Home » Gerbang Grenn » Ditemukan 2 Tengkorak Orangutan di Sungai Mangkutup Kalteng
Foto: BOS Eko Prasetyo(http://orangutan.or.id)

Ditemukan 2 Tengkorak Orangutan di Sungai Mangkutup Kalteng

Balikpapan, GERBANGKALTIM.com,—Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS) menemukan dua tengkorak orangutan di kawasan Sungai Mangkutup, Kabupaten Kapuas, Kalteng.  Orangutan yang ditemukan mati dan tersisa tengkorak itu diduga akibat kebakaran hutan dan lahan gambut di wilayah ini.

CEO Yayasan BOS Jamartin Sihite, mengatakan, menindaklanjuti ditemukannya dua tengkorak orangutan dan terjadinya kebakaran hutan tim gabungan dari BKSDA Kalimantan Tengah dan Yayasan BOS melalui Program Konservasi Mawas dan Program Reintroduksi Orangutan Nyaru Menteng meluncurkan misi pertolongan berskala besar.

Tim gabungan berhasil menyelamatkan dan memindahkan 39 individu orangutan terdiri dari 25 dewasa (9 jantan, 16 betina) dan 14 anak (10 jantan, 4 betina) dari kawasan rawan di Mangkutup ke hutan di sekitar Sungai Mantangai Kabupaten Kapuas.

“Upaya penyelamatan dan pemindahan ini kami sebut translokasi. Lokasi ini kami pilih karena ketersediaan pohon pakan yang dinilai cukup, serta keamanan dari pembalak liar yang banyak kami temukan di sepanjang Sungai Mangkutup,” kata Jamartin Sihite.

Survei Yayasan BOS November lalu menemukan setidaknya 30 individu orangutan dalam wilayah sepanjang 500 meter di tepi Sungai Mangkutup. Diduga orangutan itu terpaksa keluar dari wilayah jangkauannya akibat kebakaran hutan bulan Oktober. Namun karena tim survei tidak dilengkapi dengan sumber daya dan peralatan yang memadai, upaya penyelamatan tidak bisa dilaksanakan.

“Kabut asap dan kebakaran hutan yang masif ini sebagian besar terjadi karena ulah manusia juga. Kebakaran hutan di Kawasan Konservasi Mawas jelas menimbulkan masalah bagi populasi 3.000 orangutan liar yang ada di sana,” ucapnya.

Sebelumnya BKSDA Kalimantan Tengah bersana menyita 3 bayi orangutan liar dari penduduk wilayah Mangkutup.

“Tidak ada informasi yang jelas mengenai apa yang terjadi terhadap para induk orangutan tersebut, namun kami menduga ini terkait erat dengan kebakaran hutan dan kemudian penduduk setempat memelihara ketiganya. Selama terjadinya kebakaran hutan, para orangutan kerap terpaksa keluar dari habitat mereka, dan mendekati pemukiman penduduk. Hal ini tentu memunculkan potensi konflik dengan manusia,” terangnya.

Manajer Program Konservasi Mawas Jhanson Regalino mengungkapkan, kemungkinan jumlah individu orangutan yang membutuhkan pertolongan masih lebih besar dari pada yang mereka temukan di lapangan.

“Karena sejujurnya, kami belum sepenuhnya berhasil menyusuri seluruh daerah dalam wilayah konservasi Mawas yang sempat terbakar beberapa waktu lalu. Hutan kecil di sekitar Sungai Mangkutup itu vegetasi pakan orangutannya sudah semakin menipis akibat kebakaran, sementara pembalakan liar di sana juga intensif. Jadi ini merupakan prioritas kami. Saat ini, kami terus berusaha memastikan orangutan yang kami translokasi hidup tanpa gangguan di tempat mereka yang baru di Mantangai dan Bagantung,” bebernya.

Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Nandang Prihadi, menambahkan, bencana kebakaran hutan dan kabut asap yang secara masif melanda Kalimantan Tengah sepanjang September dan Oktober lalu telah memberi dampak negatif terhadap kesehatan tidak hanya pada manusia, namun juga satwa liar termasuk yang dilindungi seperti orangutan.

“Kami tengah berusaha mendata sekaligus menyelamatkan orangutan yang tersisa demi kelangsungan upaya pelestariannya. Tindakan translokasi satwa yang telah sehat ke habitat yang lebih baik, dengan keamanan dan ketersediaan pakan yang cukup menjadi krusial dilakukan saat ini. Oleh karena itu kerjasama semua pihak tak terkecuali pemerintah daerah dan LSM sangat dibutuhkan,” katanya. (trd-gk)

Check Also

Panwaslu Paser: 25 September Batas Akhir Pendaftaran Panwascam

Tana Paser (gerbangkaltim.com) Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Paser telah membuka pendaftaran anggota Panitia Pengawas ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *