Kaltim Summit Percepatan Pembangunan
<p>
SAMARINDA,- Penyelenggaraan Kaltim Summit merupakan salah satu upaya untuk memecahkan hambatan yang selama ini mengganggu pelaksanaan pembangunan sehingga berakibat tidak optimalnya target di sejumlah sektor.
“Kaltim Summit merupakan salah satu upaya pemerintah dengan melibatkan swasta dan masyarakat untuk menemukenali persoalan sehingga dapat disusun rumusan sebagai langkah solutif dalam pencapaian percepatan pembangunan,” kata Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak pada Forum Kaltim Summit 2010, Kamis(7/1).
Dengan demikian, lanjutnya pemangku kepentingan perlu duduk bersama dalam upaya sinkronisasi, koordinasi, konsultasi dan negoisasi dalam forum diskusi dan rapat kerja yang diharapkan mampu menghasilkan rencana aksi untuk optimalisasi pelaksanaan pembangunan dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kaltim memiliki wilayah terluas di Indonesia dengan sumber daya alam berlimpah yang seharusnya dapat membangun daya saing daerah dan mampu mensejahterkan rakyat dengan total produk domestik regional bruto (PDRB) 2008 mencapai Rp315 triliun.
Namun demikian, kondisi ini justeru menyisakan persoalan pengangguran mencapai 157.425 orang atau 11,09 persen, begitu pula dengan angka kemiskinan 259.450 orang atau 8,39 persen.
Menurut gubernur, dengan forum tersebut dapat tercipta perbaikan kebijakan untuk mendorong percepatan pembangunan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, penegakan hukum serta reformasi birokrasi.
Khusus untuk bidang ekonomi perlu bergeser dari yang berbasis migas dan pertambangan yang tidak dapat diperbaarui menuju sektor pertanian (renewable resource) yang terintegrasi dari hulu hingga hilir melalui pendekatan klaster indutri pertanian.
Walaupun demikian ditegaskannya bahwa sektor migas dan pertambangan tetap dikelola secara bijak dan berkelanjutan dalam suatu klaster industry sehingga dapat memberikan nilai tambah.
Padahal kata dia, ekonomi Kaltim 2009 masih didominasi sektor migas dan pertambangan yang mencapai Rp271,74 triliun atau 75,49 persen terhadap pembentukan PDRB Kaltim yang mencapai Rp359,98 triliun tetapi hanya menyerap tenaga kerja 11,74 persen.
Namun pertumbuhan ekonomi Kaltim dengan migas sejak 2000 hingga 2009 berfluktuasi 1,88 persen hingga 4,52 persen di bawah angka rata-rata nasional. Sedangkan tanpa migas 5,24 persen hingga 12,62 persen yang berada di atas angka nasional.
“Dengan menjaring berbagai masukan yang bersifat membangun dari pemangku kepentingan dapat memecahkan masalah guna percepatan pembangunan serta mempedalam rasa memiliki terhadap program pemerintah untuk membangun Kaltim ke depan,” Demikian Awang Faroek Ishak.(yans/hmsprov)
Sumber: www.kaltimprov.go.id
Incoming search terms:
sabu sabu, berita terbaru kaltim, logo polres paser, logo polres nunukan, sdn 18 balikpapan utara, berita terkini kaltim, ilir dahri, program sertifikat tanah gratis samarinda, gus dur presiden dan BPN, berita kaltim yang terbaru


