur pendidikan, kesejahteraan guru, pendidikan gratis termasuk sanksi administratif jika masih ada sekolah yang melakukan pungutan-pungutan yang membenani orangtua siswa. “Seharusnya Perda Pendidikan tersebut bisa implementatif dan mengakomodasi kepentingan semua pihak termasuk masyarakat,” pungkasnya.  (adv/lin/met)Sumber: Tim Media DPRD Kaltim

Check Also

BNNK BALIKPAPAN PERINGATI HANI 2018

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Setelah tertunda, pelaksanaan peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2018 ru bisa dilaksanakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.