Home » GerbangNews » E-Commerce Indonesia Capai Rp.440 Trilyun
Staf Ahli Bidang Hukum Menteri Komunikasi Informatika (Kominfo) Republik Indonesia, Henry Subiakto, SH, MA, saat mengisi kompetensi berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) bidang Kominfo kepada para lulusan SMK di Kabupaten Paser, Selasa (5/9)

E-Commerce Indonesia Capai Rp.440 Trilyun

Tana Paser (gerbangkaltim.com) Staf Ahli Bidang Hukum Menteri Komunikasi Informatika (Kominfo) Republik Indonesia, Prof.Dr.Henry Subiakto, SH, MA mengatakan pada tahun 2016 jumlah uang Indonesia yang beredar di perdagangan elektronik atau e-commerce mencapai Rp.440 Trilyun.

“Data menurut idea, lembaga e-commerce Indonesia, pada tahun 2016 jumlah uang di Indonesia yang beredar melalui e-commerce, atau yang beredar di internet mencapai Rp.440 Trilyun,” kata Prof.Dr.Henry Subiakto, SH, MH di Tanah Grogot Kabupaten Paser Kalimantan Timur, Selasa (5/9), saat mengisi kompetensi berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) bidang Kominfo kepada para lulusan SMK di Kabupaten Paser.

Pada tahun 2013 saja, kata Henry, uang di Indonesia yang beredar melalui e-commerce mencapai Rp.112 Trilyun.

Hal itu menurut Henry, karena masyarakat Indonesia pada saat ini mulai beralih ke era teknologi informasi, di mana semua kegiatannya sehari-hari berurusan dengan teknologi atau internet.

“Saat ini orang sudah beralih ke teknologi. Hampir setiap orang memiliki handphone, atau smartphone yang ditunjang dengan internet,” kata Henry.

Masyarakat lanjut Henry, mulai berdagang dan belanja melalui internet. Bahkan bersosialisasi pun banyak dilakukan di media sosial seperti facebook, twitter, instagram, dan whatsapp.

Menurut peneletian kata Henry, masyarakat tidak bisa lepas dari smartphonenya lebih dari 7 menit.

“Menurut penelitian, kita tidak bisa lepas dari smartphone selama 7 menit. Mau bangun tidur saja yang dicari pasti smartphone,” ujar Henry.

Pada tahun 2020, Presiden Joko Widodo menargetkan Indonesia sebagai pusat dari e-commerce di kawasan asia tenggara.

“Tahun 2020, Indonesia direncanakan oleh Presiden Joko Widodo sebagai pusat dari e-commerce untuk kawasan Asia Tenggara,” kata Henry.

Transformasi yang besar itu menurut Henry perlu diseimbangkan dengan pemahaman yang benar tentang teknologi dan informasi.

“Masyarakat harus dibekali juga dengan cara penggunaan teknologi dan informasi. Sehingga tidak melanggar undang-undang,” kata Henry.(Jya)

Check Also

Kodim Grogot Inisiasi Pembentukan Posko Terpadu Karhutla 

Kodim 0904 Tanah Grogot menginisiasi pembentukan posko terpadu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *