Home » KLB DBD, RSKD Tambah Tempat Tidur

KLB DBD, RSKD Tambah Tempat Tidur

BALIKPAPAN,- Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo menambah 12 tempat tidur khusus untuk menampung luberan pasien demam berdarah, menyusul terjadinya peningkatan pasien demam berdarah di Balikpapan dan dinyatakannya sebagai keadaan luar biasa (KLB) oleh pemerintah Kota Balikpapan.
Saat ini masih dirawat 18 pasien DBD di ruang Flamboyan, karena hampir seluruhnya bayi dan anak-anak. Kami sudah mempersiapkan 12 tempat tidur tambahan, dan penempatannya masih didalam ruangan agar kualitas pelayanan tidak menuruk, ujar Wakil Direktur Pelayanan RSKD Dr. Rachim Dhinata S & M.Kes, Kamis (14/1/2010) pagi.

Pada bulan sebelumnya di RSKD telah merawat 80-an pasien berdarah, dan pada bulan Januari di awal tahun 2010 diharapkan akan menurun dengan angka kematian nol. Untuk itu, para dokter, perawat, dan petugas kesehatan di internal RSKD kemarin kembali dibekali dengan penanganan pasien DBD agar lebih cepat dan tepat.

Sementara itu, beberapa orangtua pasien DBD kepada Gerbang Kaltim Dot Com mengaku tidak menyangka anaknya terkena penyakit mematikan yang dibawa oleh nyamuk aides Aigypty itu. Rata-rata mereka menyangka anaknya terkena panas biasa, alergi atau kena step. Ketika dibawa ke puskesmas maupun dokter praktek, rata-rata juga hanya memberikan obat penurun panas biasa.

Tahunya kena DBD ya setelah dilakukan tes darah. Kondisi anak saya yang sempat parah, syukurlah cepat tertolong di rumah sakit, ujar Ny. Darliana, ibu dari Rizky (3 tahun), pasien DBD yang kini masih menjalani perawatan intensif di ruang Flamboyan RSKD Balikpapan.

Darliana yang istri seorang guru ini bahkan mengaku anaknya untuk yang ketiga kalinya terkena DBD. Diakui, rumah sewaannya di kawasan Kampung Baru, Balikpapan Barat memang terolong kumuh. Sehingga walau sudah dilakukan pengasapan, jentik-jentik masih bermunculan di daerah tersebut. (triwidodo@gerbangkaltim.com)

Check Also

PENJUAL IKAN BAKU TIKAM

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Dua penjual ikan di Pasar Pandansari Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Baharuddin dan Mustamin, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *