Home » GerbangNews » Kasus Dugaan Penistaan Agama, JPU Akan Hadirkan Pegawai MUI
Ilustrasi: Gedung PN dan petugas.(foto: ist)

Kasus Dugaan Penistaan Agama, JPU Akan Hadirkan Pegawai MUI

GERBANGKALTIM.COM, Balikpapan,- Persidangan lanjutan kasus dugaan penistaan agama Islam yang mendudukan di kursi pesakitan terhadap terdakwa Otto Raja, di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) menghadirkan pegawai Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabu (31/52017).

Menurut JPU Kejari Balikpapan, Rahmad Isnani, ada dua pegawai MUI yang akan dimintai keterangannya terkait kasus dugaan penistaan agama Islam. Salah satunya yakni Jailani. Selain saksi ahli, jaksa juga menghadirkan 4 saksi lain, yakni dari kalangan umum.

Jumlah saksi yang akan dihadirkan jaksa diagendakan 6 orang. Agenda ini sesuai dengan permintaan majelis hakim PN Balikpapan yang diketuai Amiruddin. Keenam saksi diharapkan bisa koperatif, sehingga persidangan dapat berjalan lancar sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

“Pada sidang lanjutkan yang akan dilaksanakan Rabu 31 Mei 2017 itu, menghadirkan 6 saksi, dimana 2 diantaranya saksi ahli dari MUI Balikpapan, dan empat saksi lainnya biasa atau umum,” ujar JPU Kejari Balikpapan, Rahmad Isnani, belum lama ini.

Seperti diberitakan GERBANGKALTIM.COM, Balikpapan terdahulu, terdakwa kasus dugaan penodaan agama, Otto Rajarasa mengasumsikan, naik haji cukup ke Jakarta, dan tidak perlu ke Mekkah. Akibat dari ulahnya inilah, Dia berurusan dengan hukum.

Otto Rajarasa, sebelumnya hanya sebagai tahanan kota, namun berdasarkan penetapan Pengadilan Negeri Balikpapan Nomor 291 tentang pengalihan penahan, terdakwa terduga penista agama itu akhirnya dijebloskan ke sel Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas 2 A Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).

Pertimbangan majelis hakim melakukan penahanan, karena khawatir terdakwa melarikan diri atau mengulangi perbuatannya, menghilangkan barang bukti dan juga menjaga stabilitas umat muslim Balikpapan.

Terdakwa Otto mulai ditahan di rutan terhitung mulai 23 Mei hingga 8 Juni 2017. Sebelumnya, 10 Mei hingga 23 Mei, statusnya sebagai tahanan kota. Dalam persidangan, terdakwa Otto Rajasa, membenarkan keterangan saksi tentang postingannya di facebook tersebut dan mengungkapkan penyesalannya.

Ulah Otto Rajasa, mengasumsikan naik haji cukup ke Jakarta, dan tidak perlu ke Mekkah yang disamapaikannya di media facebook ini dinilai sangat bertentangan dengan Rukun Iman yang kelima yakni Naik Haji. Terdakwa disebut sebut melanggar KUHP Pasal 156a tentang penodaan agama dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Dalam sidang kedua lalu, agenda persidangan menghadirkan saksi pelapor Jaksa Rahmat Isnani. Sedangkan para saksi masing-masing Trimuji, Haji Indraman, Andri Wahyu Ningsih, dan Ustad Haji Mahyudin. Dalam persidangan yang dipimpin Amiruddin, terdakwa Otto Rajasa didampingi penasehat hukumnya Yenni Kamti.(mh/ss)

 

Check Also

Kebakaran di Padat Karya Hanguskan Enam Kontrakan

Tana Paser, GERBANGKALTIM.COM – Kebakaran pada Kamis (21/6) subuh menghanguskan enam kontrakan di Jalan Sultan Iskandar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.