Home » Di Tarakan, Imdaad Nikmati Kuliner Bugis, Warga Kaltara Sambut Kontrak Politik

Di Tarakan, Imdaad Nikmati Kuliner Bugis, Warga Kaltara Sambut Kontrak Politik

imdaad-ipong-3salam komando tarakanTARAKAN, GERBANGKALTIM.COM,—SAFARI politik pasangan nomor urut 3 di Tarakan menjadi lebih seru setelah para pedagang di pasar Roma (Rombengan Malaysia) menyajikan makanan khas dari Bugis. “Enak,” kata Imdaad Hamid, Cagub Kaltim.

Waktu telah menunjukkan pukul 15.00, Senin (20/8/2013), ketika rombongan Cagub Imdaad Hamid keluar dari Bandara Juata Tarakan. Tujuannya adalah menemui para pedagang dan warga di Pasar Tenguyun Boom Panjang Tarakan Barat. Tuan rumah, H Syafri, yang juga Ketua Gerindra Tarakan telah menyiapkan sejumlah agenda untuk sosialiasi pasangan Imdaad-Ipong di kota yang dipimpin wali kota Udin Hianggio itu.

Memasuki lorong-lorong sempit pasar Roma – ini sebutan untuk penjualan pakaian rombengan Malaysia, Imdaad Hamid disambut hangat warga yang umumnya para pedagang. Ibu-ibu dan anak berdatangan untuk menjabat dan sebagian meminta berfoto bareng.

“Kita makan dulu. Nanti saja acara sosialisasinya,” ujar Syafri yang didampingi Sekretaris Tim Pemenangan Imdaad-Ipong Tarakan, Hasan Basri.

Bukan sajian biasa. Di atas meja yang disusun rapi, ada sejumlah makanan khas Bugis. Rupanya para ibu-ibu di sana ingin menampilkan suasana beda. Makanan khas asli daerah mereka Sulawesi Selatan, seperti kue-kue Katirisala, Sikaporo, Barongko, Pasaloka. Sedangkan makanannya selain ada ikan asin dan udang cabe hijau peco-peco, ada juga paleko.

Imdaad Hamid yang asli Kutai merasa tidak asing dengan hidangan khas tersebut. Mantan Wali Kota Balikpapan dua periode ini (2001-2006 dan 2006-2011) antusias menyendok beberapa jenis makanan, karena kebetulan memang kondisinya sudah terlambat makan siang.

“Kuliner Indonesia kaya sekali. Kalau Padang sangat terkenal dengan rendang, sebenarnya etnis Bugis dan Sulsel juga punya masakan yang tak kalah enaknya seperti Coto Makassar dan Konro,” ucap Imdaad, di sela menikmati hidangan. Kuliner khas dari Sulsel punya potensi bisnis yang bagus, mengingat populasi warga asal Sulsel di Kaltim dan Kaltara cukup besar, sekitar 22 persen.

“Kalau sudah ada rumah makan khas Sulsel, lama-lama warga dari etnis lain juga bisa menggemarinya,” cerita Imdaad.

imdaad-ipong2-kontrak politik di tarakanSelama di Tarakan, Imdaad menghadiri acara penandatangan kontrak politik dengan 20 tokoh mewakili semua desa dari empat kecamatan di Tarakan. Acara penandatanganan kontrak berlangsung di jalan Yos Sudarso Gusher.

Sejumlah tokoh menyambut hangat adanya Cagub Kaltim yang membawa kontrak politik, walaupun daerah itu saat ini sudah menjadi Provinsi Kalimantan Utara. Miskudin Taufik, dari manajemen Imdaad-Ipong mengatakan anggaran untuk semua kabupaten / kota di provinsi Kalimantan Utara masih tergantung dari Kaltim sampai tahun 2015, sementara pemilihan Gubernur Kaltim diselenggarakan 10 September 2013. “Pemprov Kaltim juga masih punya kewajiban membantu daerah pemekaran sampai bisa mandiri,” katanya.

Cagub Imdaad Hamid mengatakan, Imdaad-Ipong telah melihat kesenjangan sosial yang terjadi di daerah-daerah Kaltim, termasuk di kawasan utara yang sekarang bergabung dengan provinsi Kaltara. Selama ini APBD lebih banyak dinikmati masyarakat di perkotaan, sehingga Imdaad memperjuangkan untuk mengubahnya agar ada keadilan dengan desa.

“Untuk memperkecil disparitas, kami bertekad membangun ekonomi bangsa dari desa. Karena APBD itu adalah hak warga desa juga,” ujar Imdaad yang disambut aplaus sekitar 300 warga setempat.

Imdaad-Ipong meluncurkan program percepatan pembangunan dengan mengalokasikan anggaran Rp1 miliar sampai Rp5 miliar tiap desa tiap tahun. “Selama aturan perundang-undangan masih membolehkan Provinsi Kaltim membantu desa-desa di provinsi Kaltara, kami akan perjuangkan terus,” kata Imdaad.

Di bagian lain Imdaad mengatakan, Kaltara yang telah menjadi provinsi tetangga Kaltim perlu membuat kerjasama regional untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kedua provinsi. Dalam kaitan itu ia akan mendorong agar mimpi masyarakat Kaltim-Kaltara, yaitu adanya jalan antarprovinsi yang memadai bisa terwujud. “Kami akan mendorong jalan lintas provinsi, bila perlu sampai menembus Sabah Malaysia,” ujarnya. (Tim Sukses Imdaad-Ipong/ADV)

 

Teks Foto:  Cagub Kaltim Imdaad Hamid bersama-sama warga setelah menikmati makanan khas Bugis di Pasar Tenguyun Boom Panjang Tarakan, dan penandatangan kontrak politik. (Foto: Tim Sukses Imdaad-Ipong)

Check Also

Safaruddin, Jalan Provinsi Harusnya Mulus

Muara Komam, GERBANGKALTIM,- Pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) nomor urut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *