Home » GerbangNews » Green Generation Tetap Beraktivitas

Green Generation Tetap Beraktivitas

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) Muhaimin, secara tegas menyatakan  organisasi Green Generation (GG) Balikpapan akan terus  melakukan aktivitasnya, meski  ketuanya “P” tersandung  kasus dugaan pencabulan. “P” disebut-sebut terlibat kasus kekerasan terhadap anak, sehingga harus bertanggungjawab terhadap apa yang sudah diperbuatnya.

Organisasi Green Generation yang berada dibawah naungan Disdikbud Kota Balikpapan, dirasa masih memiliki manfaat bagi para remaja di “Kota Beriman” ini, sehingga wadah ini harus terus berjalan seperti apa yang sudah pernah dilakukan selama ini, yakni melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dianggap positif bagi sejumlah pemuda-pemudi di Balikpapan.

Menurut muhaimin, kegiatan organisasi yang diketuai “p” tidak bisa dikaitkan  dengan pribadi pelaku. Karena itu, aktivitas Organisasi Green Generation akan terus berjalan. “Jika memang nantinya nama green generation erat hubungannya dengan  pelaku, maka bisa saja akan berganti namanya. Tujuannya, agar kegiatan positif yang ada tetap terlaksana,” kata Kadisdikbud Muhaimin.

Sementara itu, “P” yang banyak diketahui warga setempat adalah pemuda yang memiliki talenta dan berprestasi, mau tidak mau harus menghadapi kenyataan pahit terkait dengan apa yang pernah dilakukan sebelumnya. “P”, disebut-sebut mendapatkan beasiswa ke London, Inggris. Akibat kasus ini, “P” terpaksa tidak bisa melanjutkan studinya diluar negeri.

Terkait dengan pendidikannya, “P” dikabarkan akan menjalani prosesi wisuda  dalam di salah satu fakultas terkemuka di Yogjakarta. Saat itu, pelaku  pencabulan dibawah umur dibeluk Ditreskrimum Polda Kaltim di  Yogjakarta, Jawa Tengah (Jateng). Pemuda yang disebut-sebut terpelajar asal Balikpapan ini, harus menjalani proses hukum di Polda Kaltim akibat perbuatannya.

Terkait dengan kasus tersebut, pelaku terus diperiksa penyidik Polda Kaltim. “Saat ini masih dilakukan penyidikan lanjutan,” kata Dir Reskrimum Polda Kaltim Kombes Pol Hilman. Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti seperti handphone dan laptop milik pelaku.

DIADILI

Terkait kasus ini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, memastikan pelaku kasus kekerasan seksual yang dilakukan “P”, bukan tidak mungkin akan berlanjut ke meja hijau alias diadili di Pengadilan Negeri (pn). Selain itu, Kemen PPA juga akan memberikan pendampingan kepada para korban.

Kementerian PPPA memastikan akan mengawal kasus dugaan kekerasan seksual yang dilakukan  seorang fasilitator organisasi anak di Balikpapan tersebut. Dalam kasus ini, korban-korbannya merupakan anggota organisasi anak yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia,   diantaranya Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).  Pelaku saat ini telah diamankan Polda Kaltim bekerja sama dengan Polda Provinsi DIY.

Kasus “P” ini bisa terjadi dimana saja.  Untuk itu, Kementerian PPPA telah menginisiasi Pengembangan Program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), yaitu menciptakan lingkungan yang aman untuk tumbuh kembang anak,  baik dengan meningkatkan elastisitas anak itu sendiri agar mampu melindungi dirinya.

Menteri Yohana, mengatakan kasus yang terjadi di Balikpapan ini bagian dari kasus kasus lain yang terjadi di seluruh Indonesia. Kasus “P” terjadi di organisasi anak yang notabene ada dibawah binaan Kemen PPPA. Karena tersembunyi, sehingga banyak korbannya. Untuk itu, Kemen PPPA akan terus mengawal kasus ini hingga ke meja hijau.

Selain itu, Kemen PPPA juga menganggap pentingnya memberikan pendampingan bagi para korban dalam proses rehabilitasi serta trauma healing bagi anak-anak korban kekerasan seksual dengan melibatkan peran Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinas PPPA) serta Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2a) di Provinsi Kalimantan Timur dan DIY. (hm/sh)

 

Check Also

Kodam VI/Mlw Tambah 12 Pos di Perbatasan

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Kodam VI/Mulawarman akan menambah 12 pos dari 40 perbatasan yang sudah ada di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.