Home » Gerbang Business » Kecelakaan Lalu Lintas di Paser, 44 Orang Meninggal hingga September 2016

Kecelakaan Lalu Lintas di Paser, 44 Orang Meninggal hingga September 2016

Tanah Grogot (GERBANGKALTIM.Com) Sebanyak 44 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Kabupaten Paser pada tahun 2016 ini.

Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) Inspektur Satu (Iptu) Kamin mengatakan  hingga akhir September 2016 sebanyak 44 orang meninggal di Kabupaten Paser akibat kecelakaan lalu lintas.

“Hingga akhir September 2016, sebanyak 55 kecelakaan yang mengakibatkan 44 orang meninggal, 45 orang mengalami luka ringan, dan 5 luka berat,” kata Kanit Lala Lantas Polres Paser Iptu Kamin di Tanah Grogot, Senin (3/10).

Akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mengalami total kerugian sebesar Rp.330 Juta lebih.

Jumlah korban meninggal di tahun 2016 lebih banyak jumlahnya dibanding kecelakaan yang terjadi pada tahun 2015, kata Kamin.

“Pada Tahun 2015, sebanyak 37 orang meninggal dari jumlah 58 kecelakaan yang terjadi. 53 orang mengalami luka ringan dan 13 dengan luka berat. Kerugian yang dialami berkisar Rp.460 Juta,” ujarnya.

Sedangkan pada tahun sebelumnya, pada tahun 2014, jumlah kecelakaan jauh lebih banyak dari tahun 2015.

Pada tahun 2015, sebanyak 89 kecelakaan lalu lintas menyebabkan 33 orang meninggal, 57 orang mengalami luka ringan, dan 43 mengalami luka berat.

“Kerugian harta yang dialami hingga Rp.800 juta lebih,” ujar Kamin.

Pada tahun 2013 lanjut Kamin, Polres Paser mencatat 130 jumlah kecelakaan lalu lintas, yang mengakibatkan 44 orang meninggal, 160 luka ringan, dan 25 luka berat. Kerugian harta akibat kecelakaan mencapai Rp.480 juta lebih.

Di tahun 2012, dengan jumlah laka yang tidak jauh dari tahun 2013, yakni terdapat 126 kecelakaan lalu lintas pada tahun 2012. Jumlah kerugian yang diakibatkan kecelakaan tersebut cukup banyak yakni mencapai Rp.1 Milyar lebih.

“Pada tahun 2012 ada 126 laka lantas, 34 meninggal dunia, 131 luka ringan, dan 31 luka berat. Kerugian diakibatkan kecelakaan pada tahun itu cukup besar yakni mencapai Rp.1 Milyar lebih,” kata Kamin.

Jumlah laka lantas yang cukup meningkat dari tahun ketahunnya menurut Kamin karena kondisi jalan yang mulus tidak diiringin dengan rambu-rambu lalu lintas yang memadai.

“Kondisi jalan yang mulus membuat pengendara tidak bisa mengontrol laju kendaraannya. Rambu lalu lintas yang tidak memadai juga menjadi faktor kecelakaan itu,” kata Kamin.

Pencahayaan jalan lanjut Kamin, juga menjadi faktor tingginya kecelakaan lalu lintas. Tidak adanya pencahayaan di jalan membuat pengendara tidak bisa mengendara dengan baik.

“Pencahayaan jalan bisa mempengaruhi jumlah kecelakaan. Karena pengendara sering lengah dengan kondisi jalan yang tidak bisa terlihat dengan baik,” kata Kamin.

Kamin mengakui bahwa rambu lalu lintas dan pencahayaan jalan merupakan tanggung jawab pemerintah dalam penyediaannya. Meski demikian pihaknya juga melakukan upaya preventif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Kami menekan angka kecelakaan lalu lintas seperti penjagaan oleh petugas dari Polres Paser di titik-titik rawan lalu lintas, sosialisasi kepada para supir untuk berhati-hati di setiap tikungan dan jalan bergelombang serta menjaga laju kendaraan,” pungkas Kamin.(Jya)

Check Also

Ketum Persiba Siap Mundur

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Ketua Umum (Ketum) Persiba Balikpapan, Syahril HM Taher, siap mundur atas hasil buruk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.