Home » GerbangNews » Film Bidadari Terakhir Lahir Tayang 10 September

Film Bidadari Terakhir Lahir Tayang 10 September

Balikpapan, GERBANGKALTIM.com—Masyarakat Indonesia khususnya masyarakat kota Balikpapan sebentar lagi akan menikamati film layar lebar “ Bidadari Terakhir” yang dirilis pada 10 September mendatang. Film ini mengambil latar kota Balikpapan dan kisah nyata percintaan dua insane muda Balikpapan.

Imagine dan Ganesha Perkasa Film yang memproduksi film ini, menggelar special screening, Press conference dan meet and greet di kawasan BSB E walk, pada Sabtu (5/9).

Hadir pada kesempatan langka itu bintang tamu Wulandary Herman pemeran Eva dan Maxime Bouttier pemeran Rasya dan penulis buku Bidadari Terakhir Agnes Davonar, sutradara Awi Suryadi dan Produser Chetan Samtani. Film ini mengangkat kisah nyata dua insane anak Balikpapan. Yakni kisah seorang mahasiswa yang jatuh cinta pada PSK.

Kisah mereka sebelumnya dituangkan dalam sebuah novel Agnes Davonar. Pembuatan film ini tidak lepas dari keinginan dan perbincangan kaula muda khususnya mahasiswa di Indonesia yang menginginnkan cerita itu diangkat ke layar lebar.
“Akhirnya Keinginan mahasiswa di Indonesia itu menjadi nyata,” ujar produser Chetan Samtani di Balikpapan.

Harapanya kata Chetan, film ini mampu memberi warna baru di perfilman Indonesia dan menginspirasi jutaan remaja di Indonesia,dan semua mahasiswa yang menssuport hastag #Eva4Movie.

Sedangakan alasan setting diambil di Kota Balikpapan selain mengangkat kisah yang benar-benar terjadi di kota minyak ini, juga kota ini dinilai lebih nyaman dan bersih. Hal ini diungkapkan pula oleh sang sutradara Awi Suryadi.
“Kota ini lebih nyaman. Kita juga mengambil settingan dari novel Balikpapan, akses jalan serta kebersihan di kota ini menjadi pilihan dalam syuting,” tutur Awi.

“ Kalau kalian melihat film ini pasti kalian ingin sekali mengunjungi kota Balikpapan,” sambungnya.
Bukan hanya keindahan kota saja, tapi juga ceritanya yang kuta membuat Wulandary yang merupakan putrid Indonesia 2013 tertarik memerankan pemeran utama “Eva”.

Senada juga diungkapkan Maxime Bouttier pemeran Rasya yang pernah tinggal di Balikpapan ini menilai telah banyak terjadi perubahan kota Balikpapan. “ Aku dulu pernah tinggal di Balikpapan. Kira-kira 10 tahun lalu, karena papahku kerja di salah satu perusahaan tambang. Dan perubahan Balikpapan dari dulu hingga sekarang sangat jauh berubah,” ungkap Maxime.

Aktris Wulandari yang kali pertama tampil di dunia layar lebar bahkan sebagai pemeran PSK, dinilai penampilan cukup Pede dan berani untuk mengambil peluang peran itu.
“Ini film perdana aku dan aku harus memerankan peran yang sangat berat dan bertolak belakang sekali dengan gelarku sebagai Putri Indonesia. Tp untungnya Yayasan Putri Indonesia sangat mensupport aku” ujar Wulandary yang sehari-harinya jadi berprofesi sebagai model.

Wulandari juga mendapat penilaian lain dari lawan mainnya Maxime Bouttier pun mengaku sangat tertantang memerankan pemeran utama di film ini yaitu sebagai mahasiswa yang jatuh cinta dengan seorang PSK.

Menurut Maxime lawan mainnya Whulandary meski baru kali perdana sebagai pemain, tapi totalisme dan keinginan untuk belajar Whulan sangat besar.

Chemistry keduanya terlihat sekali saat ditemui pada acara roadhsow to campus, sebagai rangkaian acara promo mereka yang diadakan di 5 kota besar Di Indonesia bersama Chocomania. Termasuk kegiatan yang digelar di Balikpapan, kemarin. Film “Bidadari Terakhir” ini akan rilis di bioskop 10 September mendatang. (rif/fey-Gk)

Check Also

BNNK BALIKPAPAN PERINGATI HANI 2018

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Setelah tertunda, pelaksanaan peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2018 ru bisa dilaksanakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.