Home » GerbangOpini » Kolom GK: Terbesar dalam Sejarah

Kolom GK: Terbesar dalam Sejarah

MASYARAKAT dikejutkan dengan penangkapan pelaku penyelundupan sabu seberat 1 ton (baca: 1000 kilogram) hari Rabu tanggal 12 Juli 2017 di Hotel Mandalika Anyer Serang Banten oleh anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dan Polres Kota Depok yang tergabung dalam Satgas Merah Putih.

Dalam operasi khusus tersebut, tim yang dipimpin oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta dan Kapolresta Depok Kombes Herry Heryawan berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku penyelundupan sabu-sabu yang melibatkan 4 (empat) orang warga negara Taiwan yaitu Lin Ming Hui (peran sebagai bos, tewas), Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu dan Hsu Yung Li (sempat buron namun sudah tertangkap). Diketahui bahwa tim gabungan dalam mengungkap peredaran Narkoba jaringan internasional ini telah melakukan pengintaian sejak lama.

Pada mulanya saat tim gabungan mendapatkan informasi dari Kepolisian Taiwan bahwa akan ada pengiriman narkoba jenis sabu-sabu dari China ke wilayah Indonesia. Kemudian tim melakukan penyelidikan selama 2 bulan sejak bulan Juni 2017 hingga melakukan penangkapan di tepi Pantai dekat Hotel Mandalika Serang, Banten. Dari hasil pengungkapan, tim gabungan berhasil mengamankan barang bukti 1.000 Kg yang dikemas dalam karung dan disimpan didalam dua mobil Innova gold dan hitam dengan jumlah barang bukti 51 kotak dengan rincian 27 kotak di Innova gold dan 24 kotak di Innova hitam dengan estimasi jumlah 1 karung bruto @ 20 Kg.

Pada saat penangkapan, tim gabungan melakukan tindakan tegas kepada salah satu dari 4 (empat) orang pelaku yang seluruhnya adalah warga negara asing (Taiwan) karena melakukan perlawanan kepada petugas. Bahkan akibat perlawanan tersebut, beberapa petugas mengalami luka dan menjalani opname di Rumah Sakit untuk penyembuhan. Pelaku juga sangat jeli memanfaatkan kondisi Hotel Mandalika Anyer Serang Banten yang sudah terbengkalai, tidak terawat dan dalam keadaan kosong sebagai tempat untuk menyembunyikan barang bukti Narkoba jenis sabu-sabu setelah dibawa melalui jalur laut menggunakan kapal Wanderlust yang digunakan untuk pendistribusian barang haram tersebut.

Tahukah saudara berapa harga 1 (satu) ton sabu-sabu yang ditangkap di Hotel Mandalika Anyer Serang Banten hari Rabu tanggal 12 Juli 2017 oleh Satgas Merah Putih? Sekedar diketahui, harga pasaran 1 (satu) gram sabu-sabu saat ini di tangan pengguna adalah Rp 2.500.000 (baca : dua juta lima ratus ribu rupiah). Maka harga 1 ton sabu-sabu ekuivalen dengan Rp 2.500.000.000.000 (baca : dua triliun lima ratus miliar rupiah). Sebuah angka yang sangat fantastis dan luar biasa sekali !!!

Apabila uang sebesar itu digunakan untuk membantu buku tulis bagi anak-anak pelajar di Indonesia, ada berapa banyak buku yang bisa dibagikan ? Menurut data di Indonesia saat ini ada 58 (lima puluh delapan) juta pelajar yang terdiri dari 8 (delapan) juta siswa SLTA dan 50 (lima puluh) juta siswa SD-SLTP. Harga 1 (satu) set buku isi 10 (sepuluh) buah di pasaran sekarang adalah sekitar Rp 25.000. Jika uang Rp 2,5 triliun digunakan untuk membeli buku tulis, maka akan diperoleh sebanyak 100.000.000 (seratus juta) set buku tulis atau ekuivalen dengan 1.000.000.000 (satu miliar) buah buku tulis. Ini artinya tiap-tiap anak pelajar akan mendapatkan ± 20 buah buku. Luar biasa bukan ? Lain halnya lagi apabila uang Rp 2,5 triliun digunakan untuk membeli sepeda. Kita tahu bahwa Presiden Jokowi sering memberikan sepeda kepada masyarakat dalam suatu kunjungan kerja melalui kuis yang sedikit menguras otak dan kadang-kadang membuat tersenyum orang banyak.

