Home » GerbangNews » Kebahagian Sutami Dapat Rumah Bantuan TNI
Sutami (kiri) dan Maruliah

Kebahagian Sutami Dapat Rumah Bantuan TNI

Tana Paser, GERBANGKALTIM.COM – Hidup sebatang kara, Sutami, wanita paruh baya warga Desa Suliliran Baru Kecamatan Paser Belengkong Kabupaten Paser begitu bahagia dengan rumah baru yang segera akan ditempatinya.

Rumah yang diberikan kepadanya itu merupakan bantuan dari Kodim 0904 Tanah Grogot, melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa ke-101.

“Sangat senang, terima kasih kepada bapak-bapak TNI dan masyarakat yang sudah membangun rumah untuk saya. Terima kasih banyak,” ujar Sutami ditemui di depan rumah yang akan ditempatinya itu, Minggu (29/4).

Ia begitu terharu. Rasa bahagianya bercampur sedih, terlebih saat mengenang kepergian sang suami dua tahun lalu.

“Suami saya meninggal dua tahun lalu. Sejak saat itu saya tinggal sendiri. Saya tidak punya anak,” kata Sutami meneteskan air mata.

Begitu menyedihkan, di usianya yang sudah tidak muda, sebatang kara, ia tidak memiliki seorang anak yang diharapkan dapat mengurusnya. Ia sebenarnya memilki keluarga di daerah Pati, Jawa Tengah. Tapi ia enggan kembalik ke sana.

“Sebenarnya saya punya keluarga di Jawa. Tapi kalau balik ke sana saya tidak betah,” ucap Sutami.

Rumah bantuan dari TNI ini berdekatan dengan salah satu tetangganya, Maruliah dan suaminya Maryono. Merekalah yang mengikhlaskan untuk menghibahkan tanahnya kepada Sutami.

 

Maryono, tetangga Sutami yang menghibahkan tanahnya untuk pembangunan rumah bagi sutami, saat di depan rumah layak huni yang dikerjakan Kodim 0904 Tng

 

Mereka juga yang mendapati Sutami tergolek di gubuknya setelah tiga hari dalam kondisi tidak makan dan minum serta fisik dan kesehatan yang melemah.

“Tetangga saya, Mbah Maruliah dan suaminya Maryono, mereka yang membantu saya waktu saya sakit, tidak makan dan minum selama tiga hari. Saya sekarang tinggal di rumah mereka. Mereka juga mau menghibahkan tanahnya untuk rumah ini,” kata Sutami.

Maruliah mengaku prihatin dengan kondisi Sutami. Oleh karena itu ia mengajak Sutami untuk tinggal di rumahnya.

“Kasihan Mbah Sutami, karena sendirian, tidak ada yang ngurus. Dulu saya sering kirim makanan dan minuman ke rumahnya. Tapi karena saya juga sering sakit, maka saya suruh tinggal saja di rumah,” ujar Maruliah.

Sutami mengatakan, sejak dulu ia sudah meminta kepada Suaminya agar dapat mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Desa guna membantu Sutami.

“Karena dari dulu saya bilang ke suami saya, apakah bisa minta bantuan ke Kades agar membangunkan rumah buat Mbah Sutami. Dan kebetulan ada program bapak-bapak TNI, bilangnya Mbah Sutami dapat bantuan,” ujar Maruliah.

Saat ini Sutami dan Maruliah hidup berdekatan. Meski sebenarnya Sutami tidak pernah bermimpi memiliki rumah. Karena baginya, kebaikan keluarga Maruliah, sudah cukup. Sutami merasa cukup dengan bantuan Maruliah yang memperbolehkannya tinggal beberapa bulan di masa-masa yang sulit. (jya)

Check Also

Ketum Persiba Siap Mundur

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Ketua Umum (Ketum) Persiba Balikpapan, Syahril HM Taher, siap mundur atas hasil buruk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.