Home » Gerbang Business » Jadi Langganan Maskapai, Kini Bisa Bangun Rumah

Jadi Langganan Maskapai, Kini Bisa Bangun Rumah

Gencarnya Promosi Wisata Kuliner Nasi Kuning

“ULUN (saya, red) banyak terima kasih dengan pian (Anda, red) sekarang bisa bangun rumah. Ini berkat launching dan promosi pian wisata kuliner kampung nasi kuning yang sudah tidak hanya di Lambung Mangkurat saja”

Syaharie Jaang bersama isteri dan kepala Disbudparkominfo (baju kaos kuning) ketika menyatap nasi kuning milik Abdurahman (baju kaos belang-belang berkerah).
Syaharie Jaang bersama isteri dan kepala Disbudparkominfo (baju kaos kuning) ketika menyatap nasi kuning milik Abdurahman (baju kaos belang-belang berkerah).

Demikian Abdurahman, pemilik warung nasi kuning Bumbu di Jl Lambung Mangkurat ketika menerima kunjungan wali kota Samarinda H Syaharie Jaang dan kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Kominfo Samarinda HM Faisal dalam rangka penyerahan bantuan plang nama.

Namun Syaharie Jaang yang datang didampingi isteri tidak lantas jumawa. “Itu semua rejeki dari Allah. Selaku wali kota saya tentunya ingin semua yang berusaha bisa berkembang dan sukses. Alhamdulillah sekarang bapak bisa bangun rumah, tapi itu rejeki dari Allah. Saya bersama jajaran akan terus mempromosikan dan rejeki sudah ditentukan oleh Allah,” tutur Jaang.
Jaang merasa bangga sekarang warung nasi kuning terus menjamur bukan hanya di kawasan Lambung Mangkurat saja, namun menjamurnya ini tidak mengurangi pendapatan dari Abdurahman yang mampu membangun rumah, karena rejeki itu sudah diatur.
Jaang mengakui ketika ada tamunya yang juga petinggi dari luar daerah, termasuk dari Jakarta, Bali dan Sumatera, selalu mempromosikan keberadaan wisata kuliner tengah malam kampung nasi kuning.
Abdurahman sendiri mengaku tidak jarang melayani pelanggan dari luar daerah. “Bahkan pernah tiap hari Sabtusalah satu maskapai penerbangan pesan 50 kotak. Artinya promosi kampung nasi kuning begitu luar biasa. Sekali lagi terima kasih pak wali,” bebernya.
Abdurahman menyebutkan khusus di warungnya hampir 24 jam berjualan nasi kuning sehingga tidak sedikit omset diraihnya dan mampu membangun rumah.
“Sehari semalam bisa menghabiskan 25 kilogram beras. Istirahat Cuma jam 12 siang sampai jam 1,” ungkapnya.
Isteri wali kota Samarinda selaku ketua Forum Kota Sehat (Forkots) Samarinda berpesan agar tetap memperhatikan faktor kebersihan. “Kebersihan penting, baik kebersihan warungnya maupun masakannya. Tetap pertahankan rasanya yang sudah nyaman, tapi jangan sampai menggunakan zat pewarna karena berbahaya untuk kesehatan pelanggan,” imbuhnya.
Puji sendiri sebagai ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Samarinda selain gencar mepromosikan kampung tenun, juga tidak melupakan promosi kampung nasi kuning.(hms2)
 Sumber: Humas Pemkot Samarinda

Check Also

Pertamina Barokah Berakhir Meriah

Kompetisi selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan tahun ini akhirnya berakhir dengan enam pemenang. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.