Home » Dilaporkan ke Polisi, Pimred Tabloid “KPK” Tantang Walikota Tarakan

Dilaporkan ke Polisi, Pimred Tabloid “KPK” Tantang Walikota Tarakan

Plang nama Tabloid KPK. (ist)

TARAKAN, GERBANGKALTIM.COM,—Perseteruan antara Walikota Tarakan Udin Hianggio dengan sebuah Tabloid Keker Pemburu Korupsi (KPK) yang Rabu (15/5/2013) dilanjutkan dengan kedatangan Walikota Tarakan ke Mapolres Tarakan untuk melaporkan dugaan pencemaran nama baik, ternyata dianggap enteng oleh Pimpinan Redaksi Tabloid “Keker Pemburu Korupsi”.

Gerbang Kaltim Dot Com yang berhasil menghubungi Pimpinan Redaksi Tabloid Keker Pemburu Korupsi, H Romli SH, bahkan menantang Walikota Tarakan untuk dilaporkan balik ke Kejagung atau KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). “”Pak Udin kalo berani jangan hanya gertak saja, kita ketemu apa di KPK, apa di Kajagung, apa di Kapolri. Sekarang akan kubawa ini data-datanya sudah kujilid semua,” ucap Romli ketika dihubungi melalui HP-nya.

Seperti yang ramai diberitakan media di Kaltim maupun media nasional seperti Metrotvnews.com memberitakan, merasa difitnah oleh pemberitaan sebuah tabloid, Wali Kota Tarakan Udin Hianggio melaporkan Pemimpin Redaksi Tabloid Keker Pemburu Korupsi (KPK)  ke polisi.  Udin mendatangi Mapolres Tarakan ditemani 2 orang Diskominfo setempat.

Udin tidak  terima dengan tulisan di tabloid tersebut yang menudingnya melakukan korupsi ratusan miliar rupiah dan disebut pantas dikirim ke Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan untuk digantung. “Saya merasa tidak pernah melakukan perbuatan korupsi seperti yang dituduhkan sang penulis. Secara pribadi dan keluarga, saya merasa terpojokkan oleh pemberitaan tersebut. Apalagi pemberitaan itu hanya bersifat opini tanpa narasumber,” tegasnya di Tarakan, Kamis (16/5).

Untuk memperoleh data tentang tulisan itu, Gerbangkaltim mendapatkan kiriman foto tentang Laporan Utama tabloid Keker yang menulis terkait Walikota Tarakan. Ada dua judul lembar halaman yang membuat orang nomor satu di Tarakan itu, yakni: “Sepantasnya Diseret ke Tiang Gantungan” dan satu halaman lagi: “Layak Menjadi Penghuni Nusakambangan”. Pada kedua halaman itu, masing-masing dilengkapi foto Udin memakai peci.

Bagi walikota Tarakan ini, kasus serupa juga pernah menimpanya namun bersumber dari media sosial Facebooke.  Seperti yang dimuat di http://diskominfo.tarakankota.go.id, yang diunggah pada 15 September 2011, Walikota Tarakan H Udin Hianggio akhirnya melaporkan dugaan pencemaran nama baik dalam akun jejaring sosial Facebook “Tarakan Ku”. Upaya menempuh jalur hukum ini juga upaya agar tidak ada saling kecurigaan di internal pemerintah kota Tarakan. Mengingat status akun Facebook yang dituliskan tersebut terkesan dilakukan orang dalam dan orang dekat di pemerintah kota.

Walikota Tarakan ketika melapor. Sumber: diskominfo.tarakankota.go.id

“Karena curiga itu berdosa kita. Mudah-mudahan mereka sadar dan memahami apa yang mereka lakukan karena memfitnah orang itu lebih berat dosanya,” ujar Udin, seperti yang dimuat di diskominfo.tarakan.go.id. (mudi/gk-03)

Check Also

Manggar Jadi Perkebunan dan Beternak

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Calon wakil gubernur (cawagub) Kalimantan Timur (Kaltim) Safaruddin memprediksi, kawasan Manggar, Balikpapan Timur, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *