Home » GerbangNews » Kemendes Gelar Pelatihan Desa Online di Paser
Pelatihan Desa Online di Paser yang digelar oleh Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan, dan Informasi (Balilatfo) pada Kemendes PDTR, Jum'at (31/3).

Kemendes Gelar Pelatihan Desa Online di Paser

Tanah Grogot (GERBANGKALTIM.com) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTR) menggelar sosialisasi dan pelatihan desa online di Kabupaten Paser, Jum’at.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan, dan Informasi (Balilatfo) pada Kemendes PDTR M. Nurdin, Kepala Pusat Data dan Informasi Balilatfo Helmiati dan Kepala DPMD Paser Katsul Wijaya.

“Desa online dibuat agar pemerintah dapat mengetahui informasi pembangunan desa melalui portal yang telah diberikan,” kata Kepala Balilatfo Kemendes M. Nurdin.

Sebanyak 30 desa mengikuti pelatihan tersebut. 20 desa diantaranya yakni berasal dari Kabupaten Paser, sedangkan 10 lainnya berasal dari Kabupaten Penajam Paser Utara.

Pemerintah kata Nurdin, perlu mengetahui informasi penggunaan dana desa. Karena anggaran yang sudah digelontorkan cukup besar. Sehingga, melalui program desa online inilah pemerintah dapat mengetahui penggunaan dana masing-masing desa.

“Pada tahun 2015, pemerintah mengalokasikan Rp.20,76 Trilyun untuk desa di Indonesia. Pada tahun 2016 sebanyak Rp.46 Trilyun, dan pada tahun 2017 sebanyak Rp.60 Trilyun. Sedangkan untuk tahun 2018, pemerintah akan mengalokasikan dana sebesar Rp.120 Trilyun untuk desa,” kata Nurdin.

Pada tahun 2016, sebanyak 800 desa telah diberikan portal desa online. Sedangkan untuk tahun 2017, pemerintah berencana untuk memberikan portal tersebut ke 1.500 desa di Indonesia.

“Ada 74 ribu desa di Indonesia. Sebenarnya semua desa itu sudah kita siapkan portal desa online. Tapi yang akan pemerintah berikan yakni yang sudah diberikan pelatihan dan sosialisasinya. Karena pemerintah tidak mau portal ini disalahgunakan,” kata Nurdin.

Oleh karena itu lanjut Nurdin, pemerintah pusat meminta kepada Pemerintah Daerah baikti Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Kabupaten, melalui instansi terkait, untuk dapat memberikan pelatihan kepada desa di tiap daerah.

“Karena anggaran pemerintah pusat terbatas untuk memberikan pelatihan, oleh karena itu kami meminta pemprov dan pemkab memberikan pelatihan terlebih dahulu penggunaan desa online ini. Kalau desa sudah diberikan pelatihan dan siap, pemerintah akan memberikan portal desa online itu beserta username dan paswordnya,” kata Nurdin.(Jya)

Check Also

Rusmadi, “Saya Malu Samarinda Banjir”

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Soal banjir yang makin dikeluhkan masyarakat Kota Samarinda,  Rusmadi menceritakan pengalamannya, bahwa jika …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *