Home » Gerbang Health » Dirut RSKD dengan Keluarga Pasien Bersikukuh
IRD Trauma Center RSKD Balikpapan.(foto:http://www.rsudkanujoso.com)

Dirut RSKD dengan Keluarga Pasien Bersikukuh

GERBANGKALTIM.COM, Balikpapan,— Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Dokter Edy Iskandar, dan pasien bernama Arbayah beserta keluarganya, bersikukuh mempertahankan pendapatnya masing-masing.

Menurut cerita Ardian, salah seorang cucu nenek Arbayah, kekisruhan itu muncul disebabkan neneknya saat itu kondisi kesehatannya kurang baik, yakni dalam keadaan koma. Dalam kondisi tidak sadar inilah, si nenek dipaksa pulang oleh pihak RSKD. Namun, Dirut RSKD Edy Iskandar membantah keras kalau pihak RSKD melakukan hal seperti apa yang ditudingkan keluarga nenek berusia 82 tahun itu.

Dirut RSKD Edy Iskandar menjelaskan, pemulangan yang dilakukan sudah sesuai prosedur dan sudah disampaikan kepada keluarga pasien, bisa dipulangkan dengan menjalani perawatan di rumah. Selain itu, pertimbangan pemulangan ini dilakukan dokter, tentunya dengan melihat kondisi pasien secara medis. “Tidak ada dokter yang memulangkan pasien, jika pasien tersebut masih dalam kondisi sakit,” katanya, Jumat (12/5/2017)

Kasus yang terjadi dengan nenek Arbayah ini, kemungkinan adalah hanya salah komunikasi, karena kemungkinan dokter menyampaikannya dengan bahasa teknis kedokteran yang seharusnya bisa disederhanakan.

Dirut RSKD Edy Iskandar menandaskan, pemulangan pasien Arbayah 82 tahun sudah sesuai prosedur dan seorang dokter juga bekerja diatas sumpah. Selain itu, kinerja dokter juga diawasi sejumlah lembaga, mulai dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI), dan manajemen rumah sakit dimana dokter tersebut berada.

“Bahkan, jika dokter tersebut dalam melaksanakan tugasnya melakukan kegiatan mall praktek, maka bisa jadi yang bersangkutan akan berhadapan dengan proses hukum yang berlaku,” tegas Dr Edy Iskandar.

Cerita yang berkembang, seorang pasien dengan kondisi koma, dipaksa pulang oleh pihak RSKD Balikpapan. Alasannya, kondisi pasien sudah membaik. Diduga pemulangan pasien ini yang sudah renta itu, karena yang bersangkutan menggunakan kartu BPJS kesehatan.

Cucu nenek Arbayah, Ardian mengisahkan, saat dibawa kerumah sakit, kondisi nenek sedang koma. Hingga pada hari Selasa (9/5/2017), kondisi nenek Arbayah, tidak ada perubahan atau masih dalam kondisi yang sama ketika diboyong ke RSKD. Namun keterangan yang diterimanya dari pihak rumah sakit menyatakan, kondisi pasien renta itu sudah cukup baik dan mempersilahkannya untuk pulang.

“Kecurigaan pihak keluarga muncul, karena permasalahan BPJS yang dimiliki nenek Arbayah. Karena nenek seorang pensiunan. Tapi sebenarnya keluarga juga siap, jika dikenakan melalui jalur pasien umum dan membayar normal,” ujar Ardian yang dibnarkan keluarga lainnya. Keluarganya juga curiga terkait rumor, bila pihak Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo, diduga pernah melakukan hal serupa terhadap pasien lainnya.

Check Also

Polisi Turun ke Pasar, Inflasi Terjaga

CAPAIAN inflasi periode Lebaran 2017 atau Juni 2017 yang diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *