Home » Inflasi Juli 2013 Samarinda 4,10 % di Atas Nasional

Inflasi Juli 2013 Samarinda 4,10 % di Atas Nasional

JAKARTA, GERBANGKALTIM.COM,— Tiga kota di Kalimantan Timur, pada bulan Juli 2013 kompak mengalami inflasi cukup tinggi. Kota Samarinda inflasinya mencapai 4,10 persen, berada di atas angka inflasi Juli 2013 rata-rata nasional yang mencapai 3,29 persen. Disusul inflasi Kota Balikpapan mencapai 3,75 persen dan Tarakan 2,91 persen.

Inflasi di tiga kota ini rata-rata disebabkan kenaikan kelompok makanan, seperti daging, cabai rawit dan bawang merah, disamping akibat adanya kenaikan kelompok transportasi sebagai dampak adanya kenaikan bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah sebelumnya.

Menurut berita resmi statistik oleh Badan Pusat Statistik, secara nasional pada bulan Juli 2013 terjadi inflasi sebesar 3,29 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 144,63. Dari 66 kota IHK, tercatat seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Ternate 6,04 persen dengan IHK 147,05 dan terendah terjadi di Singkawang 1,36 persen dengan IHK 146,30.

Berdasarkan data BPS, kota di Kalimantan juga mengalami inflasi cukup tinggi, seperti di  Pontianak sebesar 3,36 persen,  Sampit 2,66 persen, disusul Banjarmasin berada pada 2,24 persen dan Palangkaraya 2,09 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Juli 2013 antara lain: bensin, tarif angkutan dalam kota, bawang merah, daging ayam ras, ikan segar, cabai rawit, beras, tarif angkutan udara, tarif angkutan antar kota, telur ayam ras, rokok kretek filter, daging sapi, nasi dengan lauk, kentang, tomat sayur, cabai merah, ikan diawetkan, ayam goreng, kue kering berminyak, mie, soto, mie kering instant, ayam hidup, daging ayam kampung, daging kambing, bayam, kacang panjang, kangkung, petai, pisang, semangka, tomat buah, kelapa, bubur, kue basah, martabak, sate, rokok kretek, batu bata/batu tela, pasir, tarif sewa rumah, upah tukang bukan mandor, bahan bakar rumah tangga, upah pembantu rumah tangga, uang sekolah TK, uang sekolah SD, uang sekolah SLTP, uang kuliah Akademi/PT, dan solar. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah: emas perhiasan dan bawang putih.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan Syahruni kepada wartawan di Balikpapan Kamis (01/8/2013) mengakui inflasi di Balikpapan berasal dari kelompok bahan  makanan seperti bawang merah, daging ayam ras, cabai rawit dan ikan. Kenaikan harga barang ini terjadi akibat momen Ramadan serta adanya dampak dari kenaikan bahan bakar minyak bersubsidi (BBM) beberapa waktu lalu.

Menurutnya, selain kelompok bahan makanan, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan juga memberikan andil inflasi di atas 1% yakni sebesar 1,039%. Adapun sisanya, andil inflasi tercatat di bawah 1% seperti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,83%, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,04%, kelompok perumahan air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,08%, kelompok sandang sebesar 0,006% dan kelompok kesehatan 0,007%.

“Akibat inflasi yang melonjak cukup tajam ini, laju inflasi secara tahunan (year on year) di Balikpapan mencapai 9,34 persen. Perlu ada kebijakan pemerintah karena hampir mencapai dua digit,” kata Syahruni.(Rd)

Sumber: BPS 

Check Also

Kodim Grogot Inisiasi Pembentukan Posko Terpadu Karhutla 

Kodim 0904 Tanah Grogot menginisiasi pembentukan posko terpadu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *