Home » Ketua KPU Kaltim Temui Pendemo di Atas Truk Polisi

Ketua KPU Kaltim Temui Pendemo di Atas Truk Polisi

kpu-kaltimSAMARINDA, GERBANGKALTIM.COM,— Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) KaltimAndi Sunandar dan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim Syaiful Bahtiar menemui para pendemo yang berunjuk rasa di gedung KPU Kaltim,Jumat (31/5/2013). Dengan menaiki truk polisi dan mendapat pengawalan ketat, keduanya menyampaikan bantahannya seputar deal politik dengan pasangan bakal calon Gubernur/Wakil Gubernur Kaltim 2013-2018, seperti yang dituduhkan para pengunjuk rasa.

“Demi Tuhan, tidak benar adadeal-dealpolitik dengan pasangan calon. Pertemuan itu hanya sebatas mediasi. Saya hanya kasih masukan kepada pasangan calon silakan segera mendaftar, sementara kelengkapan administrasinya bisa disesuaikan selama masa verifikasi,” ucap Ketua KPU Kaltim, Andi Sunandar kepada sekelompok pendemo yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Kaltim Peduli Pemilukada Kaltim Berkualitas itu.

Forum yang dikoordinir Abraham Ingan ini seperti diketahui menggelar demo di depan gedung KPU Kaltim, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda, sejak Rabu (29/5) hingga Jumat (31/5), dengan mendirikan tenda di trotor jalan. Mereka menuntut Ketua KPU Kaltim menunda jadwal pendaftaran pasangan calon 1 (satu) bulan guna memberi kesempatan calon lain yang dianggap mereka berbobot.

Selain itu, Abraham Ingan dkk menuding Andi Sunandar telah melakukan deal politik dengan pasangan calon di Hotel Mesra, Samarinda, kamar 611, Selasa (28/5) malam, atau sekitar satu jam sebelum masa pendaftaran ditutup pukul 00.00. Pertemuan di kamar hotel itulah yang dianggap mereka bahwa Andi melanggar kode etik sebagai Ketua KPU Kaltim, memihak pasangan calon tertentu dan harus mundur dari jabatannya.

Berbicara kepada pendemo di atas mobil truck Polisi, Andi Sunandar dan Syaiful Bahtiar yang dikawal ketat petugas menampik tudingandeal-dealpolitik itu sebagai tidak benar. Menurut dia, pertemuan tersebut hanya sebagai upaya memediasi salah satu pasangan calon yang akan mendaftar, tapi terkendala persyaratan administrasi kelengkapan surat dukungan.

Meski begitu, ia menyerahkan keputusan anggapan adanya pelanggaraan UU maupun kode etik Ketua KPU Kaltim ini ke Bawaslu Kaltim maupun Bawaslu yang lebih tinggi. “Saya siap menerima konsekuensinya jika dianggap melanggar ketentuan. Yang jelas, tujuannya untuk fasilitasi siapa saja yang memenuhi syarat pencalonan mendaftar agar proses demokrasi tetap berjalan,” ujarnya.

Terkait keinginan memperpanjang masa pendaftaran, ia menyatakan, tahapan masa pendaftaran calon ini sudah diplenokan KPU Kaltim. Sedang peraturan KPU sendiri tentang Pemilukada memang tidak membenarkan adanya penundaan penyelenggaraan Pemilu, kecuali jika terjadi hal mendesak seperti misalnya gangguan keamanan atas laporan Kapolda, bencana alam maupun faktor penganggaran.

Walau begitu, ia juga meminta dukungan pendemo atas upayanya merespon keinginan menunda Pemilu dengan memperpanjang tahapan pendaftaran melalui permohonan ke KPU Pusat, baik lisan dan tertulis. “Kita tunggu saja hasilnya. Kita sudah bersurat dan menyampaikan keinginan teman-teman ke KPU Pusat,” tandasnya.

Sementara Syaiful Bahtiar mengamini bahwa Bawaslu Kaltim akan menyelidiki apakah pertemuan ada unsur pelanggaran atau tidak. “Terus terang, saya sempat hadir malam itu. Tapi, saat datang pertemuan sedang berlangsung dan saya langsung ingatkan bahwa pertemuan harus segera diakhiri lantaran bukan wilayah KPU, dan saat itu juga rapat distop,” tukasnya.(arf-dil/diskominfo)

Sumber:http://diskominfo.kaltimprov.go.id

Check Also

Bersyukur Pasangan Nomor 4 Teratas

Samarinda, GERBANGKALTIM.COM,- Aura “kemenangan” Rusmadi Wongso sebagai Gubernur Kaltim periode 2018-2023 mewarnai acara open house …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *