Home » Gerbang Business » KPPU Bakal Jatuhkan Sanksi Produsen Nakal, 18 Distributor Tandatangan Pakta Integritas
Ilustrasi, Petugas dari KPPU Balikpapan ketika cek harga di pasar di Balikpapan.(foto: http://balikpapan.kppu.go.id)

KPPU Bakal Jatuhkan Sanksi Produsen Nakal, 18 Distributor Tandatangan Pakta Integritas

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan menjatuhkan sanksi tegas kepada produsen nakal yang nekat atau terbukti mempermainkan harga eceran tertinggi (HET), khususnya tiga komoditas sembako yakni gula pasir, daging beku dan minyak goreng kemasan sederhana atau minyak goreng tanpa merek.

Agar tidak terjadi gejolak harga di pasaran, KPPU akan mengawasi Surat Keputusan (SK) tentang harga HET dari Kemenag, yakni bagi tiga komoditas embako seperti  gula pasir yang harganya sudah dipatok sebesar Rp 12.500/kilogram, daging beku Rp 80 ribu  dan  minyak goreng kemasan sederhana   Rp 11 ribu/liter.

Kepala KPPU Balikpapan, Ahmad Muhari menegaskan, jika ada produsen nakal yang akan mempermaikan harga, maka pemerintah akan memberikan sanksi. Pemerintah akan memberikan sanksi adiministrasi. “Jika ada distributor yang ketahuan memainkan harga atau menyalahi kesepakatan akan diberi sanksi,” katanya kepada wartawan di Balikpapan, baru-baru ini.

Pasalnya,  berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag), ada tiga kesepakatan sembako yang memiliki harga eceran tertinggi, yaitu gula (Rp 12.500/kg), daging beku (Rp 80.000/kg) dan minyak goreng kemasan sederhana  atau tanpa merek (Rp 11.000/rliter). Harga tiga produk ini berlaku mulai 10 April hingga 10 September 2017.

Ditegaskan kembali, jika ada produsen yang nakal dengan mempermainkan harga, maka akan menjadi tugas pemerintah untuk menegur dan memberikan sanksi. Bahkan dalam kasus ini, KPPU bisa masuk dari sisi persaingannya. Bagaimana produsen ingin menahan pasokan untuk mendapat profit tinggi atau ada kesepakatan bersama antarpihak untuk menentukan harga, sehingga menjadi kartel.

Kepala KPPU Balikpapan, Ahmad Muhari  mangatakan,  komitmen distributor dan asosiasi untuk menjaga harga tiga kebutuhan pokok sesuai SK, harus dijalankan. Hal ini supaya tidak terjadi kepanikan masyarakat dalam membeli kebutuhan pokok untuk ramadan dan lebaran mendatang.

Kepala KPPU Balikpapan, Ahmad Muhari menambahkan, telah mengeluarkan Permendagri mengenai harga eceran tertingi bagi tiga produk yakni minyak goreng, gula dan daging beku, pihaknya juga mendorong pemerintah membuat HET untuk beberapa komoditas lainnya seperti ayam potong.

Diluar dari gula, daging beku dan minyak goreng tanpa merek, beberapa hari terakhir harga bahan pokok lainnya sudah ada yang melambung diberbagai pasar di Indonesia, termasuk di pasar Balikpapan. Harga melesat yang terkesan semaunya itu, daging segar, ayam potong dan lainnya.

18 Distributor Teken Pakta Integritas Pangan

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengundang 18 distributor besar kebutuhan pokok. Pertemuan Pemkot – pengusaha ini tidak lain menjalin kesepakatan dengan meneken atau menandatangani pakta integritas, tentang kesiapan persediaan pangan di “Kota Beriman”.

Upaya ini dilakukan Pemkot agar ada jaminan ketersediaan kebutuhan pokok dipasaran bagi warga kota menjelang puasa dan lebaran tahun ini. Sebanyak  18 distributor besar kebutuhan pokok diantaranya seperti Hypermart, Giant, Ranch Market PPI, Maxi, termasuk Bulog Kaltim, dipanggil Pemkot Balikpapan dan melaksanakan penandatanganan Pakta integritas  tentang kesiapan persediaan pangan  dan jaminan ketersediaan sembako jelang puasa dan lebaran tahun ini.

 

Penandatanganan dilakukan dalam rapat Pemkot bersama asosiasi dan Distributor Pangan Balikpapan, Bulog, Polres dan KPPU Cabang Balikpapan ini  dipimpin Asisten I Bidang Pemerintah Syaiful Bachri bersama Kadis Perdagangan Saufan, Kepala KPPU Ahmad Muhari dan asosiasi dan para perwakilan  distributor sembako.

Dalam rapat distributor menyatakan, stok untuk sembilan bahan pokok atau sembako di masyarakat aman sampai dengan dua bulan kedepan atau mulai awal ramadan hingga lebaran nanti.

Asisten I Bidang Pemerintah Syaiful Bachri mengatakan, terpenting dalam pertemuan, adalah kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng. Selain ketersediaannya terjamin, harganya dipasaran juga tidak mengalami kenaikan.

Terkait soal harga-harga kerap naik jika menjelang hari raya, karena ada permainan harga dari distributor. Syaiful langsung meluruskan, bahwa pedagang di klontongan dan warung tentunya ingin mengambil untung. Sehingga tentu saja harga dengan distributor ada perbedaaan.

“Karena harga yang di bawah kendali Pemkot  adalah di tingkat distributor. Sedangkan di toko klontongan dan warung, jangkauan Pemkot tidak sampai kesana pengawasannya,” jelas Asisten I Bidang Pemerintah Syaiful Bachri.(MH)

Check Also

PENJUAL IKAN BAKU TIKAM

Balikpapan, GERBANGKALTIM.COM,- Dua penjual ikan di Pasar Pandansari Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Baharuddin dan Mustamin, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *