Home » Diserang Ddos, Situs Polri.go.id Tinggal 10% Down

Diserang Ddos, Situs Polri.go.id Tinggal 10% Down

BALIKPAPAN, GERBANGKALTIM.COM,— Situs Kepolisian Republik Indonesia www.polri.go.id saat ini tengah diserang haker yang menggunakan teknik Denial of Service Attacks atau dikenal Ddos.

Akibat serangan ini, web polri.go.id menuju detik-detik down dan saat berita ini ditulis posisinya tinggal 10 persen down. Pada posisi begini, web sangat lambat dibuka bahkan tidak dapat dibuka, dan muncul peringatan: This webpage is not available. The connection to polri.go.id was interrupted.

Imbas dari serangan ini, beberapa web yang menggunakan sub domain polri.go.id tampak ikut melambat.

Seperti yang diberitakan Merdeka.com, memang muncul ajakan meretas situs Polri secara massal di Facbook, oleh akun yang menamakan dirinya Pembela Tauhid. Bahkan lewat aku itu, diberikan petunjuk untuk melakukan serangan yang dapat dilakukan oleh orang awam sekalipun.

Menurut penelusuran Gerbangkaltim.com ternyata serangan itu menggunakan teknik Ddos. Orang yang ikut melakukan serangan, sebenarnya dimanfaatkan oleh penyerang asli sebagai zombie melalui komputer dan jaringan internet masing-masing. Makin banyak yang menjadi zombie, akan makin dahsyah serangannya.

Seperti yang ditulis dalam Wikipedia Ensiklopedia Bebas, serangan Ddos adalah jenis serangan terhadap sebuahkomputer atauserver di dalam jaringaninternet dengan cara menghabiskan sumber (resource) yang dimiliki oleh komputer tersebut sampai komputer tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan benar sehingga secara tidak langsung mencegah pengguna lain untuk memperoleh akses layanan dari komputer yang diserang tersebut.

Serangan Ddos itu antara lain dalam bentuk, membanjiri lalu lintas jaringan dengan banyak data sehingga lalu lintas jaringan yang datang dari pengguna yang terdaftar menjadi tidak dapat masuk ke dalam sistem jaringan. Teknik ini disebut sebagaitraffic flooding.

Membanjiri jaringan dengan banyak request terhadap sebuah layanan jaringan yang disedakan oleh sebuah host sehingga request yang datang dari pengguna terdaftar tidak dapat dilayani oleh layanan tersebut. Teknik ini disebut sebagairequest flooding.

Mengganggu komunikasi antara sebuah host dan kliennya yang terdaftar dengan menggunakan banyak cara, termasuk dengan mengubah informasi konfigurasi sistem atau bahkan perusakan fisik terhadap komponen dan server.

Serangan ini pertama kali muncul tahun1999, namun masih dianggap klasik, dan awalFebruari 2000, sebuah serangan yang besar dilakukan sehingga beberapa situs web terkenal sepertiAmazon,CNN,eBay, danYahoo! mengalami “downtime” selama beberapa jam. Serangan yang lebih baru lagi pernah dilancarkan pada bulanOktober 2002 ketika 9 dari 13root DNS Server diserang dengan menggunakan DDoS yang sangat besar yang disebut dengan “Ping Flood“.

Di Indonesia sendiri, situs besar seperti Kaskus pernah diserang dengan Ddos oleh komunitas haker dari Yogyakarta, dan akhiri peseteruan dengan sebuah perjanjian.

Belum ada cara untuk mencegah serangan Ddos ini seratus persen, kendati saat ini ada situs yang menawarkan layanan pencegahan terhadap Ddos. Langkah ini memang paling tidak bisa mengurangi serangan Ddos, namun pilihan terhadap hosting yang berkualitas dan terpercaya bisa menghindari Ddos ini juga merupakan langkah awal yang harus kita pikirkan dalam menempatkan data web.(gk-03)

Check Also

Pedagang Dapat Modal Tanpa Agunan

#KaloRusmadiGubernurnya Samarinda, GERBANGKALTIM.COM,- Tak perlu menggadai Buku Pemilik Kendaraan Bermotor atawa BPKB. Demikian tagline salah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.