Sebenarnya, berapa harga sebuah sepeda di pasaran? Hasil penelusuran didapatkan harga sepeda cukup bervariasi, namun harga keekonomian sebuah sepeda berkisar diantara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. Maka berapa banyak sepeda yang bisa dibeli dengan harga Rp 2,5 triliun ? Apabila harga sepeda yang dibeli Rp 1 juta, maka ada 2,5 juta sepeda yang bisa dimiliki. Kemudian, apabila sepeda yang dibeli harganya Rp 2 juta, maka ada 1,25 juta sepeda yang bisa dibagikan kepada pelajar. Tentunya, hal ini sangat membantu pemerintah dalam menjalankan program-program unggulannya dan sangat positif apabila uang sebesar itu dipergunakan untuk kepentingan masyarakat umum khususnya di bidang pendidikan. Memang bukan hanya buku tulis dan sepeda yang bisa digunakan masyarakat khususnya pelajar karena masih ada barang-barang lainnya yang juga sama pentingnya. Dan juga bukan hanya pelajar yang bisa menjadi sasaran tujuan, masih ada anggota masyarakat lainnya yang dapat merasakan manfaat positif penggunaan uang Rp 2,5 triliun tersebut.

Tahukah saudara berapa orang yang diselamatkan pasca penangkapan 1 (satu) ton sabu-sabu di Hotel Mandalika Anyer Serang Banten hari Rabu tanggal 12 Juli 2017 oleh Satgas Merah Putih?

Pada acara puncak peringatan Hari Narkotika Internasional yang digelar Badan Narkotika Nasioanal (BNN) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) hari Kamis 13 Juli 2017, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan ada 5 (lima) juta orang Indonesia yang terselamatkan. Beliau menganalogikan bahwa 1 (satu) gram sabu saja dapat membuat 5 (lima) orang teler. Sekali lagi, coba kita bayangkan ada 5 juta orang yang dapat diselamatkan baik itu generasi muda, orang tua, intelektual, non intelektual, orang kaya, orang miskin, laki-laki, perempuan, pegawai negeri, pegawai swasta, dan lain-lain.

Pada kesempatan lain, Kepala BNN Komjen Budi Waseso mengatakan ada 72 (tujuh puluh dua) jaringan narkoba internasional yang beroperasi di Indonesia dan pelaku yang tertangkap di  Hotel Mandalika Anyer Serang Banten adalah salah satu dari jaringan tersebut. Keterangan ini disampaikan beliau pada konferensi pers di Mabes Polri hari Jumat 14 Juli 2017. Berdasarkan data tersebut, kita bisa menghitung berapa banyak jumlah narkoba yang beredar di Indonesia. Jika 1 (satu) sindikat mengedarkan 1 (satu) ton sabu, maka ada 72 (tujuh puluh dua) ton sabu yang bisa beredar setiap harinya. Apabila dihitung dalam sebulan, maka ada 2160 (dua ribu seratus enam puluh) ton sabu yang beredar. Apabila dihitung dalam setahun, maka ada 25920 (dua puluh lima ribu sembilan ratus dua puluh) ton sabu yang beredar. Yang baru dihitung adalah satu jenis narkoba yaitu sabu-sabu dari 36 (tiga puluh enam) jenis narkoba yang sudah beredar di Indonesia.

Jaringan narkoba internasional asal Tiongkok mendistribusikan narkobanya di Pulau Jawa karena daerah Pulau Jawa menjadi pangsa besar narkoba. Maka tidak heran, diawal pemerintahan Presiden Jokowi telah menyatakan Indonesia sebagai darurat narkoba. Sangat diperlukan tindakan yang luar biasa menghadapi kejahatan narkoba yang juga sudah luar biasa. Hal ini terbukti adanya penangkapan 1 (satu) ton sabu-sabu di Hotel Mandalika Anyer Serang Banten hari Rabu tanggal 12 Juli 2017 yang sudah ditetapkan sebagai penangkapan yang terbesar dalam sejarah berdirinya Negara Indonesia. Selamat !!! (triwidodo/tim)

Sumber foto-foto: tribratanews.polri.go.id

Penulis: jurnalis, tinggal di Balikpapan.

 

Check Also

Kodim Grogot Inisiasi Pembentukan Posko Terpadu Karhutla 

Kodim 0904 Tanah Grogot menginisiasi pembentukan posko terpadu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *