Home » GerbangEducations » Ingin Sukses UN, Jangan Percaya Bocoran Soal
Syaharie Jaang, menjadi Pembina upacara di SMAN 5.(foto: Humas Pemkot Samarinda)

Ingin Sukses UN, Jangan Percaya Bocoran Soal

Samarinda, GERBANGKALTIM.com,—Ujian Nasional (UN) yang setiap tahun dihadapi para pelajar sebelum melanjutkan ke jenjang berikutnya, kadang dianggap sesuatu yang menakutkan. Beragam cara mereka menyikapinya. Lantas bagaimana seorang Walikota Samarinda menyikapinya?
Berikut ini tips agar pelajar sukses menghadapi UN.
“Hari ini ada beberapa tips dan motivasi, mudahan bisa diterapkan anak-anaku supaya nanti bisa sukses dalam UN tahun ini. Pertama, anak-anaku harus fokus dan mantapkan niat mengikuti UN. Jangan tidak fokus, atau ada yang diurus selain UN. Jangan bercabang dululah,” kata Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang, yang menyisihkan waktu paginya untuk menjadi Pembina apel di SMAN 5 sekaligus memberikan tips dan motivasi agar sukses UN, Senin (6/4/2015).
Kedua lanjut Jaang, agar tidak lupa meminta restu dan doa kepada orang tua. “Kalau orang tua jauh, disampaikan lewat telpon bahwa akan ada ujian, dan minta restu juga doanya. Bagi yang orang tuanya meninggal, didoakan beliau sesuai agamanya. Khusus yang muslim, hadiahkan surat Al Fatihah dan mendoakan mereka supaya diberikan tempat yang layak disisi Allah,” tandasnya.
Kemudian ketiga, sebutnya tidak kalah penting lagi, harus belajar dan berdoa. “Belajar terus dan fokus, namun kalau tidak berdoa, kurang afdol. Insya Allah dengan doa akan ada nilai tambahnya. Daya ingat bisa kuat, bisa konsentrasi menjawab dan diberikan kemudahan serta teliti dalam menjawab. Makanya berdoa itu jangan disepelekan,” tuturnya.
Tidak kalah penting juga, sebut Jaang poin ke empat. Dimana supaya peserta UN tidak terpengaruh hal-hal negative. “Jangan percaya juga tentang bocoran soal dan bocoran kunci jawaban. Kita harus yakin dengan kemampuan kita dan doa kita. Saya doakan, anak-anaku semua bisa sukses, bagi peserta UN kelas XI juga sukses dan sukses pula melanjutkan hingga ke perguruan tinggi,” tandasnya.
Jaang mengatakan sekolah ini tidak gampang, harus belajar, berusaha dan berjuang. “Tapi jauh lebih susah, melalui perjuangan berat orang tua kita yang menyekolahkan kita. Bagaimana orang tua memikirkan anak-anaknya supaya bisa sekolah dan sukses, orang tua tidak pernah meminta balas budi. Tekun beribadah, taat dan berbakti kepada orang tua, orang tua kita sudah senang,” pungkas Jaang.(hms2)
Sumber: Pemkot Samarinda

Check Also

PENJUAL IKAN BAKU TIKAM

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Dua penjual ikan di Pasar Pandansari Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Baharuddin dan Mustamin, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *