Home » GerbangNews » DPRD BENTUK TIM INVESTIGASI
Gedung DPRD Balikpapan.

DPRD BENTUK TIM INVESTIGASI

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Mengetahui Pertamina sudah mengakui tercecernya minyak akibat dari patahan/bocoran pipa miliknya, akhirnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang tadinya akan membuat panitia khusus (pansus) terpaksa dibatalkan. Namun para wakil rakyat ini akan membentuk tim investigasi.

Pembentukan tim investigasi ini, menurut Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh, tim investigasi untuk mencari tahu seberapa besar   kerugian Balikpapan akibat dari  tumpahan minyak milik Pertamina di perairan Teluk Balikpapan.

Dibatalkannya pembentukan pansus, awalnya untuk mencari tahu asal dan pelaku tumpahan minyak di Teluk Balikpapan, tapi akhirnya Pertamina mengaku penyebabnya. Sebagai gantinya, DPRD membentuk tim investigasi.

“Setelah Pertamina mengakui dan bertanggungjawab, maka dewan langsung membatalkan pembentukan tim pansus. Tapi untuk mencari tahu kerugian yang dialami Balikpapan terkait tumpahan minyak, dewan akan membentuk tim investigasi dan meminta kepada Pertamina untuk bertanggungjawab secara keseluruhan,” ujar Abdulloh.

Sementara itu, terkait dengan tumpahan minyak yang mengakibatkan kebakaran hebat juga berdampak pada kondisi kesehatan warga terdekat lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Jumlah pasien yang terdampak akibat musibah tumpahan minyak di kawasan perairan Teluk Balikpapan sudah berkurang.

Kendati demikian, tim meminta warga agar menggunakan masker dan selalu menjaga kebersihan. Pertamina bekerja sama dengan Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) masih membuka posko kesehatan di Kampung Baru Ulu dan Kampung Atas Air, sebagai bentuk komitmen terhadap kesehatan masyarakat setempat setelah terjadinya pencemaran akibat tumpahan minyak itu. Di posko ini, selain pemeriksaan kesehatan juga pemberian obat secara gratis.

Sepekan pasca musibah, warga yang meminta untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan sudah jauh berkurang. Sebelumnya ada sekitar 100 orang yang datang setiap harinya, tapi beberapa hari terakhir hanya 20 orang saja yang datang. Sebagian besar memang masih mengeluhkan sakit pernapasan dan ada juga keluhan sakit lainnya.

“Beberapa hari terakhiir ini jumlah pasien yang datang jauh berkurang, menyusul semakin baiknya kondisi perairan Teluk Balikpapan. Kami meminta, warga agar menggunakan masker dan selalu menjaga kebersihan,” kata Tim kesehatan Pertamina Kalimantan, Dokter Fransisca menyarankan. (hm/sh)

Check Also

Rusmadi, “Saya Malu Samarinda Banjir”

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Soal banjir yang makin dikeluhkan masyarakat Kota Samarinda,  Rusmadi menceritakan pengalamannya, bahwa jika …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *