Home » Kawal Moral Anak, Staf Pemantau Isi Siaran KPID Kaltim Dilatih Khusus

Kawal Moral Anak, Staf Pemantau Isi Siaran KPID Kaltim Dilatih Khusus

SAMARINDA, GERBANGKALTIM.COM,—Staf Pemantau isi siaran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Timur mendapat pelatihan “Pemantauan Isi Siaran” yang dilaksanakan selama dua hari (7-8 November 2013) di Ruang Komisioner Sekretariat KPID Kaltim Kantor Gubernur Gedung B Lantai 3 Jl. Jend. Sudirman No. 1 Samarinda.
Menurut Komisioner KPID Kaltim Zainal Abidin SE MM, pelatihan ini sangat penting untuk memberikan pengetahuan sekaligus keahlian bagi staf pemantau isi siaran KPID Kaltim. Pengawasan isi penyiaran dalam rangka mengawal moral anak, karena saat ini isi penyiaran memberikan sumbangsih terhadap bergesernya kepribadian bangsa yang dulu dikenal bangsa yang santun, ramah dan gotong –royong ke pribadi yang terkesan individualistik, cuek, dan agresif.
“Untuk mengantisipasi, perlu adanya penyadaran, edukasi hingga sanksi pada Lembaga Penyiaran agar penyiaran di negeri ini sehat, informatif dan mendidik,” ujar Zainal Abidin saat penutupan pelatihan Jumat (8/11/2013) sore.
Dalam pelatihan ini, para peserta di hari pertama mendapat paparan tentang Pengetahuan Mengenai Materi Berita (News) oleh Wiwi Widaningsih,SH, materi “Anak dan Pornografi dalam Penyiaran” oleh Sarifudin,S.Sos.,M.Si, materi “Religi dan Mistik dalam Penyiaran” oleh Ir. Lazuardi,MM, materi “Penyiaran Pemilu” oleh Sarifudin,S.Sos.,M.Si, materi “Iklan dan Infotainmen dalam Penyiaran” oleh Zainal Abidin, SE.,MM, dan materi “Sinetron, Film, Perlindungan Kelompok Tertentu dalam Penyiaran” oleh Ir. Nurdin AR.M.Si.
Sementara pada hari kedua, para peserta disuguhkan materi teknis yakni: “Metode Pembuatan Teknis Schedule Kerja”, “Teknis Penulisan Log Book Analisis dan Laporan”, “Praktek menilai tayangan dan Verifikasi Faktual” yang di bawakan Rudiansyah dan Aries Soetrisno, yang keduanya sebagai profesional dan telah terlatih oleh KPI Pusat di Jakarta.
KPID Kaltim saat ini hanya memiliki 3 Staf Editing dan belum memiliki Staf Pemantauan maka Komisi Penyiaran Pusat Jakarta menghibahkan Perangkat alat Pemantau bahkan membiayai 10 Orang Staf Pemantau selama tahun 2013.
Alat dan Pemantauan KPID Kaltim baru menjangkau Kota Samarinda yang terdapat satu TVRI Sebagai Lembaga Penyiran Publik Televisi, 12 Lembaga penyiaran Swasta(LPS) Televisi Lokal maupun berjaringan, serta 23 Lembaga Penyiaran Radio baik Publik, Swasta hingga Komunitas. Secara makronya Terdapat terdapat 138 Lembaga Penyiaran di Kalimantan Timur.
“Mudahan dengan pelatihan ini para pemantau langsung isi siaran KPID Kaltim memiliki kemampuan manajemen memantau dengan cerdas ,“ ujar Sarifudin Komisioner Pengawasan Isi Siaran.
Sarifudin menambahkan, ke depan KPID Kaltim akan terus meningkatkan kualitas SDM dan tak henti- hentinya meminta peran serta masyarakat, sebagaimana yang diamanatkan UU 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran Pasal 52 ayat (1): Setiap warganegara Indonesia memiliki hak, kewajiban, dan tanggung jawab dalam berperanserta mengembangkan penyelenggaraan penyiaran nasional.
Bahkan dalam UU 32 ayat (3) Masyarakat dapat mengajukan keberatan terhadap program dan/atau isi siaran yang merugikan. Dimana sebagaimana amanat Pasal 8 Ayat (3e) KPID Kaltim Mempunyai tugas menampung, meneliti, dan menindaklanjuti aduan, sanggahan, serta kritikan dan aspresiasi masyarakat terhadap peyelenggaraan penyiaran. *

Sumber: KPID Kaltim

Check Also

Polda Kaltim Ungkap 38 Kasus Korupsi

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Sepanjang tahun 2017 lalu, Polda Kalimantan Timur (Kaltim), berhasil mengungkap 38 kasus korupsi. Kasus ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *